Washington DC., sumbawanews.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melalui medsosnya, Minggu (18/04) waktu setempat menyatakan, Iran memutuskan untuk menembakkan peluru di Selat Hormuz yang dipandang sebagai Pelanggaran Total terhadap Perjanjian Gencatan.
“Banyak di antaranya ditujukan ke sebuah kapal Prancis, dan sebuah kapal kargo dari Inggris. Itu tidak menyenangkan, bukan,” katanya.
Baca Juga: Akan Mulai Blokir Selat Hormuz, Trump Juga Ancam Kapal di Perairan Internasional
Dijelaskan, delegasi AS pergi ke Islamabad, Pakistan untuk Negosiasi. Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menutup Selat tersebut, yang aneh, karena blokade AS telah menutupnya.
Mereka membantu kita tanpa menyadarinya, dan merekalah yang dirugikan dengan penutupan jalur tersebut, 500 Juta Dolar per hari! Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun. Bahkan, banyak kapal sedang menuju ke AS, Texas, Louisiana, dan Alaska, untuk memuat barang, atas bantuan IRGC, yang selalu ingin menjadi “si jagoan!”,” ucapnya.
Menurutnya, AS menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal. Dan jika Iran tidak menerima, maka Amerika Serikat akan menghancurkan setiap Pembangkit Listrik, dan setiap Jembatan di Iran.
“Tidak ada lagi tuan baik hati. Mereka akan turun dengan cepat, mereka akan turun dengan mudah dan, jika mereka tidak menerima kesepakatan itu, akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan, yang seharusnya telah dilakukan terhadap Iran, oleh Presiden-Presiden lain, selama 47 tahun terakhir. Saatnya mesin pembunuh iran berakhir,” katanya. (Using)















