Home Blog Page 2948

Personel TMMD 107 Berikan Penyuluhan Bela Negara Kepada Masyarakat Kampung Epem

(Merauke).  Personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 Kodim 1707/Merauke memberikan penyuluhan Bela Negara kepada masyarakat Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, Kamis (9/4/2020).

 

Penyuluhan Bela Negara yang dihadiri oleh Kepala Kampung Epem Bapak Yusak Wairu, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran warga masyarakat akan bela negara, sehingga setiap saat siap berbhakti dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

 

“Selain untuk meningkatkan kesadaran Bela Negara, kegiatan tersebut juga untuk menumbuhkan semangat serta cinta tanah air sehingga dalam kehidupan sehari-hari dapat menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 serta berbuat yang terbaik bagi Negara dan Bangsa,” tutur Serda M. Imron.

 

Menurut Serda M. Imron, manfaat dari Bela Negara tersebut selain untuk membentuk sikap disiplin waktu, aktivitas dan kegiatan sehari-hari, membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama juga membentuk mental fisik yang tangguh dalam menanamkan rasa kecintaan kepada Bangsa dan Negara.

 

“Dengan melaksanakan kewajiban Bela Negara, maka menjadi bukti nyata bagi seluruh warga negara untuk menunjukkan kesediaannya dalam berbhakti pada Bangsa dan Negara,” katanya. (Bdr)

OTG Adalah Pembunuh Potensial

sumbawanews.com, Salah satu penyebab cepatnya penularan Covid-19 yang paling susah diantisipasi adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).  OTG merupakan orang yang  sudah terinfeksi Covid-19, namun tidak menunjukkan gejala sakit.  OTG ini bagaikan penyebar maut dan pembunuh potensial yang mengancam setiap orang yang kontak dengannya, terutama kelompok rentan. Oleh karena itu, harus dilakukan upaya  guna menghentikan penyebaran  penularan Covid-19 dengan selalu menjaga jarak aman antar orang dan cuci tangan dengan sabun secara disiplin.

Hal tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo dalam arahannya kepada Pati dan Pamen TNI  yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19, bertempat di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Selasa  malam (7/4/2020).

Letjen TNI Doni Monardo menuturkan, saat ini seluruh dunia sedang menghadapi permasalahan Covid-19. Musuh yang dihadapi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus atau Covid-19 yang tidak kelihatan secara kasat mata. Salah satunya solusinya adalah dengan segera memutus rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Adakan isolasi mandiri dengan melibatkan eleman masyarakat yang ada di wilayah masing-masing. Isolasi mandiri juga dilakukan dengan memisahkan kelompok rentan (manusia usia lanjut, dan orang dengan penyakit bawaan) untuk mencegah penularan Covid-19.  “Jika tidak maka korban akan bertambah banyak, kita tidak boleh kerja sendiri-sendiri melainkan dengan budayakan  Gotong Royong yang merupakan warisan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Doni Munardo berharap unsur TNI diharapkan dapat menjadi bagian kampanye nasional untuk mengingatkan masyarakat yang berpotensi  sebagai OTG dan membahayakan kaum rentan, memutus mata rantai penularan dan melindungi rakyat agar tidak tertular. “Saya berharap penuh kehadiran sejumlah Perwira TNI yang telah tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk bekerja lebih optimal. (Gugus TPP Covid-19)

TNI Serahkan Ribuan APD dan Rapid Test

sumbawanews.com, Sebanyak 8.500  Alat Pelindung Diri (APD) dan 4.800 alat rapid test diserahkan oleh  Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT. mewakili Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada Gubernur Riau, Drs. H.Syamsuar, M.Si, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau di Posko Penanganan Covid-19 Prov. Riau, Balai Srindit, Pekanbaru, Selasa (7/4/2020).

Peralatan  APD dan rapid test tersebut dianggap penting dalam mencegah penyebaran Covid19.  Penyerahan bantuan alat ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberikan peralatan yang dibutuhkan oleh Tim medis untuk menangani pasien Covid-19.

Gubernur Prov. Riau Syamsuar dalam sambutannya menjelaskan bahwa bantuan yang dilakukan  ini akan sangat bermakna bagi Gugus Tugas Riau, terutama oleh tim medis yang berada di garis depan dalam menangani pasien Covid-19. Bantuan ini diangkut dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU yang nantinya akan diteruskan ke rumah sakit-rumah sakit yang menangani pasien Covid-19, baik di Pekanbaru maupun kabupaten/kota se- Prov. Riau.

 

“Atas nama Gugus Tugas Provinsi Riau, saya ucapkan terima kasih kepada TNI yang telah membantu dalam pengangkutan bantuan APD dan rapid test dari Gugus Tugas Pusat, yang sangat diharapkan dapat membantu sebagai pelindung diri tenaga medis sehingga dapat berkonsentrasi dalam memberikan pelayanan ke pasien Covid-19 di Riau,” ujarnya. (Gugus TPP Covid-19)

Dansatgas TMMD Kodim 1707 Merauke : 12 Unit Rumah di Kampung Epem Sudah Selesai Dibangun

(Merauke).  Guna mewujudkan impian masyarakat Kampung Epem untuk memiliki rumah yang layak huni, para personel Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-107 Kodim 1707/Merauke secara terus menerus berusaha menyelesaikan proses pembangunan 20 unit rumah semi permanen tepat pada waktunya.

 

Dansatgas TMMD ke-107 Letkol Inf Eka Ganta Chandra, S.I.P. yang sehari-hari menjabat sebagai Dandim 1707/Merauke, Rabu (8/4/2020) menyampaikan bahwa pelaksanaan program pembangunan 20 unit rumah masyarakat di Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, melalui program TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke, masih terus dikerjakan oleh personel satgas.

 

Memasuki hari ke-23, pembangunan rumah masyarakat di Kampung Epem masih terus berjalan. “Sampai saat ini, dari 20 unit rumah yang akan dibangun, sebanyak 12 unit rumah sudah selesai 100 %,” kata Letkol Inf Eka Ganta Chandra.

 

“12 unit rumah sudah selesai dibangun dan tinggal 8 unit rumah lagi yang masih dikerjakan oleh personel Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke bersama masyarakat Kampung Epem,” ujarnya.

 

Dansatgas juga mengatakan, laporan yang diterima dari Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke Lettu Inf Antonius Kalambia bahwa 8 unit rumah yang saat ini sedang dikerjakan rata-rata sudah mencapai 90 %.  “Jadi pembangunan 20 unit rumah semi permanen di Kampung Epem tersebut, kami targetkan akan selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan,” tutupnya. (Bdr)

Prajurit Kostrad Bantu Proses Persalinan Mama Papua di Merauke

(Merauke). Tengah malam tepatnya pukul 00.28 WIT, tangis kebahagiaan bercampur aduk menjadi satu, saat bayi mungil berjenis kelamin perempuan dilahirkan dengan normal oleh Ibu Theresia Ndiken (32 th).

 

Dengan penuh perjuangan, Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Yanggandur Ibu Indah Pirna Sari bersama Tamtama Kesehatan Pos Yanggandur Praka Agung Mustofa, membantu proses persalinan warga perbatasan RI-PNG di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua.

 

Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Rabu (8/4/2020).

 

Dansatgas menuturkan, kejadian tersebut bermula pada hari Selasa (7/4/2020) pukul 19.00 WIT, saat Bidan Pustu Yanggandur Ibu Indah Pirna Sari (30 th) datang ke Pos Yanggandur dan meminta bantuan, bahwa ada warga kampung yang akan melahirkan.

 

Mendapat kabar tersebut, Komandan Pos (Danpos) Yanggandur Serka Supriyadi, bersama personel Tamtama Kesehatan (Takes) Praka Agung Mustofa dan tiga personel lainnya, segera menuju ke Pustu Kampung Yanggandur.

 

Setelah menunggu beberapa jam, tepatnya pada pukul 00.28 WIT melalui proses persalinan secara normal dengan hanya bercahayakan lampu senter dan perlengkapan yang sederhana, Bidan Indah Pirna Sari dan Praka Agung Mustofa membantu persalinan Ibu Indah Pirna Sari yang melahirkan seorang anak berjenis kelamin perempuan dengan kondisi sehat serta memiliki berat 3.2 Kg dan panjang 49 Cm.

 

Selanjutnya dikatakan bahwa apa yang dilakukan prajurit TNI merupakan implementasi dari komitmen kami (Satgas Pamtas) sejak awal penugasan, yakni melaksanakan tugas yang berorientasi pada kebermanfaatan diri bagi lingkungan, serta dapat bersinergi dengan semua instansi dalam membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat di perbatasan.

 

“Di Kampung Yanggandur sinergitas antara Pos Yanggandur dan Pustu Yanggandur dalam membantu proses persalinan warga adalah yang kedua kalinya, hal ini sebagai wujud nyata TNI dan Instansi Kesehatan setempat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Dansatgas.

 

Sementara itu, Bapak Libarius Banggu (39 th) suami dari Ibu Theresia Ndiken, mengucapkan terima kasih kepada Pustu Yanggandur dan Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Yanggandur, telah membantu persalinan istri yang melahirkan putra ke empatnya. “Mewakili keluarga, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Bidan dan Bapak TNI. Sebagai wujud kebahagiaan, kami sekeluarga sepakat memberinya nama Diana Sari Banggu karena terinspirasi dari semangat Ibu Bidan Pustu Yanggandur Ibu Pirna Indah Sari,” tuturnya. (Bdr)

Korem 162/WB Bersama Inti NTB Salurkan Bantuan Sembako

Sumbawanews.com|| Mataram– Korem 162/WB bersama Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) NTB menyalurkan dan menyerahkan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu di beberapa lokasi di Kota Mataram, Rabu (8/4).

Bantuan sembako yang diserahkan Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dan Wakil Ketua Inti NTB S. Widjanarko kepada perwakilan didampingi Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP., terutama warga lanjut usia atau para sepuh di Masjid Pusaka Al Hamidy Pagutan, Pura Belatung Pagutan dan Gereja St. Maria Immaculata Kota Mataram.

Danrem 162/WB dalam wawancaranya kepada insan media menyampaikan penyaluran dan penyerahan bantuan itu dilakukan sebagai upaya untuk membantu warga kurang mampu mengingat himbauan pemerintah terkait dengan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 agar warga lebih banyak dirumah atau stay home dan tidak meminimalisasi keluar rumah.

“Kita berharap Covid-19 semakin lama semakin berkurang bahkan hilang dari wilayah NTB sehingga masyarakat NTB tetap sehat dan melaksanakan aktifitas seperti biasa,” ujar Danrem.

Terkait dengan penyerahan sembako, lanjut Danrem, hari ini akan dibagikan sebanyak 100 paket sembako sesuai dengan kemampuan dan kedepan apabila ada donatur dana, maka akan disalurkan kembali kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“Semoga ini bisa bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita,” tutupnya.

Sedangkan Wakil Ketua Inti NTB mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi dan perasaan senasib sepenanggungan sebagai warga Kota Mataram.

“Kemarin juga sudah menyalurkan bantuan berupa alat pelindung diri berupa masker ke RSUD Provinsi dan Puskesmas yang membutuhkan karena banyak dokter dan perawat yang kekurangan APD,” terangnya.

Salah sorang tokoh agama Kelurahan Pagutan TGH. Iqbal mewakili masyarakat Peresak Timur mengucapkan terimakasih atas bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat. “In syaa Allah semoga bermanfaat,” pungkasnya.

Guru Berbagi Sebagai Platform Pendukung Study From Home

Membicarakan realitas sosial pandemi global corona virus disease (Covid-19) memang seperti tiada habisnya. Betapa tidak, virus yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 ini telah memberikan dampak multikompleks pada hampir semua tatanan kehidupan manusia. Tak hanya pada kesehatan fisik dan mental, tetapi juga pada sektor ekonomi, pendidikan, politik, hukum, seni, budaya, pariwisata, olah raga, bahkan pada pelaksanaan ritual ibadah agama.

Ruang-ruang diskusi, obrolan di media sosial maupun media mainstream dipenuhi oleh isu tematik Covid-19. Hampir semua perencanaan program yang dilakukan oleh pemerintah, swasta nasional, badan usaha, hingga rakyat jelata menjadi buyar bahkan nyaris gagal total akibat pelarangan sementara oleh otoritas yang berwenang dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini.

Sungguh tak bisa dinafikan bias dari himbauan jaga jarak sosial (social distancing) ataupun istilah terkini yang baru direvisi oleh organisasi kesehatan dunia WHO, menjadi jaga jarak fisik (physical distancing), sedikit tidak telah menimbulkan efek psikologis bagi kita orang timur, khususnya bangsa Indonesia dengan kultur masyarakat yang sangat kuat dengan tradisi silaturrahmi dan interaksi sosial dalam hidup bermasyarakat. Namun dengan semakin masifnya penyebaran Covid-19, memaksa kita untuk patuh pada himbauan physical distancing tersebut hingga aturan secara legal formal tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat. Memang, istilah stay at home (di rumah saja) menjadi satu-satunya pilihan kita yang terbaik untuk saat ini. Bekerja di rumah, belajar di rumah hingga beribadah di rumah.

Bekerja dan beribadah di rumah mungkin menjadi hal yang cukup lumrah dan dianggap sudah menjadi kebiasaan sebelumnya dilakukan sekalipun tidak pada masa wabah penyakit seperti saat ini. Karena kita mengenal kebiasaan lembur bekerja bagi pekerja formal yang bisa dikerjakan di rumah. Pun beribadah, tidak ada persoalan yang sangat fundamental yang kemudian menjadi halangan untuk beribadah. Karena setiap agama juga sudah memiliki aturan, acuan serta kaidah masing-masing dalam mengatur umatnya soal himbauan untuk tidak beribadah sementara waktu di rumah ibadah sampai waktu yang ditentukan kemudian. Lalu bagaimana dengan sektor pendidikan formal?

Pendidikan tentu menjadi perhatian khusus dan proporsional bagi kita semua, karena bicara pendidikan adalah menyangkut kelangsungan tegak berdirinya suatu bangsa. Menyangkut sirkulasi penyediaan SDM generasi muda sebuah bangsa. Mengutip Imam Mawardi yang mengatakan, untuk menghancurkan suatu bangsa dan negara adalah dengan menghancurkan akhlak generasi mudanya. Akhlak generasi muda dalam konteks pendidikan formal kita adalah pendidikan yang mengarusutamakan pembangunan karakter dan SDM peserta didik. Artinya bahwa, manakala kita tidak mampu melawan tantangan Covid-19 di dunia pendidikan nasional, maka bukan hal yang mustahil lonceng kematian ketersediaan SDM bangsa kita pada satu generasi akan berbunyi.

Persoalannya kemudian, bagaimana strategi kita dalam mengoptimalkan output pendidikan karakter, yang selama ini lebih berorientasi pada sistem pemebelajaran face to face di kelas, sedangkan di satu sisi kita dibatasi oleh himbauan study from home sebagai bentuk kepatuhan pada ikhtiar dan upaya pemerintah mencegah penyebaran Covid-19? Apresiasi terhadap pemerintah tentu bukan hal yang berlebihan terkait komitmen mengatasi penyebaran virus ini di berbagai sektor. Sebut saja di sektor pendidikan. Mengutip dari laman resmi kemdikbud.go.id, pemerintah melalui Kemendikbud melalukan realokasi anggaran untuk mendukung pencegahan Covid-19 sebesar Rp. 405 miliar.

Adapun rencana realokasi anggaran Kemendikbud untuk penanganan Covid-19 dibagi menjadi empat kegiatan utama, yaitu (1) Edukasi Covid-19 dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 60 miliar; (2) Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Rumah Sakit Pendidikan dengan alokasi anggaran Rp. 250 miliar; (3) Pelaksanaan 150.000 Rapid Test di lima Rumah Sakit Pendidikan dengan alokasi anggaran Rp. 90 miliar; dan (4) Pengadaan bahan habis pakai untuk KIE, Triase (triage), Pelacakan (tracking), dan Pengujian (testing) dengan alokasi anggaran Rp. 5 miliar di Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran yang ditunjuk.

Kembali ke soal bagaimana upaya strategis dan inovatif Kemendikbud dalam mendukung proses belajar jarak jauh yang dilakukan di tengah krisis wabah Covid-19 ini. Melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kemendikbud RI meluncurkan portal resmi Guru Berbagi. Portal resmi Guru Berbagi dapat diakses di laman guruberbagi.kemdikbud.go.id. Program Guru Berbagi ini mengajak para guru untuk ikut berpartisipasi dalam mengisi RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Di sana pula, akan ada banyak model pembelajaran berbasis teknologi yang nantinya dapat diunggah oleh para guru.

Pandangan penulis, portal ini bisa menjadi ruang komunikasi yang sangat efektif bagi guru untuk saling berbagi semangat positif dan strategi pembelajaran yang kreatif. Guru tetap dapat melakukan proses pembelajaran yang berkualitas dan menyenangkan sembari membantu sesama yang masih beradaptasi dalam situasi sulit saat ini. Karena di setiap daerah tentu tidak sama kendala yang dihadapi oleh setiap guru, tergantung aksesibilitas pada jaringan internet misalnya, juga tergantung kedaruratan daerah dengan wabah Covid-19 ini.

Portal ini bisa menjadi harapan semua pihak untuk melahirkan inovasi baru dalam dunia pendidikan. Saat ini memang dunia pendidikan banyak yang berakar pada teknologi, termasuk proses belajar dari rumah yang belakangan ini menjadi realita yang harus dilakukan oleh seluruh peserta didik di dunia termasuk Indonesia.

Sebagai portal yang usianya belum genap satu bulan, tentu ada beberapa kendala yang dialami dalam pengembangan format ini. Seperti disampaikan oleh Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Supriano, pada saat peluncuran portal ini. Beberapa kendalanya antara lain adalah belum terbiasanya guru, kurangnya konten, hingga perkara infrastruktur seperti internet yang sudah pasti tingkat kecepatannya tidak sama di setiap daerah. Namun dengan kerja sama para guru dan banyak pihak yang mendukung Guru Berbagi, platform ini diharapkan akan terus berkembang lebih baik lagi.

Mengutip di laman resminya, terdapat tiga fitur utama pada Laman Guru Berbagi yaitu Rancangan Program Pembelajaran (RPP), Artikel dan Aksi. (1). Berbagi RPP adalah wadah berbagi bagi guru, komunitas atau praktisi pendidikan bisa mengunggah RPP buatannya. Guru-guru lain di seluruh Indonesia dapat melihat dan mengunduh RPP ini secara gratis. (2). Artikel berisi referensi tips dan bacaan terkait pembelajaran jarak jauh. (3). Aksi Guru Berbagi berisi informasi seputar jadwal kegiatan sesi berbagi dan belajar bersama secara daring oleh komunitas dan rekan guru sejawat yang ditujukan bagi rekan guru-guru yang lain dapat meningkatkan kemampuannya seputar pembelajaran jarak jauh.

Review penulis, memang kita masih dihadapkan pada masalah klasik soal SDM dan potensi guru. Masih banyak guru yang belum terbiasa dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh, adapun sebagian sudah melek teknologi tetapi belum memiliki praktek baik dalam pembelajaran jarak jauh sistem daring. Apalagi ini tantangan yang seolah datang secara mendadak di luar penyiapan kapasitas para guru dan tenaga kependidikan kita. Namun apapun itu, inilah momentum yang sangat tepat untuk meretas keterbatasan skill dan potensi itu. Sudah waktunya semua guru mampu beradaptasi pada era pendidikan yang dipengaruhi oleh revolusi industri 4.0. Era yang disebut juga Pendidikan 4.0 yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran dan mampu membuat proses pembelajaran berlangsung secara kontinyu tanpa batas ruang dan waktu.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini tentu kita butuh imajinasi baru dari seluruh stakeholder pendidikan kita, agar pendidikan dengan alasan dan dalam situasi apapun harus tetap berjalan dengan efektif dan lancer.

Semoga wabah Covid-19 segera berlalu…

 

 

 

 

Penulis : Amilan Hatta

 

Wasekjen DPP KNPI Periode 2018-2021

Presidium GMNI Periode 2013-2015

 

 

Komunitas Plastik Untuk Kebaikan Sumbang Sembako Untuk Pemulung

Jakarta, Sumbawanews.com.- Salah satu kelompok rentan yang sangat terpengaruh oleh wabah pandemi covid 19 adalah pemulung dan petugas kebersihan. Bukan saja karena penghasilan mereka merosot tajam sebagai akibat kebijakan pelarangan beraktivitas di luar rumah secara besar (Pembatasan Sosial Bersakal Besar) tetapi juga karena pekerjaan mereka yang sangat rentan terhadap penularan Covid 19. Ahmad 55 Tahun, pemulung di Cirendeu mengatakan ia terpaksa tetap keluar rumah setiap hari mencari sampah plastik, karena dia harus menghidupi keluarganya. Bapak tiga anak ini juga mengeluhkan makin sedikitnya sampah botol plastik, karena banyak rumah makan yang tutup. Hingga saat ini mereka juga belum mendengar akan mendapatan bantuan dari pemerintah Selama PSBB diberlakukan.

Cerita Ahmad hanya salah satu cerita pedih dari jutaan pemulung di Indonesia di tengah pendemi Covid 19. Menurut Ikatan Pemulung Indonesia, ada lebih dari 4 juta pemulung di Indonesia yang saat ini sangat membutuhkan dukungan pemerintah. Karenanya Komunitas Plastik Untuk Kebaikan (PUK), sebuah komunitas yang mengusung visi tata kelola sampah plastik yang baik, membuat gerakan yang meraka namakan #SembakoUntukPahlawanLingkungan.  Sumbangan diberikan kepada 500 pemulung dan petugas kebersihan di beberapa titik di Jakarta, Tangerang Selatan dan Bekasi.  Selain memberikan sembako, komunitas yang berdiri tahun lalu ini juga memberikam masker kain, sarung tangan plastik dan produk kebersihan. “Kami sangat mengapresiasi dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak, mulai dari media, individu, komunitas, organisasi masyarakat dan perusahaan, ujar anggota komunitas PUK, Surya Cahya Agung saat di temui di komplek bedeng pemulung di kawasan Cirendeu, Senin (6/4 2020).

Gerakan #SembakoUntukPahlawanLingkungan, membuka donasi dari masyarakat umum. Menurut Surya sampai saat ini sudah ada sumbangan dari  produsen minuman mineral Aqua, Unilever, LazisMu serta dari Anak Negeri Adventure Trip yang memberikan penyemprotan desinfektan gratis di lapak-lapak yang dikunjungi. “Kami juga menerima sumbangan dari individu individu dan media”.

Risyanto dari Anak Negeri mengeparesiasi gerakan yang dilakukan oleh Komunitas PUK “Kami sudah dua kali berkolaborasi dengan Komunitas Plastik Untuk Kebaikan. Kami bangga ikut berpartisipasi dalam gerakan mencegah penyebaran virus Corona ini. Semoga Ikhtiar kecil kami dapat diikuti pihak lain. Menjadi harapan kami tidak ada saudara2 kita para pahlawan lingkungan, menjadi korban Pandemi Covid-19”.

Senada dengan Risyanto, Arif Mujahiddin Direktur Komunikasi  Danone di Indonesia mengaku senang bisa turut berkontribusi dalam penanganan wabah COVID 19 ini. “Kami ucapkan terimakasih atas inisiatif KPUK, kami yakin inisiatif ini sangat membantu masyarakat terdampak wabah COVID 19 ini. Semoga inisiatif dan kerjasama antar permangku kepentingan bisa diteruskan dalam kerangka gotong royong untuk saling membantu dan saling jaga antar sesama anak bangsa.”

Arif menambahkan Danone Indonesia telah berkomitmen untuk membantu penanganan wabah COVID 19 melalui kerjasama dengan berbagai komponen termasuk pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi kesehatan maupun organisasi sosial kemasyarakatan lain. Bantuan diberikan berbentuk aneka alat kesehatan maupun makanan dan minuman.

Hari ini Komunitas memberikan sumbangan di 8 titik di Tangsel yaitu di kompleks Lapak sekitar Ciputat Molek, Cirendeu, Sandratek, Poncol dan Setu Kampung Sawah, serta TPS di Legoso. Untuk Bekasi pemberian sumbangan akan dilakukan di Rawa Semut, Duren Jaya dan Sekitar Bantar Gebang. Sedangkan Jakarta di sekitar Cipulir, Pondok Labu Pondok Pinang dan Ciledug

Prajurit TNI Hibur Anak-Anak di Pedalaman Papua

(Merauke. Selasa, 7 April 2020). Prajurit TNI dari Kodim 1707/Merauke yang tergabung dalam Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-107 menghibur anak-anak pedalaman tepatnya di Kampung Epem, Distrik Citak Mitak, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, dengan menggelar perlombaan balap karung, Senin (7/4/2020).

 

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke Lettu Inf Antonius Kalambia mengatakan bahwa kegiatan TMMD Ke-107 di Kampung Epem, selain pembangunan fisik 20 unit rumah masyarakat juga melakukan berbagai kegiatan non fisik termasuk kegiatan-kegiatan lain baik sosial maupun hiburan yang bermanfaat bagi warga setempat.

 

“Salah satunya seperti yang kita lakukan yaitu memberikan hiburan kepada anak-anak Kampung Epem melakukan perlombaan balap karung. Anak-anak terlihat antusias mengikuti lomba balap karung,” ujarnya.

 

Menurut Lettu Inf Antonius Kalambia, perlombaan balap karung tersebut selain merupakan hiburan juga untuk melatih ketangkasan bagi anak-anak. ”Dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak bisa terhibur dan bisa lebih akrab lagi dengan personel Satgas TMMD ke-107 Kodim 1707/Merauke,” harapnya.

 

Yosef Wer (6 th) yang ikut lomba balap karung mengaku bahwa perlombaan tersebut pada awalnya memang sulit, tetapi banyak anak-anak Kampung Epem yang bisa melakukannya dengan penuh semangat dan gembira.

 

“Awalnya memang agak susah, baru beberapa lompatan saja saya sudah jatuh, tetapi saya dan anak-anak yang lain penuh semangat dalam mengikuti perlombaan tersebut,” katanya. (Bdr)

 

Yonif 411 Kostrad Bersama Lintas Sektoral Sota Adakan Penyemprotan Disinfektan di Tempat Ibadah

(Merauke). Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad bersama Lintas Sektoral Kampung Sota, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua, melaksanakan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat ibadah.

 

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Eligobel, Kab. Merauke, Papua, Selasa (7/4/2020).

 

Dansatgas mengatakan bahwa sinergitas dan  bersatu padu dengan lintas sektoral di Kampung Sota, terus dilakukan oleh Yonif 411 Kostrad, khususnya dalam mencegah penyebaran Virus Covid-19 atau Virus Corona. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (7/4/2020) pagi, dipimpin langsung oleh Danramil 1707-16/Sota Mayor Inf Daniel Ngilawane, dengan berkeliling kampung ke tempat-tempat ibadah yakni Masjid, Gereja dan Mushola untuk melaksanakan penyemprotan disinfektan.

 

“Yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Satgas Yonif 411 Kostrad Pos Kout Sota, Koramil 1707-16/Sota, Polsek Sota, Puskesmas Sota, Pemerintah Distrik Sota, Pemerintah Kampung Sota,  Bea Cukai Sota, Kantor Imigrasi Sota, Stasiun Karantina Ikan Sota, Stasiun Karantina Pertanian Sota dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sota,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa Satgas Pamtas Yonif 411 Kostrad terus mengeratkan sinergitas bersama dengan lintas sektoral di wilayah binaan, khususnya dalam rangka melawan dan mencegah penularan virus corona di wilayah perbatasan RI-PNG, baik dengan cara sosialisasi dan juga melaksanakan penyemprotan disinfektan.

 

“Hingga saat ini anjuran-anjuran pencegahan penularan Covid-19 dari pemerintah tak henti-hentinya terus kita sosialisasikan kepada masyarakat di Kampung Sota, dengan terus menekankan rajin mencuci tangan, menjaga jarak minimal 1,5 m, berjemur selama 15-20 menit dan lebih baik di rumah saja,” pungkasnya. (Bdr)

Berita Terkini

Cristiano Ronaldo Tinggalkan Wawancara Usai Disinggung Messi

Sumbawanews.com,- Houston – Dalam momen puncak karier di usia 41 tahun, Cristiano Ronaldo justru memilih meninggalkan sesi wawancara usai pertanyaan tentang Lionel Messi disampaikan....

Donald Trump Akan Serahkan Trofi Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Dalam sebuah langkah tanpa preseden dalam sejarah Piala Dunia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump direncanakan akan menyerahkan langsung trofi FIFA World Cup kepada...

Klopp Pernah Incar Laimer untuk Liverpool

Sumbawanews.com,- Juergen Klopp mengakui bahwa ia sempat berencana membawa Konrad Laimer ke Liverpool pada masa kepelatihannya di Anfield. Pemain asal Austria itu, yang kini...

Microsoft dan Chevron Bangun Pembangkit Listrik Khusus untuk Pusat Data AI

Sumbawanews.com,- Microsoft dan Chevron resmi menjalin kemitraan strategis untuk membangun pembangkit listrik tenaga gas alam (PLTG) captive berkapasitas 2,67 gigawatt di Texas Barat, Amerika...

Berita Utama