Home Berita Internasional AS Kembangkan Senjata Laser Kapal, Biaya Tembak Rp15 Juta

AS Kembangkan Senjata Laser Kapal, Biaya Tembak Rp15 Juta

Sumbawanews.com,- Militer Amerika Serikat tengah mempercepat integrasi senjata laser berenergi tinggi ke dalam armada kapal perangnya, dengan target utama: menggantikan rudal pertahanan yang mahal dengan solusi berbiaya rendah—hanya sekitar Rp15 juta per tembakan. Teknologi ini bukan lagi eksperimen laboratorium, melainkan bagian dari strategi pertahanan laut masa depan yang sedang diuji coba di lapangan.

Laksamana Daryl Caudle, Kepala Operasi Angkatan Laut AS, menegaskan bahwa energi terarah—dalam bentuk laser—adalah kunci untuk mengatasi keterbatasan sistem pertahanan konvensional. Saat ini, setiap sel di Sistem Peluncuran Vertikal (VLS) kapal perusak kelas Arleigh Burke yang digunakan untuk rudal pertahanan berarti satu peluang serangan ofensif yang hilang. “Setiap sel VLS yang dipakai untuk pertahanan adalah peluang yang hilang,” ujar Caudle dalam surat resmi kepada Dewan Perwakilan Rakyat AS, dikutip dari *Military Times* pada Mei 2026.

Dengan laser, kapal perang tidak lagi harus memilih antara bertahan atau menyerang. Laser mampu menghancurkan drone, rudal jelajah, dan ancaman kecil lainnya dengan kecepatan cahaya, tanpa perlu menghabiskan rudal bernilai jutaan dolar. Biaya operasionalnya pun dramatis: hanya US$10 per tembakan, atau sekitar Rp15 juta, tergantung kurs saat itu. Ini jauh lebih efisien dibandingkan rudal Patriot atau Standard Missile yang bisa menghabiskan puluhan hingga ratusan juta dolar per peluncuran.

Saat ini, sembilan kapal perusak AS telah dilengkapi sistem laser operasional, yang sebagian besar digunakan untuk menangkal ancaman udara tak berawak dan rudal balistik jarak pendek. Namun, tantangan terbesar bukan pada teknologinya, melainkan pada infrastruktur kapal. Sistem laser berdaya tinggi membutuhkan pasokan listrik besar, pendingin canggih, dan desain ulang struktur kapal—hal yang belum dimiliki oleh sebagian besar armada saat ini.

Oleh karena itu, Angkatan Laut AS berencana membangun kapal perang generasi baru yang dirancang khusus untuk menampung senjata laser sebagai tulang punggung pertahanan. Dengan demikian, kapal-kapal tersebut bisa fokus pada proyeksi kekuatan ofensif, membawa lebih banyak rudal serang jarak jauh, dan tetap terlindungi tanpa mengorbankan ruang senjata.

Perubahan ini bukan sekadar inovasi teknis, tapi transisi strategis: dari pertahanan berbasis amunisi terbatas menuju pertahanan berbasis energi tak terbatas—asalkan listriknya tersedia. Dalam lanskap persaingan militer global yang semakin dinamis, AS berusaha mempertahankan dominasi lautnya dengan cara yang lebih cerdas, lebih murah, dan lebih berkelanjutan.

Previous articleInstagram Akhirnya Buka Fitur Susun Ulang Grid Profil
Next articleHaji 2026: Seperempat Jemaah Sudah Tiba di Tanah Air
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.