Sumbawanews.com,- Tim penyelamat Tiongkok berhasil mencapai kompleks penyeberangan perbatasan Gyirong di Tibet, yang hancur akibat tanah longsor, untuk pertama kalinya sejak bencana terjadi. Sebanyak 21 petugas bersama seekor anjing pelacak menembus jalur pegunungan yang terputus, setelah longsor yang dipicu runtuhnya gletser di kawasan Himalaya memutus akses darat. Bencana ini menewaskan 616 orang di Nepal dan tujuh orang di Tibet, sementara 558 orang dinyatakan hilang di Gyirong, termasuk sekitar 540 warga asing.
Di Nepal, korban tewas mencapai 616 orang dengan 1.924 orang masih hilang, sementara di wilayah Tibet, selain tujuh korban jiwa, 558 orang lainnya belum ditemukan. Kerusakan infrastruktur parah—ratusan jembatan hancur dan puluhan kilometer jalan rusak—menghambat upaya evakuasi dan pencarian. Helikopter militer dan tim SAR terus dikerahkan di kedua sisi perbatasan, terutama di Distrik Nuwakot dan sepanjang Sungai Trishuli, tempat banjir bandang dan lumpur menerjang permukiman hingga setinggi beberapa lantai. Sebagian besar korban hilang adalah wisatawan asing dari India, Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada yang sedang berada di kawasan pegunungan yang populer sebagai rute pendakian dan peziarahan.
Pencarian terus berlanjut di tengah medan yang ekstrem dan cuaca tidak menentu, dengan petugas menggunakan alat berat dan anjing pelacak untuk menelusuri puing-puing yang menutupi area permukiman. Di Gyirong, akses yang baru saja dibuka memungkinkan tim Tiongkok mulai melakukan pendataan dan evakuasi darurat, meski sumber daya tetap terbatas.















