Sumbawanews.com,- Situs CyberLeek resmi ditutup setelah Take-Two Interactive mengambil langkah hukum terhadap penyebaran materi bocoran Grand Theft Auto 6. Penghapusan situs tersebut, yang menjadi pusat distribusi video gameplay GTA 6, terjadi pada 24 Agustus 2026, menyusul permintaan resmi Take-Two kepada Microsoft dan Discord untuk mengungkap identitas pelaku kebocoran. Kanal Telegram terkait CyberLeek juga ikut tak bisa diakses. Meski demikian, kebocoran materi GTA 6 belum berhenti, karena konten yang telah tersebar masih dapat disalin dan dibagikan ulang di luar platform resmi CyberLeek.
Perusahaan induk Rockstar Games itu sebelumnya telah mengajukan permintaan hukum kepada platform digital untuk mengakses data pengguna yang terlibat dalam penyebaran build game yang masih dalam tahap pengembangan. Beberapa rekaman yang bocor menunjukkan tampilan gameplay GTA 6 yang diduga berasal dari versi internal yang bisa dimainkan. CyberLeek juga pernah mengeluarkan manifesto yang menolak praktik pre-order digital dan mempertanyakan model distribusi game modern, meski motif di balik kebocoran tetap dipertanyakan karena dikaitkan dengan promosi mata uang kripto.
Kebocoran ini terjadi menjelang peluncuran acara resmi “GTA 6: An Extended Look” pada 27 Agustus 2026, dan rilis resmi game yang dijadwalkan pada 19 November 2026. Penutupan CyberLeek dianggap sebagai langkah signifikan, tetapi belum menghentikan penyebaran konten bocoran di luar jangkauan hukum perusahaan.















