Home Berita Internasional Israel Serang Beirut, Pemukiman Warga Sipil Terdampak

Israel Serang Beirut, Pemukiman Warga Sipil Terdampak

Rescue workers and local residents inspect the damage to a building following an Israeli air strike in the Choueifat area, south of Beirut on the outskirts of the capital’s southern suburbs, on May 28, 2026. A Lebanese military source told AFP that an Israeli strike hit an apartment south of Beirut on May 28, shortly after Israel's military said it launched a strike on the capital. The Israeli military said it launched an airstrike on the Lebanese capital Beirut after earlier strikes on the country's south killed at least 12 people, including two children, and wounded 21 others. (Photo by Ibrahim AMRO / AFP)

Sumbawanews.com,- Asap tebal membubung tinggi di atas kawasan selatan Beirut setelah serangan udara Israel menghantam sebuah gedung apartemen pada Rabu, 28 Mei 2026. Menurut pejabat militer Lebanon, serangan itu menghancurkan unit hunian tempat tinggal keluarga sipil, menewaskan sejumlah orang dan melukai lainnya. Militer Israel mengonfirmasi operasi tersebut, menyatakan targetnya adalah fasilitas militer Hezbollah yang bersembunyi di dalam kompleks perumahan—sebuah klaim yang belum bisa diverifikasi secara independen.

Kerusakan parah terlihat di lokasi kejadian, dengan puing-puing berserakan dan jendela-jendela pecah hingga beberapa blok jauhnya. Warga yang menyaksikan kejadian itu berlarian panik, sementara tim penyelamat bekerja keras di bawah debu dan asap untuk mengevakuasi korban. Pihak berwenang Lebanon mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak, mengecam serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

Di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel, serangan ini menjadi yang paling mematikan sejak gencatan senjata sementara pada awal tahun. Pemerintah Lebanon menegaskan bahwa tidak ada keberadaan senjata atau personel militer di lokasi yang diserang, dan menuduh Israel sengaja menargetkan wilayah padat penduduk untuk menekan tekanan politik.

Sementara itu, Presiden Lebanon mengadakan pertemuan darurat dengan para menteri pertahanan dan luar negeri, mempertimbangkan langkah hukum di PBB serta kemungkinan memperkuat koordinasi dengan sekutu regional. Uni Eropa dan PBB telah meminta kedua belah pihak untuk menahan diri, sementara Amerika Serikat menyerukan “penyelesaian damai” tanpa memberikan komentar langsung atas serangan itu.

Kekhawatiran meningkat bahwa konflik ini bisa melebar ke skala yang lebih luas, mengingat kedekatan geografis dan sejarah panjang ketegangan antara Israel dan Hezbollah. Warga Beirut, yang baru saja mulai bangkit dari krisis ekonomi berkepanjangan, kini kembali hidup dalam ketakutan—dengan jalan-jalan sepi, toko-toko tutup, dan anak-anak yang tak berani bermain di luar rumah.

Previous articleWarga Manfaatkan Cuti Idul Adha untuk Wisata Keluarga
Next articleParanormal Palsu Tipu Korban, Motor dan Uang Raib
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik