Sumbawanews.com,- Italia mengalami gelombang panas keempat musim ini, dengan suhu di 25 kota mencapai level peringatan merah—tingkat tertinggi—dan melampaui 40 derajat Celsius pada Senin, 3 Agustus 2026. Kementerian Kesehatan Italia menetapkan status darurat cuaca ekstrem untuk sebagian besar kota besar termasuk Roma, Milan, Florence, Napoli, dan Palermo, mengingat risiko serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi lansia dan kelompok rentan.
Otoritas setempat mengimbau warga dan wisatawan menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terpanas, menjaga asupan cairan, serta memeriksa kondisi tetangga tua. Cuaca kering yang berkepanjangan memperparah risiko kebakaran hutan, terutama di wilayah selatan, Sisilia, dan Sardinia, sementara petugas pemadam kebakaran tetap dalam siaga tinggi akibat angin kencang dan vegetasi sangat kering. Di sektor pertanian, kekeringan dan suhu tinggi menurunkan hasil panen, memicu stres pada ternak, dan mempercepat pematangan anggur di Piedmont, sehingga memajukan musim panen lebih awal dari biasanya.
Kekeringan parah juga mengancam cekungan Sungai Po, wilayah pertanian utama Italia, dengan debit sungai anjlok dan pasokan air minum di sejumlah kota utara terganggu. Otoritas setempat mengerahkan truk tangki untuk memasok air ke komunitas di Lombardy, sementara intrusi air laut di Delta Po mengancam lahan pertanian. Fisikawan atmosfer Lorenzo Giovannini dari Universitas Trento menegaskan bahwa perubahan iklim membuat gelombang panas semakin lama dan lebih intens, menjadikan suhu tinggi, kekeringan, dan kelangkaan air sebagai ciri baru musim panas di Italia.















