Sumbawanews.com,- Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, telah menyiapkan skenario khusus untuk menghadapi kemungkinan pertandingan melawan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 berakhir dengan adu penalti. Dengan pengalaman pahit tersingkir dari Kroasia lewat adu penalti di Piala Dunia 2022, Moriyasu memutuskan tidak mengandalkan keinginan pemain secara sukarela—melainkan akan menentukan urutan penendang secara langsung.
Duel sengit antara Samurai Biru dan Seleção di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026), diprediksi akan berlangsung ketat. Kedua tim sama-sama mengincar tiket ke babak 16 besar, namun Jepang menghadapi tantangan tambahan: kehilangan winger andalan Takefusa Kubo yang masih dalam proses pemulihan cedera. Moriyasu mengonfirmasi bahwa pemain berusia 23 tahun itu tidak berpartisipasi dalam latihan kelompok dan hanya melakukan sesi individu, sehingga dipastikan absen pada laga krusial tersebut.
Meski demikian, Moriyasu tetap menegaskan kepercayaan timnya untuk mengejutkan tuan rumah. “Kami percaya bisa menang. Kami yakin punya peluang, bahkan di laga ini,” ujarnya. Ia juga tak keberatan disebut sebagai kuda hitam, justru memandang label itu sebagai motivasi untuk tampil lebih bebas dan tanpa tekanan.
Selain strategi penalti, Moriyasu juga menyadari perbedaan ritme istirahat—Jepang memiliki satu hari lebih sedikit untuk pulih dibanding Brasil sebelum laga. Namun, ia meyakini kedisiplinan dan kekompakan tim bisa menutupi kekurangan fisik. Dengan pendekatan baru yang lebih terstruktur dan mental yang lebih tenang, Jepang siap menghadapi tantangan terberat mereka di Piala Dunia 2026.















