Home Blog Page 334

Lima Titik Demo Memadati Jakarta, Ribuan Personel Dikerahkan

Sumbawanews.com,- Jakarta hari ini menjadi pusat aksi unjuk rasa dengan lima titik strategis yang dipadati massa dari berbagai kelompok. Untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas, sebanyak 4.263 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, jajaran Polsek, serta instansi terkait dikerahkan secara masif.

Aksi pertama dimulai pukul 10.00 WIB di Cawan Selatan Monas, diikuti oleh Dewan Pengurus Nasional Tani Merdeka Indonesia bersama sejumlah elemen masyarakat. Tak berselang lama, kelompok kedua dari Kepresma Universitas Trisakti dan organisasi pendukung lainnya mendatangi Gedung DPR/MPR, juga pada pukul 11.00 WIB.

Sementara itu, Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia memilih Bundaran Hotel Indonesia sebagai lokasi aksi, dengan waktu yang sama dengan aksi di Monas. Di kawasan Tugu Tani dan Kementerian Keuangan, Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara rencananya akan menyampaikan aspirasi pada pukul 13.00 WIB, menjadi aksi terakhir dari rangkaian demonstrasi hari ini.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara dinamis sesuai perkembangan massa di lapangan. “Masyarakat diimbau memilih jalur alternatif untuk menghindari kemacetan yang diperkirakan akan meluas di sekitar lokasi aksi,” ujarnya.

Meski belum ada laporan kekerasan atau bentrok, pihak kepolisian tetap berada dalam siaga tinggi. Penyisiran, pengawasan, dan koordinasi lintas sektor terus dilakukan guna memastikan aksi berjalan damai sesuai hukum yang berlaku.

Aksi-aksi ini menjadi bagian dari gelombang aspirasi yang kembali menguat di ibu kota, menandai semangat demokrasi yang terus hidup—meski dengan tantangan logistik dan keamanan yang tak ringan.

Tim Hukum Kecam Penangkapan Roy Suryo sebagai Politisasi Hukum

Sumbawanews.com,- Tim hukum Roy Suryo mengecam tindakan penangkapan terhadap mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu sebagai bentuk politisasi hukum yang jelas-jelas mengabdi pada kepentingan politik tertentu. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Rabu (16/8/2023), tim hukum menyatakan bahwa proses hukum yang dijalani Roy Suryo tidak berjalan proporsional dan terkesan dipaksakan demi memenuhi agenda pihak berwenang.

Roy Suryo, yang saat ini masih aktif sebagai anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P, ditangkap oleh Bareskrim Polri pada Selasa (15/8) malam terkait dugaan tindak pidana pencucian uang dan penggelapan dana hibah Kementerian Kominfo periode 2014–2019. Penangkapan itu dilakukan setelah sebelumnya ia menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Tim hukum menilai, seluruh bukti yang diajukan jaksa bersifat tidak langsung dan tidak memadai untuk menetapkan Roy Suryo sebagai tersangka. “Tidak ada bukti konkret bahwa beliau secara pribadi menerima atau mengalihkan dana hibah. Semua transaksi dilakukan melalui mekanisme resmi dan telah diperiksa oleh BPK,” ujar salah satu kuasa hukum, yang meminta tidak disebutkan namanya.

Kritik semakin tajam ketika tim hukum menyoroti waktu penangkapan yang jatuh tepat di tengah gelombang kritik terhadap pemerintah terkait isu transparansi dan penyalahgunaan wewenang. “Ini bukan sekadar kasus hukum. Ini adalah operasi politik yang dilakukan dengan menggunakan alat hukum sebagai senjata,” tegas mereka.

Roy Suryo sendiri, yang dikenal sebagai tokoh yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah, sebelumnya pernah menyampaikan bahwa dirinya menjadi sasaran karena keberaniannya mengungkap dugaan korupsi di lingkungan kementerian. Ia menegaskan tidak pernah memanfaatkan jabatannya untuk keuntungan pribadi.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas di kalangan aktivis HAM, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil. Mereka meminta agar proses hukum berjalan independen, tanpa tekanan politik, dan menyerukan agar pemerintah tidak menjadikan hukum sebagai alat represi terhadap lawan politik.

Polri, dalam konferensi pers terpisah, membantah tuduhan politisasi. “Penangkapan ini murni berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang berlaku. Tidak ada intervensi dari pihak manapun,” kata Kabareskrim Polri, yang menegaskan bahwa penyidikan masih berjalan dan akan terus transparan.

Namun, bagi banyak pengamat, kejadian ini memperkuat kekhawatiran akan semakin menipisnya ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Roy Suryo kini ditahan di Rutan Bareskrim, sambil menunggu sidang pertama yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

OpenAI Rekrut Arsitek Gemini, Perang AI Masuki Babak Baru

Sumbawanews.com,- Noam Shazeer, sosok di balik lahirnya Google Gemini, resmi bergabung dengan OpenAI setelah meninggalkan raksasa pencari itu pada Juni 2026. Pengumuman resmi yang ia sampaikan melalui platform X menjadi gejala baru dalam perang sengit perebutan talenta kecerdasan buatan global. Bukan sekadar perpindahan karyawan, ini adalah serangan strategis terhadap dominasi model AI generatif yang selama ini dipimpin oleh ChatGPT.

Shazeer bukan nama yang biasa. Ia adalah salah satu insinyur paling berpengaruh di dunia AI, bergabung dengan Google sejak 2000 dan menjadi arsitek utama Transformer—arsitektur yang menjadi fondasi hampir semua model AI modern saat ini. Setelah sempat hengkang pada 2021 untuk mendirikan Character.AI, startup yang sukses menciptakan chatbot berbasis kepribadian, ia kembali ke Google pada 2024 untuk memimpin pengembangan Gemini, respons Google terhadap dominasi OpenAI. Kini, ia kembali berpindah—kali ini ke markas besar lawan utamanya.

Kepindahannya menjadi sinyal kuat bahwa persaingan di ranah AI tidak lagi sekadar soal data dan komputasi, tapi tentang otak-otak terbaik yang mampu menyusun ulang batas kemampuan mesin. Meski jabatan pastinya di OpenAI belum diungkap, rekam jejak Shazeer—dari Transformer hingga Gemini—menjadikannya figur yang bisa mengubah arah pengembangan model berikutnya. Ia memahami bagaimana membangun sistem AI yang cerdas, responsif, dan mampu beradaptasi dengan nuansa manusia. Di OpenAI, ia bisa jadi kunci dalam mempercepat generasi berikutnya dari model yang akan menggantikan GPT-4.

Perpindahan ini juga memperdalam misteri yang mengitarinya: mengapa seorang arsitek AI terkemuka dari Google memilih bergabung dengan OpenAI, bukan dengan perusahaan China yang tengah gencar mengembangkan model seperti DeepSeek? OpenAI sendiri mengakui tidak tahu pasti motivasi di balik keputusan ini. Namun, satu hal jelas: dalam dunia AI, talenta adalah senjata paling berharga. Dan kini, salah satu senjata paling mematikan telah berpindah tangan.

Sementara itu, di luar perpindahan personal, OpenAI juga baru saja membongkar operasi siber yang terstruktur dan canggih. Sebuah jaringan yang diduga berasal dari China memanfaatkan ChatGPT untuk membangun kampanye propaganda di AS—menghasilkan konten visual, narasi tentang krisis energi akibat pusat data AI, hingga serangan terhadap aktivis diaspora China. Mereka menyamar sebagai warga lokal, menyisipkan tautan berita resmi, dan memanfaatkan keresahan nyata: tarif listrik di sekitar pusat data AI memang melonjak hingga 267% dalam lima tahun terakhir. Meski kampanye itu gagal menarik respons signifikan, temuan ini mengungkap betapa rentannya sistem AI terhadap manipulasi—dan betapa mudahnya teknologi yang dibuat untuk membantu manusia bisa diputarbalikkan menjadi senjata.

Dalam laporan resminya, OpenAI menegaskan: bukan keberhasilan kampanye itu yang mengkhawatirkan, tapi kemampuan aktor asing untuk mengeksploitasi kepercayaan publik terhadap teknologi Barat—bahkan ketika mereka menggunakan produk Barat itu sendiri untuk menyerang Barat.

Perang AI kini bukan lagi soal siapa yang punya model terbesar. Tapi siapa yang punya orang-orang terbaik, dan siapa yang paling paham bagaimana memanfaatkan kecerdasan buatan—bukan hanya untuk mencipta, tapi untuk memengaruhi. Dan dengan bergabungnya Noam Shazeer, OpenAI telah mengambil satu langkah besar dalam permainan ini.

Jabar Salurkan Rp49,3 Miliar untuk Perlindungan Pekerja Rentan

Sumbawanews.com,- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan senilai Rp49,3 miliar kepada 1.515 pekerja dan ahli warisnya dalam sebuah penyerahan langsung di Gedung Pakuan, Bandung, pada Kamis, 18 Juni 2026. Program ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dan lembaga jaminan sosial dalam melindungi kelompok pekerja paling rentan—mulai dari buruh harian, tenaga keagamaan, hingga penerima DBHCHT—yang berisiko kehilangan penghasilan akibat kecelakaan kerja atau kematian.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang hadir bersama Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan Harjono Siswanto, menegaskan bahwa perlindungan sosial bukan sekadar bantuan, tapi investasi kemanusiaan. “Kalau orang miskin kehilangan pekerjaan, itu berat. Tapi kalau ia kehilangan pencari nafkah karena kecelakaan atau meninggal, itu bisa jadi awal kemiskinan turun-temurun. Saya tidak ingin ada warga Jabar yang kehilangan masa depan hanya karena tidak punya perlindungan saat risiko datang,” ujar Dedi.

Salah satu contoh nyata dampak program ini terlihat dari kasus seorang pekerja asal Bekasi yang mengalami kecelakaan kerja dan menerima manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) hingga Rp422 juta untuk biaya pengobatan dan pemulihan. Ini bukan angka biasa—ini adalah jembatan yang menyelamatkan keluarga dari jurang kemiskinan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memperluas cakupan perlindungan hingga menyentuh sekitar satu juta pekerja rentan sepanjang 2026. Targetnya, dalam waktu dekat, jumlah itu akan ditingkatkan menjadi dua juta orang, sejalan dengan peningkatan anggaran daerah dan kolaborasi yang semakin solid dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Harjono Siswanto menekankan, uang yang disalurkan bukan sekadar angka di rekening, tapi rasa aman, kepastian, dan harga diri bagi ribuan keluarga. “Ini bukan kebijakan semata, tapi bukti bahwa ketika pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan bergerak bersama, perlindungan sosial berubah dari konsep menjadi kenyataan hidup yang dirasakan setiap hari,” katanya.

Program ini mencakup manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), yang diperkuat dengan dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten/kota hingga tingkat desa. Dengan demikian, pekerja informal, buruh pabrik, pengemudi ojek, hingga tenaga keagamaan—yang selama ini terpinggirkan dalam sistem jaminan sosial—kini memiliki jaring pengaman yang nyata.

Kolaborasi ini menjadi teladan nasional. Di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian kerja, Jawa Barat menunjukkan bahwa perlindungan sosial bukanlah beban, melainkan fondasi ketahanan ekonomi keluarga dan pencegah kemiskinan struktural. Dengan semangat yang sama, langkah ini diharapkan bisa menular ke provinsi lain—karena di sinilah, negara benar-benar hadir: bukan hanya dalam kebijakan, tapi dalam rupiah yang menyelamatkan hidup.

AS Cabut Blokade, Kapal Iran Bebas Berlayar di Teluk Persia

Sumbawanews.com,- Jakarta – Amerika Serikat resmi mencabut pembatasan terhadap kapal-kapal Iran di Teluk Persia dan Selat Oman, setelah lebih dari satu dekade memberlakukan blokade maritim sebagai bagian dari tekanan ekonomi terhadap Teheran. Keputusan ini diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Senin (14/8/2023), menandai pergeseran strategis dalam kebijakan regional pasca perundingan nuklir yang kembali menghangat.

Dalam pernyataan resminya, AS menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk “mengurangi ketegangan di jalur pelayaran strategis” dan mendukung stabilitas maritim di kawasan yang menjadi jalur utama perdagangan minyak global. Kapal-kapal Iran kini diperbolehkan berlayar bebas di perairan internasional Teluk Persia dan Selat Oman, tanpa intervensi militer AS atau sekutunya, selama tidak melanggar sanksi internasional terkait senjata atau aktivitas teroris.

Pencabutan blokade ini tidak serta-merta menghapus seluruh sanksi terhadap Iran. Pembatasan terhadap transaksi keuangan, teknologi sensitif, dan perdagangan senjata tetap berlaku. Namun, kebijakan baru ini dianggap sebagai sinyal diplomasi yang signifikan, terutama menyusul pertemuan tingkat tinggi antara perwakilan AS dan Iran di Oman pekan lalu, yang diikuti oleh sinyal positif dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Analisis keamanan maritim dari Institut Studi Strategis Jakarta menyebut keputusan AS sebagai “langkah pragmatis” yang mengakui realitas geopolitik: blokade maritim tidak lagi efektif sebagai alat tekanan, justru memicu risiko konflik tak terduga di jalur pelayaran vital. “Dengan membuka kembali akses maritim, AS mengalihkan fokus dari penghentian aktivitas Iran ke pengendalian dampaknya,” ujar peneliti senior Dr. Rizal Fauzi.

Iran, melalui Kementerian Luar Negerinya, menyambut keputusan AS sebagai “langkah pertama yang diperlukan untuk membangun kepercayaan”. Namun, Teheran tetap menuntut pencabutan seluruh sanksi ekonomi sebagai syarat utama bagi negosiasi lebih lanjut terkait program nuklirnya.

Perubahan kebijakan ini berpotensi mengubah dinamika perdagangan maritim di kawasan. Pelabuhan-pelabuhan Iran, seperti Bandar Abbas dan Khorramshahr, diprediksi akan mengalami peningkatan lalu lintas kapal dalam beberapa pekan ke depan. Sementara itu, angkatan laut AS tetap akan menjaga kehadiran di wilayah tersebut, namun dengan fokus pada patroli keamanan umum, bukan pengejaran kapal Iran.

Langkah ini juga dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mengurangi keterlibatan militer di Timur Tengah, sekaligus membuka ruang bagi diplomasi multilateral yang lebih luas — termasuk dengan sekutu regional yang kini semakin terbuka terhadap dialog dengan Teheran.

Indonesia dan Delapan Negara Kecam Serangan ke Masjid di Ramallah

Sumbawanews.com,- Indonesia bersama tujuh negara Muslim—Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab—secara tegas mengutuk serangan terhadap dua masjid di Tepi Barat, Palestina, yang dilakukan oleh pemukim Israel pada Rabu malam, 17 Juni 2026. Serangan itu menargetkan Masjid Agung di Jiljilya dan Masjid Al-Farouq di Mazar’a al-Nubani, di mana pelaku membakar sebagian bangunan dan menulis slogan-slogan berbahasa Ibrani di dindingnya, sebuah tindakan yang dianggap sebagai penghinaan terhadap kesucian tempat ibadah.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri RI di platform X, para menteri luar negeri mengecam kekerasan berkelanjutan yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan, menegaskan bahwa serangan ini bukan sekadar tindakan kriminal, melainkan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, hukum humaniter, dan resolusi PBB yang melindungi situs keagamaan. Mereka menegaskan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, bertanggung jawab penuh atas eskalasi kekerasan yang semakin menghancurkan harapan perdamaian di kawasan.

Pernyataan itu juga menyerukan komunitas internasional untuk segera bertindak, menekan Israel agar menghentikan segala bentuk kekerasan, termasuk serangan oleh pemukim ilegal, serta menjamin akuntabilitas penuh bagi para pelaku tanpa kekebalan hukum. Para menteri menegaskan dukungan tak tergoyahkan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri, mendirikan negara merdeka berdaulat berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, serta mewujudkan solusi dua negara yang adil, berkelanjutan, dan sesuai hukum internasional serta Inisiatif Perdamaian Arab.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, di mana serangan terhadap warga sipil, tanah pertanian, dan tempat ibadah menjadi semakin sistematis. Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan bahwa serangan terhadap masjid-masjid di Ramallah utara adalah bagian dari pola kekerasan yang terus memburuk sejak gencatan senjata terakhir, dengan lebih dari seribu warga Palestina tewas dalam periode yang sama.

Dengan pernyataan ini, Indonesia kembali menempatkan diri sebagai suara tegas dalam diplomasi global untuk keadilan Palestina, sekaligus memperkuat solidaritas dengan negara-negara Islam dalam mempertahankan prinsip-prinsip kemanusiaan dan kebebasan beribadah.

Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Aksi Kemanusiaan

Sumbawanews.com,- Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar aksi donor darah massal sebagai bagian dari perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta. Kegiatan yang berlangsung di kantor wali kota itu tidak hanya memenuhi target awal 200 pendonor, tetapi justru melampaui harapan dengan hampir 400 orang mendaftar—dari ASN, PPPK, hingga PJLP—yang turut berpartisipasi dengan semangat kebersamaan.

Sekretaris Kota Jakarta Barat Firmanudin Ibrahim mengatakan, antusiasme yang luar biasa ini mencerminkan kesadaran kolektif aparatur pemerintah untuk berkontribusi bagi kebutuhan kemanusiaan. “Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tapi bentuk nyata komitmen kita menyambut Jakarta menuju usia lima abad,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Donor darah yang digelar sejak pagi hari itu berjalan lancar berkat koordinasi ketat dengan PMI Jakarta Barat. Setiap peserta menjalani skrining kesehatan sebelum proses pengambilan darah, memastikan keamanan dan kelayakan donor. Tak hanya para pegawai pemerintah, sejumlah warga sekitar juga turut hadir, menunjukkan bahwa semangat berbagi hidup tak lagi terbatas pada lingkup instansi.

Salah satu peserta, Bagas (35), seorang PJLP di lingkungan Pemkot Jakbar, mengaku senang bisa kembali mendonorkan darah setelah sekian lama. “Sedikit sakit saat disuntik, tapi setelahnya justru merasa lega. Darah ini mungkin bisa menyelamatkan nyawa seseorang di rumah sakit—itu yang bikin saya bangga ikut,” katanya sambil tersenyum usai proses donor.

Kegiatan ini menjadi salah satu dari serangkaian aksi simbolis Pemkot Jakbar menjelang 22 Juni, hari jadi ibu kota yang diperingati setiap tahun. Di tengah hingar-bingar perayaan, aksi kemanusiaan seperti ini justru menjadi cerminan esensi Jakarta: kota yang tak hanya megah dalam infrastruktur, tapi juga hangat dalam solidaritas warganya.

Pemkot Jakbar berencana menggelar kegiatan serupa di kelurahan-kelurahan selama sepekan ke depan, memperluas jangkauan dan menargetkan lebih banyak darah tersedia di bank darah PMI—sebagai bentuk kontribusi nyata menjelang ulang tahun kota yang telah menjadi pusat peradaban Nusantara selama hampir lima abad.

Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Warisan Budaya UNESCO

Sumbawanews.com,- Indonesia resmi terpilih sebagai anggota Komite Pelindungan Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO periode 2026–2030, setelah meraih 113 suara dalam pemungutan suara di Markas Besar UNESCO, Paris, pada 17–18 Juni lalu. Keberhasilan ini menandai kembalinya Indonesia ke kursi kehormatan tersebut setelah 12 tahun, setelah terakhir kali menjabat pada 2010–2014.

Dalam sidang yang diikuti 180 negara pihak Konvensi UNESCO 2003, Indonesia bersaing ketat dengan Korea Selatan dan Turkmenistan, sekaligus menjadi salah satu dari empat negara Asia-Pasifik yang terpilih, bersama Jepang (117 suara), Filipina (106 suara), dan Kamboja (97 suara). Pemilihan ini dianggap sebagai pengakuan internasional terhadap komitmen Indonesia dalam melestarikan kekayaan budaya yang tak ternilai.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyambut keberhasilan ini sebagai amanah besar sekaligus momentum strategis. “Ini bukan sekadar penghargaan, tapi tanggung jawab global untuk menjadikan warisan budaya sebagai jembatan perdamaian, inklusivitas, dan ketahanan masyarakat di tengah krisis global,” ujar Fadli dalam pernyataan resminya, Jumat (19/6/2026).

Indonesia mengusung platform kampanye “Living Heritage, Shared Future” — sebuah visi yang menempatkan masyarakat sebagai pemegang utama dan penjaga warisan budaya, bukan sekadar objek pelestarian. Konsep ini menekankan pentingnya partisipasi inklusif, keadilan budaya, inovasi digital, dan kerja sama lintas kawasan.

Sebagai negara dengan lebih dari 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, dan 2.727 warisan budaya takbenda yang diakui secara nasional, Indonesia membawa pengalaman unik ke meja keputusan UNESCO. Hingga kini, 16 elemen budaya Indonesia telah diakui dunia, termasuk Wayang, Batik, Keris, Angklung, Tari Saman, Pencak Silat, Gamelan, dan Kebaya.

Dalam mandat lima tahun ke depan, Indonesia akan memimpin delapan agenda prioritas global, antara lain: pendirian Center of Excellence di Asia-Pasifik untuk riset dan preservasi digital; pengembangan platform kolaboratif antara akademisi, komunitas lokal, dan pembuat kebijakan; pemanfaatan kecerdasan buatan untuk dokumentasi budaya secara etis; serta penguatan mekanisme perlindungan bagi warisan yang terancam punah melalui Urgent Safeguarding List.

Fadli juga menekankan komitmen Indonesia untuk memperluas akses bantuan internasional bagi negara berkembang, khususnya Least Developed Countries (LDCs) dan Small Island Developing States (SIDS). “Kita tidak bisa membangun masa depan budaya dunia jika sebagian besar komunitas budaya masih terpinggirkan,” tegasnya.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas institusi: Kementerian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO di Paris, Sekretariat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), dan puluhan organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang pelestarian budaya.

“Ini adalah kemenangan kolektif. Setiap tarian, lagu, ritual, dan bahasa daerah yang kita jaga, adalah bagian dari diplomasi budaya yang tak terlihat tapi sangat berdampak,” kata Fadli.

Dengan posisinya sebagai anggota komite, Indonesia berencana menjadi jembatan antara negara-negara Global South dan institusi global, mendorong tata kelola budaya yang lebih transparan, berbasis bukti, dan berpusat pada manusia. “Warisan budaya bukan hanya tentang masa lalu. Ia adalah kekuatan untuk membentuk masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan,” tutup Fadli.

Israel Terus Serang Gaza, Korban Pascagencatan Capai 1.007 Jiwa

Sumbawanews.com,- Gaza — Meski gencatan senjata secara resmi masih berlaku, serangan udara Israel terus menerjang wilayah-wilayah padat penduduk di Jalur Gaza, menewaskan lebih dari seribu warga sipil sejak kesepakatan damai dideklarasikan pada 11 Oktober 2023. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, korban jiwa mencapai 1.007 orang, dengan 3.165 lainnya mengalami luka-luka—angka yang terus bertambah meski dunia menyerukan gencatan senjata permanen.

Pada Kamis (19/6/2026), serangan drone Israel menargetkan sebuah kendaraan sipil di pusat Kota Gaza, menewaskan tiga warga dan melukai empat lainnya. Salah satu korban adalah Jad Suleiman, bocah berusia delapan tahun yang baru saja pulang dari sekolah. Di Kamp Pengungsi Jabalia, sebuah serangan serupa menewaskan seorang kakek berusia 71 tahun, Al-Karim Mousa Abu Dan, yang sedang berjalan bersama keluarganya.

Tak berhenti di situ, serangan beruntun melanda kawasan Tel al-Hawa di barat daya Gaza, di mana sebuah apartemen hancur tersapu rudal, menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya. Di Khan Younis, wilayah selatan Gaza, dua warga tewas dan sejumlah warga lainnya terluka akibat serangan drone yang menargetkan jalur pergerakan sipil.

Korban-korban itu dievakuasi ke rumah sakit-rumah sakit yang sudah kelebihan kapasitas—Al-Shifa dan Al-Quds—dengan petugas medis berjuang tanpa pasokan listrik dan obat-obatan memadai. Sementara itu, ratusan jenazah masih terjebak di bawah puing-puing bangunan, tak bisa dievakuasi karena kondisi medan yang terlalu berbahaya dan terus menjadi sasaran serangan.

Kementerian Kesehatan Gaza menegaskan, 784 jenazah telah ditemukan sejak gencatan senjata berlaku, sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak. Angka ini menjadi bagian dari total korban yang lebih dari 73.000 jiwa sejak konflik meletus pada 7 Oktober 2023—angka yang menjadikan Gaza sebagai salah satu krisis kemanusiaan paling mematikan dalam sejarah modern.

Meski sejumlah negara dan organisasi internasional mengecam serangan ini sebagai pelanggaran hukum humaniter, Israel tetap berkeras bahwa operasinya bertujuan untuk “menghancurkan sisa-sisa kapasitas militer Hamas.” Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa hampir seluruh korban adalah warga sipil—ibu, anak, lansia, dan guru—yang tak bersenjata dan tak berdaya.

Dalam situasi yang semakin memprihatinkan, tim medis dan relawan lokal terus bergerak di bawah tembakan, menyelamatkan nyawa di tengah keheningan yang dipaksakan—sebuah keheningan yang bukan damai, tapi jeda sebelum serangan berikutnya.

Ribuan Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Tugu 12 Mei

Sumbawanews.com,- Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada Jumat, 19 Juni 2026, di Tugu 12 Mei, lokasi simbolis yang menjadi saksi sejarah perjuangan mahasiswa Indonesia. Sebanyak seribu lebih mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul sejak pagi, siap menyampaikan aspirasi mereka dalam aksi bertajuk “Seruan Turun Aksi”.

Presiden Mahasiswa Dhenni Ribowo, yang menjadi koordinator aksi, menegaskan bahwa demonstrasi ini bukan sekadar protes, melainkan panggilan moral untuk mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat. “Mahasiswa adalah garda terdepan demokrasi. Kami tidak bisa diam ketika keadilan tergadaikan,” ujarnya di sela-sela persiapan aksi.

Aksi ini dipicu oleh sejumlah isu strategis yang tengah menggerogoti kepercayaan publik: kenaikan harga kebutuhan pokok, kebijakan pendidikan yang dianggap semakin komersial, serta dinamika politik yang dinilai mengabaikan suara rakyat kecil. Melalui spanduk dan orasi yang mengalir penuh emosi, para peserta menuntut transparansi, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap hak-hak mahasiswa.

Unggahan resmi di akun Instagram @kepresmausakti menjadi jembatan komunikasi antara organisasi dan massa. Dalam keterangan tertulisnya, Kepresma Trisakti menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk partisipasi aktif dalam demokrasi, bukan bentuk anarkisme. “Kami bukan lawan negara, tapi penjaga konstitusi,” demikian bunyi pesan yang viral di kalangan mahasiswa se-Indonesia.

Untuk mendukung kelancaran aksi, panitia membuka donasi perjuangan yang diterima secara sukarela dari mahasiswa, alumni, dan masyarakat sipil. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan logistik, medis, dan perlindungan hukum bagi peserta aksi. “Setiap rupiah yang disumbangkan adalah bentuk solidaritas. Ini bukan hanya aksi mahasiswa, ini aksi rakyat,” kata salah satu relawan dari Fakultas Hukum.

Polisi, yang telah mengerahkan 4.576 personel gabungan di lima titik strategis di Jakarta, mengaku siap menjaga ketertiban tanpa menghalangi hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat. Petugas terlihat berjaga di sepanjang jalur menuju Tugu Trisakti, namun tidak ada tanda-tanda intervensi berlebihan hingga siang hari.

Aksi berlangsung damai hingga pukul 14.00 WIB, dengan orasi-orasi yang menggugah dan nyanyian lagu-lagu perjuangan menggema di sekitar monumen yang menjadi simbol perlawanan generasi sebelumnya. Di akhir acara, para peserta membentuk formasi manusia menyerupai huruf “R” — singkatan dari “Reformasi” — sebelum membubarkan diri secara tertib.

Dengan aksi ini, Trisakti kembali menegaskan identitasnya sebagai “Kampus Reformasi” — bukan sekadar label historis, tapi komitmen berkelanjutan untuk menjadi suara kebenaran di tengah arus kekuasaan.

Berita Terkini

Amerika Serikat Tetap Turunkan Balogun Lawan Belgia Meski Kontroversi Kartu Merah

Sumbawanews.com,- Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino tetap menurunkan striker Folarin Balogun sebagai starter dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia, Selasa...

Ledakan Bom London Tewaskan 52 Orang pada 7 Juli 2005

Sumbawanews.com,- Pada 7 Juli 2005, serangkaian ledakan bom mengguncang sistem transportasi publik di London, menewaskan 52 orang dan melukai lebih dari 700 orang. Tiga...

Vinicius Junior Dinilai Belum Mampu Angkat Timnas Brasil di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Timnas Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar, Senin (6/7) dini hari WIB di New...

Brasil Gagal Lanjut, Casemiro: Kami Generasi Gagal Juara Piala Dunia

Sumbawanews.com,- Casemiro mengaku kecewa berat setelah timnas Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 oleh Norwegia di babak 16 besar. Pemain tengah asal Brasil itu...

Berita Utama