Home Berita Internasional Rusia Serang Kyiv dan Dnipro, Lima Tewas, Puluhan Terluka

Rusia Serang Kyiv dan Dnipro, Lima Tewas, Puluhan Terluka

Sumbawanews.com,- Dini hari Selasa, 2 Juni 2026, udara di atas Kyiv dan Dnipro pecah oleh ledakan keras dan dengungan drone. Serangan udara Rusia yang melibatkan rudal balistik dan pesawat tak berawak itu menewaskan lima warga sipil dan melukai puluhan lainnya, memicu kepanikan di jantung Ukraina. Empat korban tewas berada di Dnipro, sementara satu lagi jatuh di ibu kota, Kyiv—dengan lebih dari 20 orang terluka di sana.

Di pusat Kyiv, dua gedung apartemen bertingkat tinggi rusak parah akibat dampak serangan. Asap tebal membumbung ke langit, sementara listrik padam di sejumlah kawasan. Warga berlarian mencari perlindungan di bunker dan basement, sementara tim penyelamat bekerja keras mengevakuasi korban yang dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan. Suara ledakan terus bergema sepanjang malam, memperdalam rasa takut di kalangan penduduk yang sudah lelah bertahan selama lebih dari dua tahun perang.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mendesak warga untuk tetap berada di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman. Sementara itu, Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi bahwa serangan itu menggunakan rudal balistik—senjata yang mampu menjangkau jarak jauh dengan presisi mematikan.

Serangan ini bukanlah insiden terpisah. Sehari sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah memperingatkan kemungkinan serangan besar-besaran dari Rusia. “Peringatan intelijen masih berlaku. Mereka telah mempersiapkannya,” ujar Zelenskyy dalam pidato video, menekankan bahwa Moskow tengah mengumpulkan kekuatan untuk menyerang pusat-pusat keputusan dan infrastruktur strategis.

Tidak hanya Kyiv dan Dnipro, sebuah fasilitas industri di Zaporizhzhia juga menjadi sasaran. Rusia mengklaim serangan ini sebagai respons terhadap serangan drone Ukraina pada akhir Mei yang menewaskan 21 orang di sebuah asrama di wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia. Namun, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menegaskan bahwa operasi mereka di Luhansk hanya menargetkan unit militer Rusia, bukan fasilitas sipil.

Moskow, yang sebelumnya meminta warga asing meninggalkan Kyiv, kini terus memperdalam strategi “serangan sistematis” terhadap kota-kota utama Ukraina. Sementara itu, di tengah keheningan malam yang terganggu ledakan, warga Ukraina kembali berdiri—dengan lampu senter, tas darurat, dan tekad yang tak tergoyahkan. Perang ini bukan hanya tentang tanah, tapi tentang ketahanan manusia di tengah kehancuran.

Previous articleFKG UGM Masuk 100 Besar Inovasi Dunia
Next articleNadiem Kenakan Jaket Ojol di Sidang, Ini Alasannya
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik