Canberra, sumbawanews.com – Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, dalam pidatonya Rabu (01/04) mengatakan, Perang di timur Tengah telah menyebabkan lonjakan besar harga bensin dan solar dalam sejarah.
Baca Juga: Stok Minyak Hanya Jangka Pendek, Australia Upayakan Pasokan Tambahan
Ditegaskan, Australia bukanlah peserta aktiv dalam perang ini. Namun rakyat Australia harus membayar harga mahal karena perang tersebut.
Ia memahami, petani, supir truk, usaha kecil, dan keluarga kesulitan. Dan Guncangan ekonomi yang disebabkan perang ini berdampak berbulan-bulan.
Terkait hal tersebut tambahannya, Kabinet nasional telah mengadopsi rencana pengamanan bahan bakar nasional. Pajak bahan bakar dipotong 26 sen/liter (3 bulan), Biaya kendaraan berat dipotong menjadi nol
Ia juga mendesak agar tidak terjadi pembelian panik dan melakukan menghemat bahan bakar. Serta menggunakan transportasi umum karena tekanan mungkin akan berlangsung selama berbulan-bulan. (Using)

















