Home Berita Internasional Gulf Meledak: AS dan Iran Balas Serang

Gulf Meledak: AS dan Iran Balas Serang

Sumbawanews.com,- Perang di Teluk memasuki hari ke-96 dengan eskalasi tajam setelah Amerika Serikat menyerang Pulau Qeshm di Iran, yang langsung direspons dengan serangan balik rudal dan drone oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Serangan balasan itu memicu kepanikan di Kuwait dan Bahrain, yang melaporkan serangan udara dan mengaktifkan sirene peringatan, sementara AS mengklaim semua serangan Iran gagal mencapai sasaran.

Menurut Pusat Komando AS (CENTCOM), serangan terhadap Pulau Qeshm dilakukan sebagai tindakan “pertahanan diri” setelah kapal minyak Iran di sekitar Selat Hormuz diserang. CENTCOM menyatakan telah menghancurkan stasiun kendali darat milik Iran di Qeshm dan menembak jatuh puluhan drone serta rudal yang diluncurkan dari wilayah itu. Namun, IRGC membantah klaim AS, menyatakan telah menargetkan pangkalan udara AS, markas Pasukan Kelima AS di Bahrain, dan helikopter militer di wilayah regional — klaim yang belum bisa diverifikasi secara independen.

Di tengah kekacauan militer, upaya diplomasi tetap berjalan, meski penuh ketegangan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, meski tidak muncul publik sejak cedera dalam serangan sebelumnya, kini semakin aktif dalam negosiasi. Namun, AS menegaskan tidak akan memberikan pelonggaran sanksi kecuali Iran bersedia menghentikan program nuklirnya. Presiden Donald Trump, sambil mengakui perundingan masih berlangsung, memperingatkan bahwa hasilnya tetap tidak pasti: “Kita tidak pernah tahu ke mana arahnya.”

Di sisi Iran, kepala negosiator Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa jika serangan Israel terhadap Lebanon berlanjut, Teheran siap meninggalkan meja perundingan dan beralih ke konfrontasi terbuka. Pernyataan itu disampaikan setelah pembicaraan dengan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, yang juga menghadapi tekanan dari kelompok Hezbollah.

Analisis dari Alan Eyre menunjukkan bahwa kesepakatan apa pun harus memberi manfaat nyata bagi kedua belah pihak. AS membutuhkan jaminan permanen terhadap ancaman nuklir Iran, sementara Teheran mendesak akses ke aset yang dibekukan dan pemulihan ekonomi. Penutupan Selat Hormuz — yang kini menjadi senjata ekonomi utama Iran — telah memicu goncangan global, membuat tekanan pada pasar minyak semakin mendesak.

Di wilayah Teluk, Kuwait dan Bahrain melaporkan intersepsi rudal dan drone, tetapi tidak ada korban atau kerusakan signifikan. CENTCOM menegaskan semua serangan Iran gagal, menyebut klaim IRGC sebagai “pembohongan”. Sementara itu, di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana besar senilai $20 miliar untuk memperkuat pertahanan di perbatasan utara, termasuk membangun sistem pertahanan udara dan infrastruktur hingga 7 km dari garis batas dengan Lebanon. Namun, kritik terhadapnya semakin keras. Banyak analis percaya operasi militer di Beirut sengaja diperluas untuk menggagalkan perundingan AS-Iran — sebuah tuduhan yang semakin dipertegas oleh tekanan diplomatik dari Washington.

Di Lebanon, serangan udara Israel menewaskan lima orang, termasuk seorang anak, dan melukai 45 lainnya di tiga kota selatan: Burj Shemali, Ebba, dan Tibnin. Korban sipil terus bertambah, memperdalam krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Di dalam negeri AS, senator Demokrat tak lagi menahan diri. Chris Van Hollen menyebut kebijakan luar negeri Trump sebagai “tumpukan sampah”, sementara Cory Booker menyalahkan perang ini sebagai “kesalahan besar yang seharusnya tidak pernah terjadi”, karena justru memberi Iran kekuatan tawar baru melalui blokade Selat Hormuz.

Dengan pertempuran berkecamuk di udara, laut, dan meja perundingan, kawasan Teluk kini berdiri di ambang kehancuran yang lebih besar — di mana setiap serangan, setiap pernyataan, dan setiap kegagalan negosiasi bisa menjadi pemicu konflik yang tak bisa lagi dikendalikan.

Previous articlePrabowo Copot Kepala BGN Usai Skandal Makanan Sekolah
Next articleGoogle Beri Webmaster Kendali Keluar dari Hasil Pencarian AI
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik