Sumbawanews.com,- Sebanyak 47.012 jemaah haji Indonesia atau 22,77 persen dari total peserta telah tiba di tanah air hingga Senin (8/6). Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan, 120 kelompok terbang (kloter) telah kembali dari Arab Saudi, dengan proses pemulangan masih berjalan intensif.
Pemulangan jemaah, menurut Gus Irfan, dibagi dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama melalui Bandara King Abdulaziz di Jeddah berlangsung hingga 15 Juni, sementara gelombang kedua dari Madinah dimulai 16 Juni dan dijadwalkan berakhir pada 30 Juni. Kloter terakhir diprediksi tiba di Indonesia pada 1 Juli 2026.
Meski secara umum operasional ibadah haji berjalan lancar, pemerintah mencatat sejumlah tantangan yang perlu dievaluasi untuk penyelenggaraan tahun depan. Salah satunya adalah pelayanan di kawasan Mina, yang mengalami kepadatan luar biasa akibat keterbatasan ruang menampung jutaan jemaah dari berbagai negara. Kondisi ini memicu keterlambatan pergerakan jemaah antara Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Gus Irfan juga menyoroti masalah transportasi pasca-Armuzna. Operasional bus shalawat, meski dinilai efektif selama puncak ibadah, sempat dihentikan sementara setelah ritual wukuf, menyebabkan jemaah harus menunggu lama untuk melaksanakan tawaf ifadah di Masjidil Haram.
Di sektor kesehatan, angka kematian jemaah haji tahun ini tercatat sekitar 240 orang—lebih baik dibanding tahun sebelumnya, namun masih di atas target pemerintah yang menargetkan tidak lebih dari 150 kasus. “Kami terus memperbaiki sistem pemantauan kesehatan dan respons darurat di tanah suci,” ujar Gus Irfan.
Pemulangan jemaah kini berlangsung secara bertahap melalui 11 debarkasi di seluruh Indonesia, dari Batam hingga Makassar, dengan suasana haru dan syukur menyambut kedatangan mereka. Ribuan keluarga memadati bandara dan asrama haji, menanti kedatangan sanak saudara yang baru saja menyelesaikan rukun Islam kelima.
Pemerintah menegaskan, semua jemaah yang telah tiba akan menjalani masa observasi dan pemulihan di asrama haji sebelum akhirnya kembali ke daerah masing-masing. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan haji 2026 akan dilakukan dalam waktu dekat, guna memastikan pelayanan yang lebih optimal di masa mendatang.

















