Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebuah terobosan dalam pengelolaan sampah kini lahir dari laboratorium Universitas Islam Bandung (UNISBA). Tim peneliti dari Fakultas Teknik berhasil merancang reaktor plasma yang mampu menghancurkan sampah residu hingga tingkat molekuler, mengubahnya menjadi gas sintetis yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi bersih.
Reaktor ini bekerja dengan memanfaatkan plasma—keadaan materi keempat setelah padat, cair, dan gas—yang dihasilkan melalui arus listrik bertegangan tinggi. Saat sampah organik maupun anorganik dimasukkan ke dalam ruang reaktor, suhu ekstrem hingga 3.000 derajat Celsius memecah struktur kimia bahan tersebut secara sempurna. Proses ini tidak hanya menghilangkan racun dan logam berat, tetapi juga mengubah limbah menjadi gas hidrogen dan karbon monoksida yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif.
Berbeda dengan metode konvensional seperti pembakaran atau penimbunan, teknologi plasma ini tidak menghasilkan asap tebal, abu beracun, atau emisi karbon dioksida dalam jumlah signifikan. “Ini bukan sekadar pembakaran. Ini adalah dekomposisi termal yang terkontrol hingga tingkat atom,” ujar Dr. Rina Wijayanti, ketua tim peneliti, dalam paparan hasil riset di kampus UNISBA.
Uji coba awal menunjukkan bahwa reaktor mampu mengolah hingga 50 kilogram sampah per jam dengan efisiensi dekomposisi mencapai 98 persen. Sampah yang berhasil diuji mencakup plastik, limbah medis, ban bekas, hingga campuran sampah rumah tangga yang sulit didaur ulang. Hasil sampingnya, berupa logam yang terkonsentrasi dan tidak berbahaya, bisa diproses lebih lanjut sebagai bahan baku daur ulang.
Inovasi ini menjadi solusi potensial bagi kota-kota besar yang kewalahan menghadapi tumpukan sampah. Dengan sistem yang relatif kompak dan bisa dioperasikan secara modular, reaktor plasma ini bisa ditempatkan di pusat-pusat pengolahan limbah atau bahkan di area industri. Selain ramah lingkungan, teknologi ini juga menjanjikan ekonomi sirkular: dari sampah yang tak bernilai, lahir energi bersih dan material bernilai ekonomi.
Tim peneliti kini sedang mempersiapkan prototipe skala industri dan mencari mitra pemerintah maupun swasta untuk komersialisasi. Jika berhasil, reaktor plasma buatan UNISBA berpotensi menjadi tulang punggung sistem pengelolaan sampah nasional yang berkelanjutan—mengubah masalah lingkungan menjadi sumber energi masa depan.

















