Sumbawanews.com,- New York – Kylian Mbappe menyamai catatan legenda sepak bola dunia Lionel Messi sebagai pencetak gol terbanyak di fase gugur Piala Dunia setelah membawa Prancis melaju ke babak 16 besar dengan kemenangan telak 3-0 atas Swedia di Stadion New York New Jersey, Rabu (1/7/2026) WIB.
Dua gol yang dicetak pemain Real Madrid itu tidak hanya menentukan hasil laga, tetapi juga mengukir sejarah. Gol pertama lahir di menit ke-45, hasil dari aksi individu memukau yang memanfaatkan kecepatan dan kepiawaian teknisnya untuk melewati dua lawan sebelum melepaskan tembakan akurat ke pojok gawang. Gol kedua datang di babak kedua, memperkuat dominasi Les Bleus dan mengunci kemenangan yang menentukan.
Dengan dua gol tersebut, Mbappe mengumpulkan sembilan gol dalam fase gugur Piala Dunia—melewati rekor bersama legenda Brasil Leonidas dan Ronaldo yang selama ini menjadi patokan. Kini, ia berada di posisi sama dengan Messi, yang juga mencetak sembilan gol di putaran eliminasi sepanjang kariernya di ajang empat tahunan itu.
Laga ini juga menjadi momen emosional bagi pelatih Prancis, Didier Deschamps. Ini pertama kalinya ia kembali memimpin tim dari pinggir lapangan sejak absen di laga terakhir fase grup melawan Norwegia, karena harus menghadiri pemakaman ibunya di Eropa. Kepulangan Deschamps tidak hanya membawa kekuatan strategis, tetapi juga semangat moral yang terasa jelas dalam permainan timnya.
Mbappe, yang baru berusia 27 tahun, kini menjadi figur sentral dalam perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Dengan delapan gol di seluruh turnamen, ia memimpin daftar pencetak gol terbanyak, mengungguli sejumlah penyerang top dunia lainnya yang masih terpaut satu atau dua gol di belakang.
Catatan pencapaian Mbappe bukan sekadar angka. Ia menjadi pemain pertama sejak Messi di Piala Dunia 2014 yang mampu mencetak dua gol dalam satu laga fase gugur secara beruntun, sekaligus menunjukkan bahwa generasi baru telah siap mengambil tampuk kepemimpinan di panggung sepak bola global.
Dengan Prancis melangkah ke babak 16 besar, pertanyaannya kini bukan lagi apakah Mbappe bisa mengejar rekor Messi, tapi seberapa jauh ia mampu membawa Prancis menuju gelar juara—dan mengukir namanya dalam sejarah sebagai salah satu penyerang terhebat yang pernah menghiasi Piala Dunia.















