Sumbawanews.com,- Kemenangan Paris Saint-Germain atas Arsenal dalam final Liga Champions 2026 berubah menjadi malapetaka ketika perayaan para suporter memicu kerusuhan masif di seluruh Prancis. Sebanyak 780 orang ditangkap, termasuk 457 yang ditahan secara resmi, setelah aksi kekerasan, penjarahan, dan bentrokan dengan aparat terjadi di 71 kota—dari ibu kota Paris hingga daerah-daerah terpencil.
Presiden Prancis Emmanuel Macron langsung merespons dengan tegas. Dalam pertemuan dengan para pemain PSG di Istana Élysée, ia menyebut adegan kekerasan yang merebak sepanjang malam sebagai “tindakan yang tidak dapat diterima.” “Itu bukan sepak bola. Itu bukan olahraga. Itu bukan hal yang kita cintai,” tegas Macron, menekankan bahwa kebanggaan nasional atas gelar juara harus tetap terjaga dari noda kekacauan.
Kerusuhan dimulai setelah PSG menang 4-3 lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu di Budapest. Di Paris, kerumunan besar memadati Champ-de-Mars, lokasi parade kemenangan, hingga memicu bentrokan dengan polisi yang terpaksa menggunakan semprotan merica untuk membubarkan massa. Di sekitar Stadion Parc des Princes, puluhan orang tanpa tiket berusaha menerobos pintu masuk, memicu desak-desakan dan kepanikan.
Kepolisian Paris, Laurent Nunez, mengonfirmasi bahwa kerusuhan dipicu oleh kelompok suporter radikal yang sengaja melemparkan kembang api dan suar ke arah petugas. Di tengah kekacauan, kelompok kriminal memanfaatkan keramaian untuk melakukan penjarahan di sekitar 15 kota. Tujuh anggota kepolisian terluka, termasuk satu petugas yang mengalami cedera serius di Agen.
Meski PSG merayakan gelar kedua berturut-turut di kompetisi paling bergengsi Eropa, pemerintah Prancis memilih fokus pada pemulihan ketertiban. Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau dan seluruh jajaran keamanan mendapat apresiasi dari Macron atas respons cepat mereka. Namun, pertanyaan besar kini menggantung: apakah perayaan olahraga bisa tetap menjadi simbol persatuan, atau justru menjadi ajang bagi kekerasan terorganisir untuk muncul di balik sorak-sorai?















