Home Berita Internasional Pasukan AS Tarik Diri dari Irak, Iran Sebut Kemenangan Strategis

Pasukan AS Tarik Diri dari Irak, Iran Sebut Kemenangan Strategis

Sumbawanews.com,- Setelah 23 tahun berada di Irak, pasukan Amerika Serikat secara resmi menarik diri dari pangkalan-pangkalan terakhir mereka pada Rabu, 30 September 2026. Penarikan ini dirayakan oleh Iran dan kelompok-kelompok milisi pro-Iran sebagai kemenangan strategis atas kehadiran militer asing yang selama dekade terakhir menjadi penghalang bagi pengaruh Teheran di Irak.

Invasi AS ke Irak pada 2003, yang dipimpin Presiden George W. Bush dan didukung Perdana Menteri Inggris Tony Blair, didasarkan pada klaim palsu bahwa Irak memiliki senjata pemusnah masal. Perang itu menewaskan sekitar 600 ribu hingga satu juta warga Irak dan 4.500 tentara AS, sekaligus memicu munculnya kelompok ISIS yang berasal dari mantan anggota militer Irak. Penarikan pasukan AS, yang disepakati pada 2024 di bawah pemerintahan Joe Biden dan dilaksanakan di masa pemerintahan Donald Trump, dinilai para analis sebagai peluang besar bagi Iran untuk memperluas pengaruhnya dalam keamanan dan politik Irak.

Jasim al-Bahadli, analis keamanan Irak yang fokus pada kelompok Syiah pro-Iran, menyatakan bahwa hilangnya kehadiran militer AS menghapus penyeimbang utama yang selama ini menahan ekspansi pengaruh Teheran. Abu Mojtaba al-Yasiri, komandan Islamic Resistance in Iraq, menyebut penarikan itu sebagai “kemenangan bersejarah bagi perlawanan Islam Irak” dan “kekalahan telak bagi agenda Amerika”. Ia menegaskan bahwa kedaulatan Irak tidak dijamin oleh pasukan asing, melainkan oleh tekad rakyatnya sendiri.

Dengan kepergian pasukan AS, kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran berencana memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi mereka dalam pengambilan keputusan keamanan nasional Irak.

Previous articleVenus Williams Kembali Berlaga, Berduet dengan Janice Tjen di Guangzhou Open 2026
Next articlePuluhan Desa di Jateng Kekeringan, Ribuan Warga Kehabisan Air Bersih