Sumbawanews.com,- Chelsea ditahan imbang 3-3 oleh klub Malaysia Johor Darul Ta’zim (JDT) dalam laga uji coba pramusim di Stadion Sultan Ibrahim, Larkin, Minggu (9/8) malam WIB. Pertandingan berlangsung dramatis: JDT membuka keunggulan lewat Arif Aiman pada menit ke-14, sebelum Liam Delap menyamakan skor lewat penalti di menit ke-42. Delap kembali mencetak gol dari titik putih pada menit ke-62, namun Oscar Arribas menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas tiga menit kemudian. Bergson memperdaya pertahanan Chelsea pada menit ke-86, sebelum gol bunuh diri Cristobal Marquez menyelamatkan poin bagi The Blues.
Di tengah hasil yang seru, Tosin Adarabioyo menjadi pusat kritik para suporter. Banyak fans menilai bek tengah asal Nigeria itu tidak cocok dengan sistem permainan menyerang yang diterapkan pelatih Xabi Alonso. Kekurangan kecepatan dan ketajaman dalam membaca permainan dinilai menjadi titik lemah saat JDT membuka skor. Sejumlah komentar di media sosial menyebut kehadirannya di lini belakang sebagai ancaman strategis, dengan satu netizen menulis, “Saya sudah mengatakan ini bahkan sebelum pertandingan dimulai, dan mereka menyebut saya orang gila. Setiap kali saya melihat Tosin di susunan pemain inti, saya tahu lini pertahanan kami adalah titik lemah utama pada hari itu.”
Kritik semakin tajam dengan pernyataan lain: “Dia jelas pemain terburuk di lapangan dalam setiap pertandingan, dan saya tidak melebih-lebihkan.” Meski ada yang menyarankan agar Tosin segera dikeluarkan dari klub, sebagian lain menekankan bahwa kritik semacam itu tidak sehat dalam dunia sepak bola. Namun, kekhawatiran atas konsistensi performanya di sistem modern Chelsea kini menjadi topik hangat di kalangan torabola.















