Sumbawanews.com,- Fenomena langit langka bernama Super New Moon diprediksi terjadi pada 15 Juni 2026, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir rob yang bisa melanda hampir seluruh pesisir Indonesia. Peristiwa astronomis ini terjadi ketika Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee) tepat pada fase baru, memperkuat tarikan gravitasi yang berdampak signifikan pada pasang surut air laut.
BMKG memperkirakan, kenaikan muka air laut maksimum akibat fenomena ini akan berlangsung dalam periode 8 hingga 25 Juni 2026. Dalam laporan resminya, kondisi ini berpotensi memicu banjir rob—genangan air laut yang masuk ke daratan akibat pasang ekstrem—terutama di wilayah-wilayah dengan elevasi rendah dan infrastruktur pesisir yang rentan.
Wilayah yang berisiko tinggi mencakup pesisir Aceh hingga Papua Selatan, termasuk Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi Utara, hingga Maluku. Setiap lokasi memiliki pola pasang surut yang berbeda, sehingga waktu puncak banjir rob bisa bervariasi antar daerah.
“Masyarakat di pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama nelayan, petani tambak, dan penduduk permukiman dekat pantai,” ujar perwakilan BMKG. “Pemantauan rutin terhadap informasi pasang surut dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG sangat dianjurkan.”
Fenomena ini bukan sekadar peristiwa astronomi semata. Dalam konteks iklim dan perubahan lingkungan, Super New Moon menjadi pemicu alami yang bisa memperparah dampak banjir rob, terutama di kawasan yang sudah mengalami penurunan muka tanah dan kerusakan ekosistem pesisir seperti mangrove. BMKG menekankan bahwa antisipasi dini—mulai dari pemantauan cuaca, penguatan tanggul, hingga evakuasi terencana—adalah kunci untuk meminimalkan kerugian sosial dan ekonomi.
Peringatan ini sejalan dengan tren tahunan di mana fenomena astronomi seperti Super New Moon dan Supermoon sering menjadi katalisator banjir rob, terutama saat bertemu dengan kondisi cuaca buruk atau angin kencang dari laut. Pada Juni 2026, kombinasi faktor ini berpotensi menciptakan gelombang pasang yang lebih tinggi dari rata-rata historis.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan informasi dari stasiun BMKG terdekat, serta memastikan persiapan darurat seperti penyimpanan barang penting, kesiapan evakuasi, dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dengan langkah proaktif, dampak banjir rob yang dipicu oleh kekuatan alam ini bisa ditekan, meski tak bisa dihindari sepenuhnya.
Fenomena ini juga menjadi bagian dari rangkaian peristiwa langit Juni 2026, yang termasuk Strawberry Moon dan hujan meteor, menandai bulan yang penuh dengan keajaiban alam—sekaligus tantangan bagi ketahanan pesisir Indonesia.

















