Sumbawanews.com,- Jakarta – Di tengah gempuran isu perubahan iklim, seorang perempuan dari Nusa Tenggara Barat berdiri di garis depan perjuangan transisi energi nasional. Mirah M Fahmid, Anggota DPD RI yang juga peneliti ekonomi dari INDEF, tak hanya menjadi suara pengawas kebijakan—ia adalah arsitek pemikiran yang menuntut kesiapan sistemik menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
Dalam wawancara eksklusif bersama detikcom dalam program *Sekar Agni Negeri*, Mirah menegaskan: target NZE bukanlah janji jangka panjang yang bisa ditunda. “Kalau kita bilang ‘masih 30 tahun lagi’, itu pernyataan salah besar,” ujarnya tegas. Menurutnya, masa transisi energi bukanlah fase yang bisa diabaikan karena terasa jauh. Ia adalah titik balik yang menentukan apakah Indonesia akan menjadi pelopor atau penonton dalam revolusi hijau global.
Ia menekankan, energi bersih bukan sekadar urusan Kementerian ESDM atau pembangunan pembangkit listrik tenaga surya. “Ini soal pilar lingkungan, sosial, dan ekonomi yang saling terkait,” katanya. Kebijakan transisi harus memperhatikan nasib masyarakat di daerah—terutama yang bergantung pada energi fosil. Tanpa perencanaan yang adil, upaya mengurangi emisi justru bisa memicu pengangguran massal dan ketimpangan sosial.
Sebagai anggota Komite II DPD yang membidangi sumber daya alam dan energi, Mirah aktif mendorong pemerintah daerah, khususnya NTB, untuk menyusun peta jalan *green jobs*. Ia percaya, generasi muda harus dipersiapkan sejak sekarang untuk mengisi lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan ekonomi sirkular. “Kita tidak bisa menunggu teknologi datang. Kita harus menciptakan kapasitas manusianya dulu.”
Kiprah Mirah bukan sekadar pidato di ruang sidang. Ia membawa data riset, pengalaman lapangan, dan kepekaan sosial ke setiap diskusi kebijakan. Dengan pendekatan berbasis bukti, ia menolak solusi instan yang mengabaikan konteks lokal. Baginya, keberhasilan NZE 2060 bukanlah soal berapa banyak panel surya yang terpasang, tapi seberapa banyak masyarakat yang bisa bergerak bersama—tanpa ada yang tertinggal.
Melalui *Sekar Agni Negeri*, detikcom mengangkat kisah-kisah perempuan Indonesia yang bekerja diam-diam di balik layar pembangunan berkelanjutan. Mirah M Fahmid adalah salah satunya: seorang senator yang tidak hanya mewakili daerah, tapi juga masa depan.
Program ini terus menghadirkan narasi-narasi inspiratif dari berbagai bidang, melalui wawancara langsung di *detikPagi* dan *detikSore*, yang dapat disaksikan secara daring di platform digital detikcom.
*(prf/ega)*

















