Home Berita Internasional Drone Logistik AS Berubah Jadi Senjata Mematikan

Drone Logistik AS Berubah Jadi Senjata Mematikan

Sumbawanews.com,- Washington — Angkatan Darat Amerika Serikat berhasil mengubah drone logistik biasa menjadi platform serang yang mematikan. Dalam uji coba di Fort Rucker, Alabama, militer AS berhasil mengintegrasikan sistem peluncur roket berpemandu ke dalam Tactical Resupply Vehicle (TRV) 150—drone pengangkut yang selama ini hanya digunakan untuk mengirim amunisi, obat-obatan, dan perbekalan ke medan perang yang sulit dijangkau.

Sistem senjata yang dipasang adalah Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS), teknologi peluncur roket kaliber 70 milimeter yang sebelumnya hanya digunakan pada helikopter serang Apache. Dengan modifikasi ini, TRV 150 kini mampu melepaskan tiga roket sekaligus, memberikan kekuatan tembak presisi kepada satuan taktis tingkat bawah yang selama ini tidak memiliki akses ke kekuatan udara bersenjata.

Inisiatif ini bukan hasil permintaan resmi militer, melainkan inisiatif swasta. Perusahaan Survice Engineering, mitra industri pertahanan, membiayai sendiri pengembangan teknologi ini demi membuktikan potensi operasionalnya. “Biasanya industri menunggu persyaratan dari pemerintah. Di sini, kami melihat peluang dan bertindak,” ujar Clark Dutterer, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Survice Engineering, seperti dikutip Defense News.

TRV 150, yang mampu mengangkut hingga 68 kilogram muatan, dikenal sebagai “truk di langit” karena operasinya yang otomatis. Prajurit cukup memasukkan koordinat tujuan, lalu drone akan terbang, mengirimkan muatan, dan kembali ke pangkalan tanpa intervensi manusia. Kini, dengan tambahan senjata, ia tidak lagi sekadar pengirim logistik—tapi juga penyerang yang bisa muncul tiba-tiba di garis depan.

Proyek ini telah dikembangkan sejak Januari 2025. Uji coba pertama dengan peluncur tunggal berhasil dilakukan pada Mei 2026, diikuti oleh uji coba terbaru dengan tiga peluncur yang menunjukkan kemampuan tembak yang lebih akurat dan efektif. Jika dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini bisa mengubah taktik perang modern: pasukan kecil bisa mendapatkan kekuatan serang udara yang murah, cepat, dan tidak memerlukan dukungan pesawat tempur besar atau helikopter yang rentan terhadap pertahanan udara lawan.

Pentagon melihat ini sebagai langkah strategis untuk memperluas dominasi udara tanpa meningkatkan biaya operasional. Dengan drone logistik yang kini bisa berubah jadi senjata, AS tidak hanya memperkuat daya tempur—tapi juga merevolusi definisi dari apa yang disebut “platform militer”.

Previous articleIsrael Masuk Daftar Hitam PBB atas Kekerasan Seksual terhadap Tahanan Palestina
Next articlePenikaman di Stasiun Swiss, Tiga Korban Terluka
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik