sumbawanews.com,- Jelang perayaan Natal terjadi kontak tembak antara Satgas Penegakan Hukum (Gakum) TNI bersama Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kontak tembak yang terjadi pada Selasa (17/12/2019) sekitar pukul 15.30 WIT tersebut, menyebabkan dua prajurit TNI gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua.
Satgas Gakum TNI bersama Polri sebelumnya beberapa kali mendapat informasi dari warga masyarakat Sugapa bahwa warga masyarakat yang sedang melaksanakan persiapan perayaan Natal mendapat gangguan keamanan berupa intimidasi, kekerasan fisik, perampokan, pemerkosaan dan perampasan serta penjarahan harta benda yang dilakukan oleh KKB, diduga adalah pelaku penembakan terhadap tiga tukang ojek pada bulan Oktober 2019
Menindaklanjuti laporan tersebut, untuk melindungi keselamatan dan memberikan rasa aman kepada warga terutama menjelang perayaan Natal, Satgas Gakum TNI bersama Polri meningkatkan kegiatan patroli pengamanan di tempat yang diduga menjadi basis kegiatan KKB.
Pada saat melaksanakan patroli keamanan, terjadi kontak tembak yang mengakibatkan dua prajurit TNI gugur yaitu Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky, saat ini kedua jenazah dalam proses evakuasi.
Pasca kontak tembak, Satgas Gakum TNI-Polri terus melakukan pengejaran untuk menangkap kelompok kriminal bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan dan memastikan terjaminnya keamanan masyarakat menjelang perayaan Natal. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Jelang perayaan Natal terjadi kontak tembak antara Satgas Penegakan Hukum (Gakum) TNI bersama Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kontak tembak yang terjadi pada Selasa (17/12/2019) sekitar pukul 15.30 WIT tersebut, menyebabkan dua prajurit TNI gugur saat melaksanakan tugas dalam menjamin keamanan warga Papua.
Satgas Gakum TNI bersama Polri sebelumnya beberapa kali mendapat informasi dari warga masyarakat Sugapa bahwa warga masyarakat yang sedang melaksanakan persiapan perayaan Natal mendapat gangguan keamanan berupa intimidasi, kekerasan fisik, perampokan, pemerkosaan dan perampasan serta penjarahan harta benda yang dilakukan oleh KKB, diduga adalah pelaku penembakan terhadap tiga tukang ojek pada bulan Oktober 2019
Menindaklanjuti laporan tersebut, untuk melindungi keselamatan dan memberikan rasa aman kepada warga terutama menjelang perayaan Natal, Satgas Gakum TNI bersama Polri meningkatkan kegiatan patroli pengamanan di tempat yang diduga menjadi basis kegiatan KKB.
Pada saat melaksanakan patroli keamanan, terjadi kontak tembak yang mengakibatkan dua prajurit TNI gugur yaitu Lettu Inf Erizal Zuhri Sidabutar dan Serda Rizky, saat ini kedua jenazah dalam proses evakuasi.
Pasca kontak tembak, Satgas Gakum TNI-Polri terus melakukan pengejaran untuk menangkap kelompok kriminal bersenjata yang melarikan diri ke dalam hutan dan memastikan terjaminnya keamanan masyarakat menjelang perayaan Natal. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) agar meningkatkan profesional, intensifkan pendampingan dan pengawasan terhadap sistem pengelolaan keuangan, serta laksanakan evaluasi dan pembahasan lebih mendalam. Optimalkan pengawasan atas pelaksanaan reformasi birokrasi dan akuntabilitas kinerja, guna membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya.
Demikian amanatnya Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto saat membuka Rapat Kordinasi dan Pengawasan TNI-Kemhan tahun 2019 dengan mengusung tema “Penguatan Peran APIP dalam Meningkatkan Akuntabilitas Kinerja dan Pengelolaan Keuangan Negara Guna Menjamin Penggunaan APBN yang Fokus dan Tepat Sasaran di Lingkungan TNI/Kemhan” di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/12/2019).
Panglima TNI berharap kepada seluruh Komunitas Pengawasan di lingkungan TNI dan Kemhan agar meningkatkan profesionalismenya sebagai Auditor serta membangun sinergitas agar tugas pokok dapat tercapai dengan optimal.
Panglima TNI menyampaikan bahwa pada tahun 2019 opini Laporan Keuangan Kemhan dan TNI telah mendapatkan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dimana pada tiga tahun sebelumnya berada pada penilaian Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
“Capaian tersebut sejalan Visi Kabinet Indonesia Maju yang dicanangkan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo, dimana menekankan pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia, reformasi birokrasi, serta penggunaan APBN yang fokus dan tepat,” ujarnya.
Selanjutnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa Inspektorat Jenderal memiliki tanggung jawab yang strategis untuk berperan dalam melaksanakan fungsi penguatan pengawasan terhadap reformasi birokrasi, mendorong terbentuknya Sistem Pengendalian Internal (SPI), serta mencegah terjadinya fraud melalui pembuatan peta risiko Satker.
“Bila diselaraskan dengan perintah Presiden RI, maka Inspektorat tidak sekedar menemukan adanya kesalahan saat evaluasi, namun lebih penting lagi, memberikan pencerahan dan bersama-sama mencegah hal itu terjadi,” jelasnya.
Panglima TNI menggaris bawahi hasil audit kinerja yang telah dilaksanakan oleh Itjen TNI. Hasil review yang telah diberikan agar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, demikian pula pada mekanisme pelaksanaan anggaran belanja negara di lingkungan Kemhan dan TNI agar dijalankan sesuai Peraturan Menteri Keuangan. “Terkait dengan penyerapan anggaran dan pelaksanaan program Unit Organisasi (UO) Mabes TNI dan UO Angkatan, saya minta sisa waktu yang ada digunakan dengan baik sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Menjelang Akhir tahun 2019, Mabes TNI kembali melakukan Mutasi 50 Pati TNI guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis.
Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1420/XII/2019 tanggal 17 Desember 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 50 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 26 Pati jajaran TNI AD, 10 Pati jajaran TNI AL dan 14 Pati jajaran TNI AU.
Dalam mutasi dan promosi jabatan tersebut, tercatat sebagai berikut : 26 Pati TNI Angkatan Darat yaitu Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P. dari Dankodiklat TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Kasim Genawi, S.I.P., M.Tr. (Han) dari Waaslog Panglima TNI menjadi Dankodiklat TNI, Brigjen TNI Sunarto Setio Budi, S.I.P. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Waaslog Panglima TNI, Mayjen TNI Heboh Susanto dari Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Benny Octaviar, M.D.A. dari Pa Sahli Tk. II Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI, Kolonel Inf Widhayat, S.E. dari Paban Sahli Bid. Komphan Pok Sahli Bid. Jemen Sishanneg Sahli Kasad menjadi Pa Sahli Tk. II Intekmil Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, S.I.P. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI H. Dedi Sambowo dari Kasdam XVIII/Ksr menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI, Brigjen TNI Ferry Zein dari Kapusdalops TNI menjadi Kasdam XVIII/Ksr, Kolonel Kav Ferry Supriyanto, S.Sos. dari Paban Utama Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Kapusdalops TNI, Brigjen TNI Sahal Ma’ruf dari Pa Sahli Tk. II Wassus Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Arm Hartono, S.I.P., M.M. dari Auditor Madya Reviu Kinerja Itjen TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Wassus Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI, Brigjen TNI Syafruddin, S.E., M.M., M.Tr. (Han) dari Kasgartap I/Jkt menjadi Kaskogartap I/Jkt (validasi organisasi).
Mayjen TNI Santos Gunawan M., S.IP., M.M., M.Tr. (Han) dari Aspam Kasad menjadi Pangdam XIII/Mdk, Mayjen TNI Widodo Iryansyah dari Koorsahli Kasad menjadi Aspam Kasad, Mayjen TNI Surawahadi dari Pangdam XIV/Hsn menjadi Koorsahli Kasad, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, S.E. dari Sahli Bid. Ideologi dan Politik BIN menjadi Pangdam XIV/Hsn, Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta, S.Sos. dari Staf Khusus Kasad menjadi Kasdam VI/Mlw, Kolonel Inf Achmad Taufiq dari Kasubdit Evaluasi dan Pelaporan Program dan Anggaran Ditdalprogar Ditjen Renhan Kemhan menjadi Dirdalprogar Ditjen Renhan Kemhan, Kolonel Cpl Amino Setya Budi, S.E. dari Kasubdit Minlog pada Direktorat Rendalgiat Ops Deputi I BIN menjadi Kabinda Riau BIN, Mayjen TNI Asep Subarkah Yusuf dari Deputi III Bid. Kontra Intelijen BIN menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Masrumsyah, S.I.P. dari Agen Madya pada Direktorat Rendal Giat Ops Deputi II BIN menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Sonhadji, S.I.P., M.M. dari TA Pengajar Bid. Geostrategi dan Tannas Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Afanti S. Uloli, S.E., M.Si. dari Deputi Bid. Sistem Nasional Setjen Wantannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Pramudya Ariftono P., S.Mn., M.Si. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Endang Sodik, M.B.A., dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun),
10 Pati Angkatan Laut yaitu Brigjen TNI (Mar) Purwadi, M.Tr. (Han) dari Kasgartap III/Sby menjadi Kaskogartap III/Sby (validasi organisasi), Laksda TNI Dedy Yulianto, S.H. dari Dankodiklatal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksda TNI Nurhidayat, S.H. dari Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas menjadi Dankodiklatal, Laksda TNI Dr. Suhirwan, S.T., M.MT. dari Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjamin Mutu Unhan, Laksda TNI Dr. Drs. Ir. Suyono Thamrin, M.Eng.Sc. dari Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjamin Mutu Unhan menjadi Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Laksma TNI Dr. Edi Suhardono, S.E., M.A.P. dari Wakil Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan menjadi Dosen Tetap Unhan, Kolonel Laut (P) Purwanto, S.E., M.M., M.Si. (Han) dari Ses Prodi Keamanan Maritim Fakultas Keamanan Nasional Unhan menjadi Wakil Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan, Mayjen TNI (Mar) Guntur Irianto Ciptolono, S.E. dari Deputi Bid. Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI (Mar) Harhar Sucharyana dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), dan Brigjen TNI (Mar) Dedi Suhendar dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun),
14 Pati Angkatan Udara yaitu Marsma TNI Anwar Kasim, S.I.P. dari Direvbang Sesko TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Pnb Umar Fathurrohman, S.I.P., M.Si., M.Tr. (Han) dari Paban III/Mindik Ditdik Sesko TNI menjadi Direvbang Sesko TNI, Marsma TNI Pujiyanto S., S.I.P. dari Kapusinfolahta TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Lek Agus M. Bahron dari Paban Utama HAM Sahli Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI menjadi Kapusinfolahta TNI, Marsma TNI Drs. Embu Agapitus, M.Si. (Han) dari Kasgartap II/Bdg menjadi Kaskogartap II/Bdg (validasi organisasi), Marsma TNI Trusta Yuniarta dari Kadiswatpersau menjadi Dirum Kodiklatau, Marsma TNI Irbanto, Avianto, S.E., M.Si. dari Dirum Kodiklatau menjadi Kadiswatpersau, Marsma TNI Bambang Nurwicahyo dari Kabinda Riau BIN menjadi Pati Maes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Heru Anggraito, S.E., M.M. dari Kapusdatin BNPP (Basarnas) menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Lek Amirullah HZ. Dari Paban IV/Ponendik Ditjian Kodiklatau menjadi Kapusdatin BNPP (Basarnas), Marsma TNI F. Indrajaya, S.E., M.M. dari Direktur Bina Potensi BNPP (Basarnas) menjadi Direktur Bina Tenaga BNPP (Basarnar), Marsda TNI Tri Budi Satrio, S.I.P., M.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Subarno dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), dan Marsma TNI Binsar Parulian Lumban Tobing dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun). (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Bakamla RI menggelar kegiatan Round Table Discussion Group (RTDG) guna membahas Naskah Akademik Kebijakan Intergrasi Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan Laut Nasional di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56,Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/19). Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI (Jakstra) Laksda Bakamla Drs. Hariadi. S.H, mengatakan bahwa upaya pengamanan wilayah perairan Indonesia dan wilayah yuridiksi Indonesia saat ini dilakukan oleh beberapa kementrian/lembaga yang bertugas mengamankan wilayah dimana mereka memiliki kewenangan untuk mengamankan wilayah laut berdasarkan ketentuan undang-undang. Dalam hal ini penggunaan teknologi informasi dengan menggunakan sistem informasi dan sistem peringatan dini untuk pengawasan laut oleh seluruh instansi terkait masih dilaksanakan sektoral sesuai dengan kewenangannya. Kepala Bakamla melanjutkan bahwa tersebarnya pantauan keamanan dan keselamatan di laut menimbulkan inefektivitas dan inefisiensi karena masing-masing instansi membangun suatu sistem pemantauan yang pada dasarnya sudah dimiliki oleh instansi lainnya. Oleh karena itu perlu integrasi sistem informasi dan sistem peringatan dini seluruh instansi terkait dalam satu wadah untuk menghasilkan informasi yang sudah diolah (informasi intelijen) untuk digunakan oleh unsur operasi terdekat seluruh instansi terkait secara terintegrasi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengamanan laut Indonesia, sehingga dapat mendukung terwujudnya keamanan laut di Indonesia. “Saya berharap adanya partisipasi aktif dari para kementerian/lembaga yang hadir, untuk memberikan saran dan masukan sebagai penyempurnaan draftNaskah Akademik Kebijakan Intergrasi Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan Laut Nasional yang telah disusun oleh tim perumus,” ujar Laksdya Taufiq. Pelaksanaan Round Table Discussion Group dipimpin langsung Direktur Kebijakan Bakamla RI Laksma Bakamla Samuel H. Kowaas, M.Sc. Turut hadir pejabat Bakamla yaitu Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla RI (Inhuker) Laksda Bakamla Dade Ruskandar, S.H.,M.H., pejabat Eselon II,III dan IV, Tim Perumus dan Perwakilan Kementerian/Lembaga terkait. Kegiatan RTDG ini juga diisi dengan kunjungan para undangan ke Puskodal Bakamla RI yang nantinya menjadi fusion center informasi maritim.
Jambi, Sumbawanews.com.- Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI) pada 2018 menemukan 4 kasus gizi buruk pada anak rentang usia 0 – 23 bulan yang disebabkan oleh konsumsi susu kental manis sejak bayi di Batam, Kendari dan Sulawesi Selatan. Satu orang diantaranya meninggal pada usia 10 bulan. Diketahui, orang tua memberikan susu kental manis untuk anak karena beranggapan produk tersebut adalah susu yang dapat memenuhi gizi anak, harga yang ekonomis dan kemasan iklan yang menampilkan susu kental manis sebagai minuman susu.
Menindaklanjuti temuan tersebut, berbagai upaya dilakukan YAICI dalam rangka pencegahan kesalahan merubah persepsi salah di masyarakat tentang susu kental manis. Diantara yang telah dilakukan adalah bermitra dengan banyak pihak, salah satunya adalah PP Aisyiyah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.
Di Jambi, Edukasi Gizi bagi Ibu untuk menyikapi Iklan Pangan Menyesatkan dalam Upaya Melindungi & Mewujudkan Generasi Sehat menghadirkan narasumber dari Kepala Balai Besar POM provinsi Jambi, Drs. Antoni Asdi. M.Pharm, M.Kes Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Provinsi Jambi H. Helfiyan Amnun SST, Ketua Harian YAICI Arif Hidayat, SE. MM, dan Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dra. Chairunissa M.Kes.
Ketua Harian YAICI Arif Hidayat di Jambi, Selasa (17/12/2019), mengatakan, pihaknya telah melakukan survei di sejumlah kota di Indonesia dengan temuan bahwa sebagian besar persepsi masyarakat dan keputusan-keputusan orang tua memberi asupan gizi untuk anak akibat iklan produk pangan di televisi.
“Televisi adalah media konsumsi yang sudah jamak di masyarakat kita, maka tidak heran apa yang disajikan melalui televisi lebih mudah masuk ke masyarakat, termasuk iklan,” kata Arif.
Maka kata dia, meskipun durasinya pendek, namun iklan selalu ditayangkan berulang-ulang sehingga apapun pesan iklan akan dianggap benar oleh masyarakat, tanpa mengecek lebih lanjut akan kebenarannya.
Narasumber dalam Talhsow YAICI – Aisyiyah
Pada periode September-November 2019, YAICI bersama Majelis Kesehatan PP Aisyiyah telah melakukan survei konsumsi susu kental manis atau krimer di Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara.
Hasilnya, dapat disimpulkan bahwa iklan produk pangan pada media massa khususnya televisi sangat mempengaruhi keputusan orang tua terhadap pemberian asupan gizi untuk anak.
“Sebanyak 37 persen responden beranggapan bahwa susu kental manis adalah susu, bukan topping, dan 73 persen responden mengetahui informasi susu kental manis sebagai susu dari iklan televisi,” katanya.
Ia menyimpulkan bahwa betapa televisi menjadi konsumsi harian masyarakat yang berpengaruh terhadap pembentukan persepsi.
Iklan sebagai promosi produk yang ditayangkan berulang akhirnya akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk yang diiklankan.
“Salah satu contohnya adalah susu kental manis, selama ini diiklankan sebagai susu, maka hingga hari ini masih ada masyarakat yang mengkonsumsi susu kental manis sebagai susu, meskipun BPOM telah melarang,” jelas Arif Hidayat.
Hasil penelitian di 3 provinsi menyebutkan status gizi buruk terjadi pada 14,5 persen balita yang mengkonsumsi susu kental manis lebih dari 1 kali/sehari, gizi kurang 29,1 persen.
Lebih lanjut, Arif menjelaskan pengaturan tentang iklan susu kental manis semula telah diatur melalui Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) yang dikeluarkan pada 22 Mei 2018.
Pada dasarnya, pasal-pasal dalam surat edaran tersebut telah mengatur dengan jelas tentang iklan susu kental manis agar tidak lagi mengakibatkan kesalahan persepsi pada masyarakat.
“Kami concern pada point nomor yang berbunyi ‘dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman’, point ini cukup jelas dan tegas menyebutkan bahwa susu kental manis tidak boleh disajikan dalam bentuk minuman,” kata Arif.
Menindaklanjuti temuan tersebut, berbagai upaya dilakukan YAICI dalam rangka pencegahan kesalahan mengubah persepsi salah di kalangan masyarakat tentang susu kental manis. Di antara yang telah dilakukan adalah bermitra dengan banyak pihak, salah satunya adalah PP Aisyiyah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.
Di Provinsi Jambi misalnya, gizi buruk masih menjadi ancaman mengingat masih banyaknya warga masyarakat yang berpenghasilan rendah dan belum melakukan pola asuh anak yang baik.
Berdasarkan Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, hingga November 2019 ditemukan 71 kasus gizi buruk dan dua kasus meninggal.
Sebagian besar kasus gizi buruk di daerah itu dialami anak usia bayi lima tahun (balita) dari keluarga kurang mampu. Sementara untuk wilayah dengan temuan gizi buruk tinggi adalah Kabupaten Muarojambi, sebanyak 21 kasus dan Tebo sebanyak 19 kasus. Di antara faktor penyebabnya adalah kekurangan asupan makanan bergizi dan perawatan yang kurang baik.
Kepala Balai Besar POM Provinsi Jambi, Drs. Antoni Asdi. M.Pharm mengatakan langkah penting mengatasi persoalan susu kental manis adalah mengedukasi masyarakat mengenai 1000 HPK.
“1000 HPK bayi harus mendapat ASI, jika ASI tidak keluar maka berikan susu formula sesuai standar,” kata Antoni. Lebih lanjut, ia berharap orang tua tidak lagi memberikan susu kental manis kepada anak dan balita.
Tak hanya edukasi masyarakat, mengedukasi produsen agar ikut serta membangun generasi bangsa yang sehat juga diperlukan. Salah satu yang telah dilakukan BPOM adalah pengawasan terhadap iklan-iklan produk pangan termasuk susu kental manis. “BPOM sudah mengawasi iklan di TV, yang sulit adalah bagaimana kita mengawasi iklan online,” kata Antoni.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Chairunnisa mengatakan kesehatan keluarga harus dimulai dari ibu yang bijak memilih makanan.
Menurut dia, para ibu juga harus teredukasi tentang gizi agar tidak salah dalam memberi asupan gizi, seperti susu kental manis yang seharusnya adalah topping makanan, sehingga jangan sampai diberikan sebagai minuman untuk anak-anak.
Untuk itu Aisyiyah mengimbau agar para ibu sebagai pendidik utama di keluarga harus sehat dan juga cerdas.
“Ibu harus mampu memilah dan memilih dengan baik produk pangan yang banyak diiklankan di media massa. Tugas kita adalah mewujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas sehingga bonus demografi di masa mendatang tidak menjadi beban bagi bangsa kita,” katanya.(sn01)
Bogor – Para atlet tinju NTB yang dilepas oleh Ketua Pertina NTB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dengan menggelar upacara pemberangkatan di lapangan Makorem 162/WB Mataram pada hari Rabu (11/12), kini sudah mulai memperlihatkan kemampuan mereka.
Didampingi Manager Tim dari Kodim 1606/Lobar, Danramil Ampenan Kapten Inf. Jamuhur dan 3 pelatih, Idris Abbas, Muhammad Ali dan Indah Dugi Cahyono beberapa atlet sudah masuk ke babak final seperti Shinta Agustin, dikelas 45 kg, Selasa (17/12).
Pada pertarungan pertama, Shinta Agustina yang bertarung dikelas 45 kg melawan Jawa Timur meraih kemenangan. Begitu juga ketika dalam pertarungan kedua melawan petinju dari Sulawesi Selatan shinta agustina juga menang.
Setelah 2 kali pertarungan, dapat dipastikan Shinta Agustina masuk babak final dan menunggu jadwal bertarung.
Atlet putri Sarmila sudah dapat dipastikan pula masuk final di kelas 54 kg, setelah berhasil mengalahkan Kalimantan Barat dan Maluku Utara.
Untuk sementara Riza Pastika dikelas 64 kg di semi final akan melawan atlet Sulawesi Utara, begitu juga Nasrudin dikelas 91 kg di semi final akan bertarung melawan petinju asal Jawa Barat besok (18/12).
Dua atlet lainnya Yuda Wiranto yang bertanding di kelas 52 Kg, Furkan dikelas 60 Kg, mereka berdua harus rela menerima kekalahan dari petinju asal Jawa Barat.
MATARAM – After holding the 61st NTB Anniversary Commemoration Ceremony, in the field of the NTB Governor’s Office with the NTB Governor Ceremony Inspector Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., the event continued with the Defile Parade which was attended by all participants of the ceremony, both TNI, Polri and ASN representatives of each Regency / City on Jalan Penjanggik with the star point of the Front of the Sangkareang Field towards the Islamic Center Hubbul Wathon Mosque in Mataram.
NTB’s cultural and cultural defile program was witnessed by NTB Governor Danrem 162 / WB Col. Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S. Sos. SH. M.Han., NTB Regional Police Chief Inspector General of Police Drs. Nana Sudjana, MM., And the NTB Regional Leaders Communication Forum (Forkopimda).
Korem 162 / WB Commander conveyed that this Defile Parade was held to enliven the 61st Anniversary of NTB Province and also to enliven the 74th AD Battalion of the Republic of Indonesia in 2019.
“The Commemoration of the Armed Forces of the Army on December 15 yesterday, but because of the time close to the Provincial Anniversary, so we combine so that synergy, cohesiveness, and togetherness are well developed,” said Danrem.
According to him, what is interesting in this cultural defile parade, in addition to the participants using traditional clothing Sasak, Samawa and Mbojo (Sasambo) which is a characteristic of the NTB community, is also divided into several groups according to the era of each Governor.
For example, say the man who was born in Jakarta, the period of the first Governor’s office made an impression at that time, as well as the following Governors including the year of establishment of the Regency / City according to the Governor’s period.
Some of the series welcomed the commemoration of the Armed Forces of the Army which have been carried out, among others, reforestation, beach cleaning service, cataract surgery, cleft lip surgery, group pilgrimage to the TMP and others.
In addition to the parade of defiles and cultural marches, the event was also enlivened by the carnival community of Brotherhood MC Indonesia, Moge, Club Vesva Grand Army, Wilis Car Club, bicycle ontel, Babinsa motorbike, and Danramil Korem 162 / WB cars around the city of Mataram with a start and finish point Hubbul Wathon Islamic Center Mosque.
After carrying out a series of Sasambo cultural defile parades, the event continued with prayer and eating together (begibung) event at the Mataram Islamic Center Hall.
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., melantik dan mengambil sumpah 92 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI pada Upacara Prasetia Perwira Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Selasa (17/12/2019).
Perwira Prajurit Karier Rohaniawan dan Intelijen TNI merupakan Perwira bersumber dari Sarjana (S1 dan S2) dan Diploma IV yang direkrut dari berbagai perguruan tinggi terkemuka dalam negeri. Sejumlah 92 Pa PK TNI tersebut terdiri dari 48 personel TNI AD, 27 personel TNI AL dan 17 personel TNI AU. Lulusan terbaik pria memperoleh anugerah Trisura Jalu Wiratama diraih oleh Letda Caj Raka Armykav, S.Sos.
Kepada perwira remaja yang baru dilantik tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan agar terus mengembangkan kemampuan dan wawasan, senantiasa tingkatkan kualitas diri dalam menghadapi tugas yang semakin kompleks. “Pelantikan ini adalah titik awal bagi para perwira sekalian. Pendidikan dan latihan selanjutnya serta tugas-tugas yang telah menanti pada hakekatnya adalah gemblengan terus menerus yang akan menjadikan para Perwira semakin matang dan profesional,” ungkapnya.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, profesionalisme TNI selama ini diakui tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga saat melaksanakan tugas di luar negeri. Profesionalisme itu akan menghadapi tantangan seiring dengan perkembangan dunia, tidak hanya bidang kemiliteran.
“Terlebih kemajuan teknologi yang mewarnai revolusi industri 4.0 bergerak semakin cepat. Perubahan ini harus kita antisipasi dengan baik. Sebagai organisasi, TNI harus menjadi organisasi yang adaptif, diawaki oleh personel yang berkualitas dan adaptif pula,” katanya.
Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa sebagai Perwira, para Prajurit Pertama terikat pada kode etik Perwira budhi bhakti wira utamayang merupakan perwujudan tekad pengabdian dan nilai moral yang harus dilaksanakan dalam kehidupan keprajuritan. Selain itu, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Delapan Wajib TNI harus senantiasa menyatu secara utuh dan diimplementasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Oleh karena itu, kemampuan para Perwira sekalian dalam memimpin satuan nantinya untuk beradaptasi menghadapi tantangan haruslah berdasarkan koridor-koridor tersebut,” tutup Panglima TNI. (Mad/Puspen TNI)
Jakarta, 16 Desember 2019. Bakamla RI menginjak usia ke-5 tahun. Dalam rangka memperingatinya, Bakamla RI menggelar Acara Syukuran Dalam Rangka HUT Ke-5 Bakamla RI yang dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/12/19).
Acara syukuran ini terasa sangat spesial karena mengundang para mantan Kepala dan Sestama dari Kalakhar, Bakorkamla hingga terbentuk Bakamla RI, diantaranya Laksdya TNI (Purn) Djoko Sumarno, Laksdya TNI (Purn) Budhi Hardjo, Laksdya TNI (Purn) Bambang Suwarto, Laksdya TNI (Purn) Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc., Laksdya TNI (Purn) Arie Soedewo, S.E., M.H.,Laksdya TNI Agus Setiadji dan Marsda TNI (Purn) Widiantoro, M.B.A.
Dalam sambutannya, Kepala Bakamla RI menjelaskan bahwa dalam upaya penegakan hukum di wilayah Indonesia secara efektif ada beberapa tantangan yang kita hadapi. Tantangan yang dimaksud, pertama adalah posisi dan konstelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Kedua, posisi Indonesia yang terletak di persilangan antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Ketiga, kewajiban Indonesia terhadap hukum laut Internasional yang harus mengamankan. Keempat, masih adanya aktivitas illegal yang ada di perairan Indonesia. Kelima, perbatasan maritim yang belum selesai. Keenam, ada sikap asertif di utara dan juga ada kepentingan negara besar di sana.
Laksdya Taufiq menambahkan, ada enam fokus pencapaian tugas yang harus dicapai Bakamla RI yaitu (1) amannya choike point diseluruh perairan Indonesia, (2) terjaminya keamanan ALKI, (3) terjaganya kedaulatan NKRI, (4) tegaknya hukum di seluruh perairan Indonesia, (5) pelaku bisnis di laut merasa aman dan nyaman dan tercapainya visi poros maritim dunia.
Untuk mencapai tugas tersebut, Lakdya Taufiq menjelaskan, perlu adanya pembinaan kekuatan didalam Bakamla RI, seperti bidang operasi, bidang latihan, bidang informasi dan bidang personel seperti yang sudah dilakukan angkatan pertama Bakamla RI yang melaksankan Latsarmil di Batalyon 10 Marinir Batam dan akan dilaksanakan angkatan berikutnya.
“Selain pembinaan kekuatan juga perlu adanya
pembangunan kekuatan yaitu membangun Puskodal yang terintegrasi dengan
stakeholder maupun kapal patroli Bakamla RI,” jelas Laksdya Taufiq.
Laksdya Taufiq menambahkan, kedepan Bakamla RI akan
menjadi Indonesia Coast Guard yang mampu mensinergikan operasi keamanan laut
dan ini merupakan keinginan pemerintah untuk menjadikan Bakamla RI sebagai
Indonesia Coast Guard. Diplomasi maritim yang telah dilaksanakan Bakamla RI
disepakati bahwa counterpart yang memangku fungsi Coast Guard di Indonesia
adalah Bakamla RI.
“Pertumbuhan kepercayaan Pemerintah dan
masyarakat maritim yang meningkat terhadap Bakamla RI tidak terlepas dari kerja
keras dan pengabdian tanpa pamrih seluruh pengawak Bakamla RI. Oleh karena itu
Bakamla RI berkomitmen akan terus bekerja memberikan manfaat terjaminya
keamanan dan keselamatan laut di perairan Indonesia dan Yurisdiksi
Indonesia,” tutup Laksdya Taufiq.
Acara syukuran Dalam Rangka HUT Ke-5 Bakamla RI diikuti oleh seluruh pejabat eselon I,II,III, IV dan personel Bakamla RI yang berdinas di Jakarta. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi jembatan nutrisi bagi siswa, tetapi juga...
Sumbawanews.com,- Moskow mengecam Prancis, Jerman, dan Inggris atas apa yang disebutnya sebagai sikap hipokrit dalam konflik Ukraina. Dalam pertemuan tertutup di ibu kota Rusia,...
Sumbawanews.com,- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, memberikan respons tegas terhadap ultimatum yang dilayangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah...
Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan transaksi di Jakarta Fair 2027 mencapai Rp9 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya yang terus meningkat. Target ini...
Sumbawanews.com,- Di tengah gemerlap Summer Game Fest tahun ini, Sega memperkenalkan Stranger Than Heaven—game baru dari RGG Studio yang menggoyang fondasi warisan Yakuza. Bukan...