Home Berita Internasional Israel Guncang Lebanon, Trump Marah: “Kau Benar-Benar Gila!”

Israel Guncang Lebanon, Trump Marah: “Kau Benar-Benar Gila!”

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump meledak kemarahan dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, mengkritik tajam serangan militer Israel di Lebanon yang menewaskan banyak warga sipil dan menghancurkan permukiman padat penduduk. Menurut laporan Axios, yang mengutip tiga sumber yang mengetahui percakapan itu, Trump tidak hanya mengecam aksi militer tersebut sebagai tidak proporsional, tetapi juga memperingatkan bahwa langkah itu menghancurkan upaya diplomasi AS untuk meredam ketegangan dengan Iran.

“Kau benar-benar gila,” kata Trump kepada Netanyahu, menurut salah satu pejabat yang mendengar percakapan itu. “Kau akan dipenjara jika bukan karena aku. Aku menyelamatkanmu. Semua orang membencimu sekarang. Semua orang membenci Israel karena ini.”

Dalam percakapan yang digambarkan sebagai salah satu yang paling tegang sejak Trump kembali menjabat, presiden AS berteriak: “Apa yang kau lakukan?” Ia menekankan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri—tetapi menolak keras taktik yang menargetkan infrastruktur sipil dan memicu krisis kemanusiaan di Lebanon. Trump khawatir serangan yang semakin luas dan brutal itu akan memicu reaksi balik dari Iran dan memperluas konflik ke seluruh wilayah, mengacaukan rencana perdamaian yang sedang ia upayakan.

Sumber lain mengatakan Trump menilai Netanyahu telah melampaui batas, dengan serangan yang tidak hanya bersifat militer, tetapi juga politik—menggerus dukungan internasional terhadap Israel dan merusak kredibilitas AS sebagai mediator. Di tengah kehancuran di Beirut dan kota-kota selatan Lebanon, Trump meminta Netanyahu segera menghentikan rencana serangan yang sedang disiapkan, dan menekankan bahwa “tidak ada keuntungan strategis yang sepadan dengan harga yang harus dibayar rakyat sipil.”

Ketegangan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan global terhadap Israel atas tingginya korban sipil dalam operasi militer di Lebanon, yang telah menewaskan ratusan orang sejak awal Juni. PBB dan sejumlah negara Barat telah meminta gencatan senjata segera, sementara Iran dan kelompok Hezbollah memperingatkan akan merespons dengan kekuatan yang lebih besar.

Trump, yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung kuat Netanyahu, kini tampak berada di persimpangan: antara loyalitas kepada sekutu lama dan kepentingan strategis AS yang semakin terancam oleh eskalasi tak terkendali. Dalam satu kesempatan, ia bahkan menyebut bahwa “dunia sedang menatapmu dengan mata penuh kebencian”—sebuah peringatan yang jauh lebih keras dari yang pernah ia sampaikan sebelumnya.

Dalam waktu singkat, percakapan itu menjadi sorotan media internasional, bukan hanya karena kegilaan kata-katanya, tetapi karena ia mengungkap retaknya kepercayaan antara dua pemimpin yang selama ini dianggap sebagai mitra tak tergoyahkan. Bagi banyak pengamat, ini bukan sekadar kemarahan pribadi—ini adalah sinyal bahwa Washington mulai menilai bahwa kebijakan Israel bisa menjadi ancaman, bukan solusi, bagi stabilitas Timur Tengah.

Previous articleRumah Hafiz Alquran Bertahan di Tengah Lautan Api Kemayoran
Next articleIndonesia dan Qatar Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik