Home Berita Olah Raga Ronaldo Kwateh Teriak Gaji Tertunggak Tiga Bulan, Semen Padang Kembali Diterpa Skandal...

Ronaldo Kwateh Teriak Gaji Tertunggak Tiga Bulan, Semen Padang Kembali Diterpa Skandal Keuangan

Sumbawanews.com,- Semen Padang kembali menjadi sorotan setelah sejumlah mantan pemainnya mengungkapkan tuntutan atas gaji yang belum dibayarkan hingga tiga bulan setelah kontrak berakhir. Ronaldo Kwateh, pemain berusia 21 tahun yang pernah membela Kabau Sirah di musim Super League 2025/2026, menjadi salah satu yang pertama bersuara melalui Instagram Story pada Senin, 29 Juni 2026.

“Per tanggal 1 Juni 2026, kontrak kami sebagai pemain Semen Padang FC telah berakhir. Kami telah menjalankan seluruh kewajiban hingga kompetisi selesai. Namun hingga hari ini, masih ada tiga bulan gaji yang belum dibayarkan—terlambat tujuh bulan sejak jatuh tempo,” tulis Ronaldo dalam unggahan itu.

Tidak hanya Ronaldo, mantan rekan satu timnya, Irsyad Maulana dan Dimas Roni, juga mengonfirmasi mengalami hal serupa. Keduanya mengaku masih menunggu pembayaran gaji selama dua bulan yang menjadi hak mereka. Semua pemain tersebut telah menyelesaikan kewajiban profesional mereka, termasuk tampil hingga laga terakhir musim kompetisi, namun hingga kini tidak ada tanda-tanda penyelesaian dari manajemen klub.

Kasus ini bukan yang pertama kali terjadi di Semen Padang. Sebelumnya, klub berbasis Padang itu pernah dikenal karena keterlambatan pembayaran gaji pemain, yang sempat memicu protes dari para atlet dan memicu perhatian dari asosiasi sepak bola. Namun, kali ini, kekecewaan para pemain tidak lagi disampaikan secara tertutup—mereka memilih membuka keluhan secara publik, memperparah citra klub yang sedang berupaya membangun kembali struktur tim menjelang musim Championship 2026/2027.

Ketidakjelasan keuangan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang tata kelola klub sepak bola di Indonesia, terutama di level Liga 1. Meski Semen Padang dikabarkan tengah gencar merekrut pemain baru dan memperkuat skuad, fakta bahwa gaji pemain lama masih tertunggak justru menggambarkan ketidakstabilan finansial yang berlarut-larut.

Para mantan pemain berharap manajemen segera menyelesaikan masalah ini, bukan hanya sebagai kewajiban hukum, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka selama musim kompetisi. Tanpa kepastian pembayaran, kepercayaan antara klub dan pemain terus terkikis—dan di tengah upaya membangun sepak bola Indonesia yang lebih profesional, skandal semacam ini justru menjadi batu sandungan terbesar.

Previous articleNeymar Siap Bertahan 200 Menit Lawan Jepang di 32 Besar Piala Dunia
Next articleBrasil Siapkan Neymar Lawan Jepang, Ancelotti Masih Hitung Risiko