Home Berita Internasional Misteri Kematian Bocah Gaza Terkuak Setelah Israel Akui Tembak Mobil

Misteri Kematian Bocah Gaza Terkuak Setelah Israel Akui Tembak Mobil

Sumbawanews.com,- Pada 29 Januari 2024, sekitar pukul 19.30 waktu setempat, Hind Rajab, bocah berusia lima tahun, tewas setelah mobil yang ditumpanginya bersama delapan anggota keluarganya ditembak hingga berlubang oleh pasukan Israel di Gaza City. Keluarganya sedang mengikuti perintah evakuasi Israel saat kendaraan Kia hitam yang mereka tumpangi diserang dengan lebih dari 300 peluru. Semua anggota keluarga tewas, kecuali Hind, yang masih hidup dalam kondisi kritis hingga hubungan telepon terakhirnya dengan paramedis Bulan Sabit Merah Palestina terputus. Setelah dua tahun menyangkal keterlibatan, militer Israel akhirnya mengakui bahwa pasukannya menembaki kendaraan itu dan membuka penyelidikan kriminal atas kejadian tersebut.

Penyelidikan itu juga mencakup dugaan kegagalan koordinasi dalam pergerakan ambulans dan kasus kematian 15 tenaga medis Palestina pada Maret 2025. Namun, militer Israel menolak membuka penyelidikan kriminal terhadap tiga serangan lain yang menewaskan tujuh pekerja bantuan dari World Central Kitchen dan satu pengemudi Palestina pada April 2024—padahal kendaraan mereka jelas bertanda dan telah membagikan koordinatnya kepada militer Israel. Organisasi itu mengecam keputusan itu sebagai upaya mengaburkan fakta dan mengalihkan tanggung jawab.

Nenek Hind, yang juga bernama Hind Rajab, menolak kepercayaan pada proses hukum Israel. Ia menyerukan penyelidikan internasional untuk mengungkap kebenaran dan meminta pertanggungjawaban atas kematian cucunya serta ribuan anak lainnya di Gaza. Presiden Hind Rajab Foundation, Dyab Abou Jahjah, menegaskan bahwa sistem peradilan Israel tidak bisa dipercaya bukan karena sikap ideologis, melainkan karena rekam jejaknya yang konsisten melindungi pelaku kejahatan terhadap warga sipil Palestina.

Investigasi Al Jazeera pada 2024 menyimpulkan bahwa tank Israel berada hanya 13 hingga 23 meter dari mobil—jarak yang memungkinkan tentara melihat jelas bahwa kendaraan itu berisi warga sipil, termasuk anak-anak. Kisah terakhir Hind yang meminta pertolongan melalui telepon tersebar luas di media sosial, memicu gelombang kecaman internasional dan menjadi dasar film docu-drama yang dinominasikan Oscar 2026 untuk kategori film internasional terbaik. Warga Palestina di Gaza tetap skeptis: mereka tidak percaya penyelidikan ini akan membawa keadilan.

Previous articleWapres Gibran Ajak Mahasiswa UI Bantu Trauma Healing Korban Gempa NTT
Next articleRachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum Lolos ke Perempat Final Dunia 2026 Usai Lawan Mundur