Sumbawanews.com,- Juergen Klopp mengakui bahwa ia sempat berencana membawa Konrad Laimer ke Liverpool pada masa kepelatihannya di Anfield. Pemain asal Austria itu, yang kini menjadi tulang punggung Bayern Munich, dinilai Klopp sebagai sosok ideal untuk mengisi posisi gelandang bertahan—peran yang krusial dalam sistem permainan tim asal Merseyside.
Meski memiliki minat serius, rencana tersebut gagal terealisasi karena Laimer memilih hengkang ke Bayern Munich pada 2020, bukan ke Liverpool. Klopp, yang kini tidak lagi menangani klub mana pun setelah meninggalkan Liverpool pada 2024, menyampaikan pengakuan ini saat menjadi analis di Magenta TV selama Piala Dunia 2026. Ia menyoroti kemampuan Laimer yang lincah di berbagai posisi, terutama ketangguhannya dalam membaca permainan, ketahanan fisik, dan adaptabilitas di tengah tekanan tinggi.
“Di tim saya, dia akan menjadi gelandang bertahan yang sempurna. Saya ingin membawanya ke Liverpool untuk memainkan peran itu,” ujar Klopp. “Tapi dia memilih pergi ke Bayern. Dan sekarang, kita semua tahu betapa hebatnya dia di sana.”
Sejak bergabung dengan Bayern pada 2020, Laimer tampil lebih dari 40 kali setiap musimnya, menjadi salah satu pemain andalan di lini tengah dengan kemampuan menutup ruang, menggagalkan serangan lawan, dan menjaga ritme permainan. Pemain berusia 29 tahun itu juga dikenal sebagai sosok yang tenang di bawah tekanan—kualitas yang selalu diidamkan Klopp dalam timnya.
Klopp, yang dikenal sangat selektif dalam merekrut pemain, kerap menekankan pentingnya karakter dan kerja keras di atas segalanya. Kepindahan Laimer ke Bayern, yang akhirnya menjadi pilihan sang pemain, justru menjadi bukti betapa tingginya standar Klopp dalam menilai bakat—bahkan ketika ia tidak lagi memegang kendali, ia tetap mengakui kualitas yang ia lihat.
Saat ini, Laimer menjadi bagian penting dari tim Austria yang tampil mengejutkan di Piala Dunia 2026, termasuk dalam laga kontra Argentina yang berakhir 2-0. Sementara Klopp, yang masih aktif sebagai komentator dan penasihat teknis di balik layar, terus mengikuti perkembangan para mantan calon rekrutnya—termasuk Laimer, yang mungkin saja menjadi salah satu pemain yang paling ia sesali tidak bisa bawa ke Anfield.















