Home Berita Internasional Gelombang Panas Ekstrem Lumpuhkan Pasokan Air di Hungaria

Gelombang Panas Ekstrem Lumpuhkan Pasokan Air di Hungaria

Sumbawanews.com,- Rekor suhu 42 derajat Celsius di Kota Szecseny, Hungaria, memicu krisis air terparah dalam sejarah modern negara itu. Jaringan distribusi air yang sudah tua tak mampu menahan lonjakan permintaan akibat gelombang panas yang melanda sejak Senin, 29 Juni 2026. Di desa Szada, sekitar 25 kilometer barat laut Budapest, tiga perempat dari 6.600 penduduk kehilangan aliran air ledeng selama lebih dari 48 jam.

Warga harus berbaris di pinggir jalan, membawa sekantong botol dan wadah plastik untuk mengisi air dari mobil tangki yang dikerahkan pemerintah. Andras Arki, mahasiswa berusia 23 tahun, mengaku harus bolak-balik mengambil air hingga tiga kali sehari hanya untuk memenuhi kebutuhan minum keluarganya dan 10 ekor ayam peliharaan. “Ini bukan sekadar ketidaknyamanan. Ini soal bertahan hidup,” katanya.

Suhu di dalam rumah tetap menyengat meski pendingin ruangan dinyalakan penuh—hanya turun ke 27-28 derajat Celsius. Edina Fabian, 25, mengatakan ia dan pasangannya kini mandi di fasilitas umum yang dialihfungsikan dari lapangan olahraga. “Kami memakai air sesedikit mungkin. Bahkan mencuci piring dan menyiram toilet jadi kemewahan,” ujarnya.

Wali Kota Szada, Lajos Pinter, mengakui krisis ini belum pernah terjadi sebelumnya. Gangguan air sebelumnya hanya bersifat sementara dan terbatas di beberapa jalan. Kini, seluruh desa terdampak. Pemerintah lokal telah mengerahkan empat mobil tangki, sementara militer mendistribusikan ribuan kantong air berukuran setengah liter kepada lansia dan warga rentan yang tak bisa keluar rumah.

Perdana Menteri Peter Magyar memperingatkan bahwa infrastruktur air Hungaria berisiko kolaps jika konsumsi tidak dikendalikan. Ia mengimbau warga menunda aktivitas tak mendesak seperti mencuci mobil. Di tengah kepanikan, seorang warga asal Norwegia yang sedang berkunjung ke keluarganya di Szada menyampaikan kebingungan: “Mengapa menunggu sampai air habis? Kenapa tidak menghentikan layanan lebih awal?”

Di seluruh Hungaria, puluhan daerah telah memberlakukan pembatasan penggunaan air. Badan meteorologi nasional mencatat suhu 42 derajat Celsius sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah, melewati angka 41,9 derajat Celsius yang tercatat pada 2007. Pasokan air diperkirakan baru pulih pada Rabu, 1 Juli—tapi bagi banyak warga, kerusakan psikologis dan kebiasaan hidup baru telah terbentuk.

Previous articleBradley Barcola Cetak Gol, Arsenal Kian Serius Incar Pemain PSG
Next articlePrabowo Dianugerahi Medali Loka Praja Samrakshana oleh Kapolri