Home Berita Nasional **Kebun Raya Bedugul Tanam 100 Pohon untuk Lingkungan Berkelanjutan**

**Kebun Raya Bedugul Tanam 100 Pohon untuk Lingkungan Berkelanjutan**

Sumbawanews.com,- Di kawasan Nuanu, Desa Beraban, Kabupaten Tabanan, Kebun Raya Eka Karya Bedugul melaksanakan penanaman serentak 100 bibit pohon sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026, tidak hanya simbolis, tetapi dirancang untuk memperkuat ekosistem lokal sekaligus melestarikan tanaman bernilai budaya dan medis yang menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Bali.

Tiga jenis pohon unggulan ditanam secara strategis di sepanjang pesisir Pantai Nyanyi: majegau (Dysoxylum densiflorum), buni (Antidesma bunius), dan cempaka kuning (Magnolia champaca). Ketiganya bukan sekadar tanaman hias—masing-masing memiliki peran ganda sebagai sumber obat tradisional dan sarana ritual keagamaan Hindu di Bali.

Menurut East Deputy of Horticulture Kebun Raya Eka Karya, Hadhiyyah N. Cahyono, majegau yang tersebar dari Asia Tenggara hingga Filipina, telah lama digunakan dalam upacara keagamaan dan dipercaya memiliki kandungan antibakteri serta sitotoksik. Sementara buni, tumbuhan tropis yang mudah ditemukan di dataran rendah, diketahui berkhasiat mengatasi rematik, gangguan pencernaan, hingga infestasi cacing, berkat kandungan flavonoid, tanin, dan alkaloid yang mendukung aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.

Sedangkan cempaka kuning, dengan harum bunganya yang khas, bukan hanya simbol kesucian dalam persembahyangan, tetapi juga tanaman obat yang efektif melawan bakteri, malaria, dan berbagai peradangan. Di Bali, bunga ini kerap menjadi bagian tak tergantikan dari canang sari dan sesajen.

“Ini bukan sekadar penanaman pohon. Ini adalah upaya menghidupkan kembali hubungan antara alam, budaya, dan kesehatan masyarakat,” ujar Hadhiyyah dalam siaran pers yang diterima di Denpasar.

Penanaman ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kebun Raya Eka Karya untuk memperluas kawasan hijau di luar kompleks utama, sekaligus mengajak masyarakat sekitar menjadi bagian dari solusi lingkungan. Dengan memilih spesies yang bernilai spiritual dan farmakologis, upaya ini menggabungkan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal—bukan hanya menanam pohon, tetapi menanam makna.

Hadhiyyah menekankan bahwa pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan secara terpisah. “Kolaborasi antara lembaga konservasi, pemerintah desa, dan masyarakat adat adalah kunci keberlanjutan. Setiap pohon yang kami tanam hari ini adalah investasi untuk generasi mendatang—baik dari sisi ekologi maupun budaya.”

Dengan 100 bibit yang kini berakar di tanah Tabanan, Kebun Raya Bedugul menunjukkan bahwa konservasi tidak harus selalu besar dan mahal. Kadang, ia dimulai dari satu pohon, satu tradisi, dan satu komitmen bersama.

Previous article**Tetangga Bunuh Siswi SD, Lalu Pura-Pura Ribut**
Next articlePrabowo Kurban 1.098 Sapi dengan Dana APBN, MUI: Sah Secara Syariat
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik