Sumbawanews.com,- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengonfirmasi bahwa data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang beredar di media sosial bukan berasal dari serangan siber terkini. Hasil analisis tim BSSN menunjukkan, informasi tersebut merupakan kumpulan data lama dari kebocoran sebelumnya yang dikumpulkan ulang dan disebarkan kembali oleh pihak tak bertanggung jawab. Deputi Bidang Keamanan Siber BSSN, Sulistyo, menjelaskan bahwa data yang beredar adalah hasil agregasi dari sumber-sumber terbuka dan insiden kebocoran masa lalu. Meski bukan kebocoran baru, BSSN menegaskan tidak menganggap remeh kasus ini dan terus berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta aparat penegak hukum untuk menelusuri pelaku penyebaran.
BSSN mengimbau masyarakat agar tidak membagikan ulang tangkapan layar atau potongan data pribadi siapa pun, termasuk pejabat publik, karena tindakan itu justru memperpanjang risiko penyalahgunaan. “Data pribadi tetaplah data pribadi, siapa pun pemiliknya. Setiap kali kita membagikannya ulang, kita ikut memperpanjang risikonya,” ujar Sulistyo, yang juga menjabat Ketua Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Pemerintah.
Untuk melindungi diri dari potensi penyalahgunaan data, BSSN memberikan sejumlah panduan praktis: rutin perbarui kata sandi, gunakan kata sandi unik untuk setiap akun, aktifkan autentikasi dua langkah, waspada terhadap upaya rekayasa sosial seperti phishing, hindari layanan cek data ilegal, dan jangan mempublikasikan informasi sensitif di media sosial.
BSSN menekankan, upaya perlindungan siber tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi, tetapi juga kewajiban bersama seluruh pengguna digital.















