Home Berita Internasional Lima Pasien Sembuh dari Ebola Langka di Kongo Timur

Lima Pasien Sembuh dari Ebola Langka di Kongo Timur

Sumbawanews.com,- Lima pasien berhasil sembuh dari strain Ebola Bundibugyo yang langka dan mematikan, sebuah terobosan penting di tengah wabah yang masih mengancam Kongo Timur. Pengumuman ini disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Minggu (31/5), saat meresmikan pusat perawatan baru di Bunia, Provinsi Ituri.

Empat pasien dipulangkan pada hari yang sama, sementara satu pasien lain telah kembali ke keluarganya dua hari sebelumnya. Ini adalah kasus pemulihan terdokumentasi pertama dari infeksi Ebola Bundibugyo dalam wabah saat ini — sebuah kabar harapan di tengah kenyataan bahwa virus ini belum memiliki vaksin atau pengobatan resmi yang disetujui.

Tedros menekankan bahwa meskipun tidak ada terapi khusus, pemulihan tetap mungkin terjadi jika pasien segera mendapat perawatan medis. “Kuncinya adalah datang lebih awal. Ketika gejala muncul, segera ke fasilitas kesehatan. Anda bisa sembuh,” ujarnya di hadapan petugas medis dan warga setempat.

Data WHO menunjukkan, hingga saat ini, tercatat 906 kasus suspek dan 223 kematian di Republik Demokratik Kongo. Di Uganda, tetangga yang juga terdampak, sembilan kasus dan satu kematian telah dikonfirmasi. Namun, laju penularan masih jauh melampaui respons kemanusiaan. Médecins Sans Frontières (MSF) menyatakan, meski fasilitas kesehatan kini lebih terstruktur dan bantuan mulai mengalir, upaya itu belum cukup untuk mengejar penyebaran virus yang cepat dan tak terduga.

MSF mendesak perluasan pengujian massal, percepatan penempatan tenaga medis, serta jaminan pasokan medis yang berkelanjutan. Di sisi lain, Tedros menegaskan bahwa penanganan wabah tidak bisa hanya bergantung pada rumah sakit. “Kita butuh komunitas. Setiap orang harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.

Wabah Ebola Bundibugyo, yang pertama kali ditemukan di Uganda pada 2007, dikenal memiliki tingkat fatalitas lebih rendah dibanding strain Zaire, namun tetap sangat menular dan sulit dideteksi dini. Kombinasi antara ketidakstabilan keamanan di Kongo Timur, keterbatasan infrastruktur kesehatan, dan kepercayaan masyarakat yang masih rendah terhadap sistem medis menjadi tantangan besar.

Namun, keberhasilan kelima pasien ini menjadi bukti nyata bahwa virus ini bisa dikalahkan — bukan hanya dengan obat, tapi dengan kesadaran, kecepatan respons, dan keberanian masyarakat untuk mencari pertolongan sejak dini.

Previous articleRyamizard, Sang Pemimpin yang Wakafkan Jiwa Raga untuk Bangsa
Next articleVisa Tertunda, Bafana Bafana Terlambat Berangkat ke Meksiko
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik