Sumbawanews.com,- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan puluhan desa di Jawa Tengah mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino, mengakibatkan ribuan warga kekurangan pasokan air bersih. Hingga Senin, 28 September 2026, tiga kabupaten—Pati, Sragen, dan Pemalang—menjadi yang paling terdampak, dengan total 3.896 jiwa di Pati, 7.224 jiwa di Sragen, dan 23 desa di sembilan kecamatan di Pemalang tercatat mengalami krisis air. Di Pati, 15 desa di tujuh kecamatan terdampak, dengan 1.131 kepala keluarga tercatat sebagai penerima bantuan air bersih sebanyak 94.000 liter yang didistribusikan BPBD pada hari yang sama. Di Sragen, 12 desa di lima kecamatan mengalami dampak serupa, dengan 9 tangki air atau 41.000 liter disalurkan untuk 2.298 kepala keluarga. Di Pemalang, kekeringan melanda 23 desa di sembilan kecamatan, meliputi Belik, Bawang, Pulosari, Watukumpul, Bantarbolang, Randudongkal, Bodeh, Warungpring, dan Cilongok, meski jumlah distribusi air belum disebutkan secara rinci dalam laporan.















