Sumbawanews.com,- Presiden China Xi Jinping menyerukan pendirian negara Palestina yang berdaulat segera terwujud, dalam pertemuan dengan Raja Abdullah II dari Yordania di Beijing. Ia menyebut masalah Palestina sebagai isu inti di Timur Tengah dan mendesak dimulainya kembali perundingan damai antara Palestina dan Israel. Seruan ini disampaikan berdasarkan ringkasan resmi pertemuan yang dirilis oleh radio pemerintah China, yang menegaskan dukungan Beijing terhadap solusi politik berdasarkan pengakuan internasional terhadap negara Palestina.
Pernyataan Xi muncul di tengah ketegangan yang memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa ia tidak akan mengizinkan berdirinya negara Palestina di Gaza maupun Tepi Barat selama ia masih menjabat. Netanyahu menyatakan hal itu sebagai respons terhadap pernyataan Mansour Abbas, pemimpin Partai Arab Bersatu, yang menyatakan bahwa Palestina sudah ada sebagai negara dan diakui sebagian besar dunia. Abbas mendesak Israel dan Amerika Serikat untuk segera mengakui kedaulatan Palestina.
Netanyahu menggunakan istilah “Yudea dan Samaria” untuk merujuk pada wilayah pendudukan, dan menekankan penolakannya terhadap negara Palestina yang dikendalikan Iran. Pernyataannya dilontarkan menjelang pemilihan Knesset pada 27 Oktober, di mana jajak pendapat menunjukkan penurunan signifikan dukungan terhadap partai Likud miliknya, yang diprediksi hanya akan memperoleh 20 kursi dari 32 kursi saat ini, jauh di bawah ambang batas 61 kursi untuk membentuk pemerintahan.















