Sumbawanews.com,- Meski memasuki musim kemarau, sebagian wilayah Jawa Barat masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, fenomena ini terjadi akibat pergerakan massa udara lembap dari Laut Jawa dan Selat Sunda yang masih mampu memicu pembentukan awan hujan, terutama di wilayah selatan dan barat provinsi tersebut.
Menurut prakiraan harian BMKG, daerah seperti Cianjur, Sukabumi, Bogor, dan bagian barat Bandung Raya berpeluang mengalami hujan lokal pada sore hingga malam hari. Meski tidak merata dan bersifat sementara, curah hujan yang terjadi biasanya tidak signifikan—maksimal 20 milimeter per hari—dan tidak mengganggu pola kemarau secara keseluruhan.
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah II Bogor, Dedi Herdiawan, menjelaskan bahwa kondisi ini bukan tanda pergantian musim, melainkan efek dari dinamika atmosfer lokal yang masih aktif. “Ini fenomena musiman yang wajar, terutama di kawasan pegunungan yang menjadi penghalang alami bagi aliran udara lembap,” ujarnya.
Pemerintah daerah diminta tetap waspada terhadap potensi banjir bandang atau longsor di daerah rawan, meskipun intensitas hujan rendah. Pasalnya, tanah yang telah mengering selama berminggu-minggu bisa kehilangan daya serap, sehingga hujan ringan sekalipun berisiko memicu aliran permukaan.
Di sisi lain, petani di kawasan tegalan dan lahan kering diminta memanfaatkan momen hujan lokal ini untuk menyiram tanaman strategis, terutama tanaman perkebunan seperti kopi dan teh yang masih sensitif terhadap kekeringan ekstrem. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap menjaga ketersediaan air bersih, karena curah hujan yang minim diperkirakan akan berlanjut hingga akhir Agustus.















