Sumbawanews.com,- Sebuah longsoran es raksasa yang terlepas dari gletser di Pegunungan Himalaya diduga menjadi penyebab utama banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal pada Rabu, 26 Agustus 2026. Ilmuwan dari berbagai negara menganalisis citra satelit dan data getaran seismik yang menunjukkan bongkahan es setebal 610 meter terlepas dari ketinggian 5.180 meter, lalu jatuh hampir 1.220 meter ke dasar lembah, menghancurkan es menjadi aliran air dan puing yang bergerak cepat. Peristiwa ini terjadi sekitar 64 kilometer utara Kathmandu, dengan aliran menuju Sungai Bhote Koshi di perbatasan Nepal dan Tibet. Para ahli, termasuk Daniel Shugar dari University of Calgary dan Simon Cook dari University of Dundee, menyatakan energi yang dilepaskan setara dengan gempa magnitudo 5,2, jauh lebih besar dari getaran awal yang salah dikira sebagai gempa bumi. Meski longsoran es menjadi faktor utama, para ilmuwan memperingatkan bahwa volume air yang teramati dalam banjir mencapai sepuluh kali lebih besar dari kejadian serupa sebelumnya, sehingga kemungkinan ada faktor lain yang turut berperan, termasuk pencairan gletser akibat perubahan iklim yang mempercepat kerapuhan es di kawasan Himalaya yang memanas pesat.















