Sumbawanews.com,- PT Liga Utama Indonesia (LUI) resmi diluncurkan sebagai operator mandiri kasta kedua Liga Indonesia, Divisi Championship, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa di Jakarta, Senin (24/8). Perusahaan ini merupakan anak perusahaan PT Liga Indonesia Baru (LIB), dengan struktur kepemilikan saham 50 persen dimiliki oleh LIB dan 50 persen lainnya dibagi rata di antara 20 klub peserta Divisi Championship. Ferry Paulus tetap menjabat sebagai Direktur Utama, sementara Sadikin Aksa ditunjuk sebagai Komisaris Utama dan Amir Burhanuddin dari Deltras FC menjadi Komisaris Independen. Peluncuran PT LUI merupakan tindak lanjut dari keputusan Kongres PSSI 2023 yang menargetkan pemisahan entitas bisnis antara Super League dan Championship untuk memperjelas akuntabilitas keuangan dan pengelolaan liga.
PT LUI tidak hanya mengelola Divisi Championship, tetapi juga mengawasi Elite Pro Academy (EPA), menandai langkah strategis dalam membangun ekosistem sepak bola berjenjang. Dengan struktur kepemilikan yang terpisah dari LIB—yang sebelumnya didominasi 99 persen klub Super League dan 1 persen PSSI—PT LUI diharapkan mampu memberikan kemandirian finansial dan operasional bagi klub-klub di kasta kedua. Budiman Dalimunthe, General Manager I.League, menegaskan bahwa pemisahan ini akan memperjelas pembagian keuntungan, dividen, maupun kerugian, sehingga tidak lagi tercampur dengan manajemen liga tertinggi.
Jadwal kompetisi Divisi Championship 2026/2027 telah ditetapkan, dengan laga pembuka antara PSIS Semarang melawan PSPS Pekanbaru di Stadion Jatidiri, Semarang, pada 11 September 2026. Kompetisi akan berlangsung hingga 9 Mei 2027, diikuti 20 tim yang dibagi ke dalam dua grup masing-masing 10 tim. Juara masing-masing grup otomatis promosi ke Super League 2027/2028, sementara runner-up dari kedua grup akan bertarung dalam play-off promosi untuk menentukan satu tiket tambahan ke kasta tertinggi.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam reformasi sepak bola Indonesia, yang semakin menekankan profesionalisme, transparansi, dan kemandirian manajemen liga di semua level.















