sumbawanews.com,- Bakamla RI menggelar kegiatan Round Table Discussion Group (RTDG) guna membahas Naskah Akademik Kebijakan Intergrasi Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan Laut Nasional di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56,Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/19). Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI (Jakstra) Laksda Bakamla Drs. Hariadi. S.H, mengatakan bahwa upaya pengamanan wilayah perairan Indonesia dan wilayah yuridiksi Indonesia saat ini dilakukan oleh beberapa kementrian/lembaga yang bertugas mengamankan wilayah dimana mereka memiliki kewenangan untuk mengamankan wilayah laut berdasarkan ketentuan undang-undang. Dalam hal ini penggunaan teknologi informasi dengan menggunakan sistem informasi dan sistem peringatan dini untuk pengawasan laut oleh seluruh instansi terkait masih dilaksanakan sektoral sesuai dengan kewenangannya. Kepala Bakamla melanjutkan bahwa tersebarnya pantauan keamanan dan keselamatan di laut menimbulkan inefektivitas dan inefisiensi karena masing-masing instansi membangun suatu sistem pemantauan yang pada dasarnya sudah dimiliki oleh instansi lainnya. Oleh karena itu perlu integrasi sistem informasi dan sistem peringatan dini seluruh instansi terkait dalam satu wadah untuk menghasilkan informasi yang sudah diolah (informasi intelijen) untuk digunakan oleh unsur operasi terdekat seluruh instansi terkait secara terintegrasi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengamanan laut Indonesia, sehingga dapat mendukung terwujudnya keamanan laut di Indonesia. “Saya berharap adanya partisipasi aktif dari para kementerian/lembaga yang hadir, untuk memberikan saran dan masukan sebagai penyempurnaan draftNaskah Akademik Kebijakan Intergrasi Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan Laut Nasional yang telah disusun oleh tim perumus,” ujar Laksdya Taufiq. Pelaksanaan Round Table Discussion Group dipimpin langsung Direktur Kebijakan Bakamla RI Laksma Bakamla Samuel H. Kowaas, M.Sc. Turut hadir pejabat Bakamla yaitu Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla RI (Inhuker) Laksda Bakamla Dade Ruskandar, S.H.,M.H., pejabat Eselon II,III dan IV, Tim Perumus dan Perwakilan Kementerian/Lembaga terkait. Kegiatan RTDG ini juga diisi dengan kunjungan para undangan ke Puskodal Bakamla RI yang nantinya menjadi fusion center informasi maritim.
Jambi, Sumbawanews.com.- Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI) pada 2018 menemukan 4 kasus gizi buruk pada anak rentang usia 0 – 23 bulan yang disebabkan oleh konsumsi susu kental manis sejak bayi di Batam, Kendari dan Sulawesi Selatan. Satu orang diantaranya meninggal pada usia 10 bulan. Diketahui, orang tua memberikan susu kental manis untuk anak karena beranggapan produk tersebut adalah susu yang dapat memenuhi gizi anak, harga yang ekonomis dan kemasan iklan yang menampilkan susu kental manis sebagai minuman susu.
Menindaklanjuti temuan tersebut, berbagai upaya dilakukan YAICI dalam rangka pencegahan kesalahan merubah persepsi salah di masyarakat tentang susu kental manis. Diantara yang telah dilakukan adalah bermitra dengan banyak pihak, salah satunya adalah PP Aisyiyah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.
Di Jambi, Edukasi Gizi bagi Ibu untuk menyikapi Iklan Pangan Menyesatkan dalam Upaya Melindungi & Mewujudkan Generasi Sehat menghadirkan narasumber dari Kepala Balai Besar POM provinsi Jambi, Drs. Antoni Asdi. M.Pharm, M.Kes Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinkes Provinsi Jambi H. Helfiyan Amnun SST, Ketua Harian YAICI Arif Hidayat, SE. MM, dan Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dra. Chairunissa M.Kes.
Ketua Harian YAICI Arif Hidayat di Jambi, Selasa (17/12/2019), mengatakan, pihaknya telah melakukan survei di sejumlah kota di Indonesia dengan temuan bahwa sebagian besar persepsi masyarakat dan keputusan-keputusan orang tua memberi asupan gizi untuk anak akibat iklan produk pangan di televisi.
“Televisi adalah media konsumsi yang sudah jamak di masyarakat kita, maka tidak heran apa yang disajikan melalui televisi lebih mudah masuk ke masyarakat, termasuk iklan,” kata Arif.
Maka kata dia, meskipun durasinya pendek, namun iklan selalu ditayangkan berulang-ulang sehingga apapun pesan iklan akan dianggap benar oleh masyarakat, tanpa mengecek lebih lanjut akan kebenarannya.
Narasumber dalam Talhsow YAICI – Aisyiyah
Pada periode September-November 2019, YAICI bersama Majelis Kesehatan PP Aisyiyah telah melakukan survei konsumsi susu kental manis atau krimer di Provinsi Aceh, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara.
Hasilnya, dapat disimpulkan bahwa iklan produk pangan pada media massa khususnya televisi sangat mempengaruhi keputusan orang tua terhadap pemberian asupan gizi untuk anak.
“Sebanyak 37 persen responden beranggapan bahwa susu kental manis adalah susu, bukan topping, dan 73 persen responden mengetahui informasi susu kental manis sebagai susu dari iklan televisi,” katanya.
Ia menyimpulkan bahwa betapa televisi menjadi konsumsi harian masyarakat yang berpengaruh terhadap pembentukan persepsi.
Iklan sebagai promosi produk yang ditayangkan berulang akhirnya akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk yang diiklankan.
“Salah satu contohnya adalah susu kental manis, selama ini diiklankan sebagai susu, maka hingga hari ini masih ada masyarakat yang mengkonsumsi susu kental manis sebagai susu, meskipun BPOM telah melarang,” jelas Arif Hidayat.
Hasil penelitian di 3 provinsi menyebutkan status gizi buruk terjadi pada 14,5 persen balita yang mengkonsumsi susu kental manis lebih dari 1 kali/sehari, gizi kurang 29,1 persen.
Lebih lanjut, Arif menjelaskan pengaturan tentang iklan susu kental manis semula telah diatur melalui Surat Edaran bernomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3) yang dikeluarkan pada 22 Mei 2018.
Pada dasarnya, pasal-pasal dalam surat edaran tersebut telah mengatur dengan jelas tentang iklan susu kental manis agar tidak lagi mengakibatkan kesalahan persepsi pada masyarakat.
“Kami concern pada point nomor yang berbunyi ‘dilarang menggunakan visualisasi gambar susu cair dan/atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman’, point ini cukup jelas dan tegas menyebutkan bahwa susu kental manis tidak boleh disajikan dalam bentuk minuman,” kata Arif.
Menindaklanjuti temuan tersebut, berbagai upaya dilakukan YAICI dalam rangka pencegahan kesalahan mengubah persepsi salah di kalangan masyarakat tentang susu kental manis. Di antara yang telah dilakukan adalah bermitra dengan banyak pihak, salah satunya adalah PP Aisyiyah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat.
Di Provinsi Jambi misalnya, gizi buruk masih menjadi ancaman mengingat masih banyaknya warga masyarakat yang berpenghasilan rendah dan belum melakukan pola asuh anak yang baik.
Berdasarkan Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, hingga November 2019 ditemukan 71 kasus gizi buruk dan dua kasus meninggal.
Sebagian besar kasus gizi buruk di daerah itu dialami anak usia bayi lima tahun (balita) dari keluarga kurang mampu. Sementara untuk wilayah dengan temuan gizi buruk tinggi adalah Kabupaten Muarojambi, sebanyak 21 kasus dan Tebo sebanyak 19 kasus. Di antara faktor penyebabnya adalah kekurangan asupan makanan bergizi dan perawatan yang kurang baik.
Kepala Balai Besar POM Provinsi Jambi, Drs. Antoni Asdi. M.Pharm mengatakan langkah penting mengatasi persoalan susu kental manis adalah mengedukasi masyarakat mengenai 1000 HPK.
“1000 HPK bayi harus mendapat ASI, jika ASI tidak keluar maka berikan susu formula sesuai standar,” kata Antoni. Lebih lanjut, ia berharap orang tua tidak lagi memberikan susu kental manis kepada anak dan balita.
Tak hanya edukasi masyarakat, mengedukasi produsen agar ikut serta membangun generasi bangsa yang sehat juga diperlukan. Salah satu yang telah dilakukan BPOM adalah pengawasan terhadap iklan-iklan produk pangan termasuk susu kental manis. “BPOM sudah mengawasi iklan di TV, yang sulit adalah bagaimana kita mengawasi iklan online,” kata Antoni.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Chairunnisa mengatakan kesehatan keluarga harus dimulai dari ibu yang bijak memilih makanan.
Menurut dia, para ibu juga harus teredukasi tentang gizi agar tidak salah dalam memberi asupan gizi, seperti susu kental manis yang seharusnya adalah topping makanan, sehingga jangan sampai diberikan sebagai minuman untuk anak-anak.
Untuk itu Aisyiyah mengimbau agar para ibu sebagai pendidik utama di keluarga harus sehat dan juga cerdas.
“Ibu harus mampu memilah dan memilih dengan baik produk pangan yang banyak diiklankan di media massa. Tugas kita adalah mewujudkan anak-anak Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas sehingga bonus demografi di masa mendatang tidak menjadi beban bagi bangsa kita,” katanya.(sn01)
Bogor – Para atlet tinju NTB yang dilepas oleh Ketua Pertina NTB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dengan menggelar upacara pemberangkatan di lapangan Makorem 162/WB Mataram pada hari Rabu (11/12), kini sudah mulai memperlihatkan kemampuan mereka.
Didampingi Manager Tim dari Kodim 1606/Lobar, Danramil Ampenan Kapten Inf. Jamuhur dan 3 pelatih, Idris Abbas, Muhammad Ali dan Indah Dugi Cahyono beberapa atlet sudah masuk ke babak final seperti Shinta Agustin, dikelas 45 kg, Selasa (17/12).
Pada pertarungan pertama, Shinta Agustina yang bertarung dikelas 45 kg melawan Jawa Timur meraih kemenangan. Begitu juga ketika dalam pertarungan kedua melawan petinju dari Sulawesi Selatan shinta agustina juga menang.
Setelah 2 kali pertarungan, dapat dipastikan Shinta Agustina masuk babak final dan menunggu jadwal bertarung.
Atlet putri Sarmila sudah dapat dipastikan pula masuk final di kelas 54 kg, setelah berhasil mengalahkan Kalimantan Barat dan Maluku Utara.
Untuk sementara Riza Pastika dikelas 64 kg di semi final akan melawan atlet Sulawesi Utara, begitu juga Nasrudin dikelas 91 kg di semi final akan bertarung melawan petinju asal Jawa Barat besok (18/12).
Dua atlet lainnya Yuda Wiranto yang bertanding di kelas 52 Kg, Furkan dikelas 60 Kg, mereka berdua harus rela menerima kekalahan dari petinju asal Jawa Barat.
MATARAM – After holding the 61st NTB Anniversary Commemoration Ceremony, in the field of the NTB Governor’s Office with the NTB Governor Ceremony Inspector Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., the event continued with the Defile Parade which was attended by all participants of the ceremony, both TNI, Polri and ASN representatives of each Regency / City on Jalan Penjanggik with the star point of the Front of the Sangkareang Field towards the Islamic Center Hubbul Wathon Mosque in Mataram.
NTB’s cultural and cultural defile program was witnessed by NTB Governor Danrem 162 / WB Col. Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S. Sos. SH. M.Han., NTB Regional Police Chief Inspector General of Police Drs. Nana Sudjana, MM., And the NTB Regional Leaders Communication Forum (Forkopimda).
Korem 162 / WB Commander conveyed that this Defile Parade was held to enliven the 61st Anniversary of NTB Province and also to enliven the 74th AD Battalion of the Republic of Indonesia in 2019.
“The Commemoration of the Armed Forces of the Army on December 15 yesterday, but because of the time close to the Provincial Anniversary, so we combine so that synergy, cohesiveness, and togetherness are well developed,” said Danrem.
According to him, what is interesting in this cultural defile parade, in addition to the participants using traditional clothing Sasak, Samawa and Mbojo (Sasambo) which is a characteristic of the NTB community, is also divided into several groups according to the era of each Governor.
For example, say the man who was born in Jakarta, the period of the first Governor’s office made an impression at that time, as well as the following Governors including the year of establishment of the Regency / City according to the Governor’s period.
Some of the series welcomed the commemoration of the Armed Forces of the Army which have been carried out, among others, reforestation, beach cleaning service, cataract surgery, cleft lip surgery, group pilgrimage to the TMP and others.
In addition to the parade of defiles and cultural marches, the event was also enlivened by the carnival community of Brotherhood MC Indonesia, Moge, Club Vesva Grand Army, Wilis Car Club, bicycle ontel, Babinsa motorbike, and Danramil Korem 162 / WB cars around the city of Mataram with a start and finish point Hubbul Wathon Islamic Center Mosque.
After carrying out a series of Sasambo cultural defile parades, the event continued with prayer and eating together (begibung) event at the Mataram Islamic Center Hall.
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., melantik dan mengambil sumpah 92 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI pada Upacara Prasetia Perwira Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Selasa (17/12/2019).
Perwira Prajurit Karier Rohaniawan dan Intelijen TNI merupakan Perwira bersumber dari Sarjana (S1 dan S2) dan Diploma IV yang direkrut dari berbagai perguruan tinggi terkemuka dalam negeri. Sejumlah 92 Pa PK TNI tersebut terdiri dari 48 personel TNI AD, 27 personel TNI AL dan 17 personel TNI AU. Lulusan terbaik pria memperoleh anugerah Trisura Jalu Wiratama diraih oleh Letda Caj Raka Armykav, S.Sos.
Kepada perwira remaja yang baru dilantik tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan agar terus mengembangkan kemampuan dan wawasan, senantiasa tingkatkan kualitas diri dalam menghadapi tugas yang semakin kompleks. “Pelantikan ini adalah titik awal bagi para perwira sekalian. Pendidikan dan latihan selanjutnya serta tugas-tugas yang telah menanti pada hakekatnya adalah gemblengan terus menerus yang akan menjadikan para Perwira semakin matang dan profesional,” ungkapnya.
Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, profesionalisme TNI selama ini diakui tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga saat melaksanakan tugas di luar negeri. Profesionalisme itu akan menghadapi tantangan seiring dengan perkembangan dunia, tidak hanya bidang kemiliteran.
“Terlebih kemajuan teknologi yang mewarnai revolusi industri 4.0 bergerak semakin cepat. Perubahan ini harus kita antisipasi dengan baik. Sebagai organisasi, TNI harus menjadi organisasi yang adaptif, diawaki oleh personel yang berkualitas dan adaptif pula,” katanya.
Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa sebagai Perwira, para Prajurit Pertama terikat pada kode etik Perwira budhi bhakti wira utamayang merupakan perwujudan tekad pengabdian dan nilai moral yang harus dilaksanakan dalam kehidupan keprajuritan. Selain itu, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta Delapan Wajib TNI harus senantiasa menyatu secara utuh dan diimplementasikan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Oleh karena itu, kemampuan para Perwira sekalian dalam memimpin satuan nantinya untuk beradaptasi menghadapi tantangan haruslah berdasarkan koridor-koridor tersebut,” tutup Panglima TNI. (Mad/Puspen TNI)
Jakarta, 16 Desember 2019. Bakamla RI menginjak usia ke-5 tahun. Dalam rangka memperingatinya, Bakamla RI menggelar Acara Syukuran Dalam Rangka HUT Ke-5 Bakamla RI yang dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (16/12/19).
Acara syukuran ini terasa sangat spesial karena mengundang para mantan Kepala dan Sestama dari Kalakhar, Bakorkamla hingga terbentuk Bakamla RI, diantaranya Laksdya TNI (Purn) Djoko Sumarno, Laksdya TNI (Purn) Budhi Hardjo, Laksdya TNI (Purn) Bambang Suwarto, Laksdya TNI (Purn) Dr. Desi Albert Mamahit, M.Sc., Laksdya TNI (Purn) Arie Soedewo, S.E., M.H.,Laksdya TNI Agus Setiadji dan Marsda TNI (Purn) Widiantoro, M.B.A.
Dalam sambutannya, Kepala Bakamla RI menjelaskan bahwa dalam upaya penegakan hukum di wilayah Indonesia secara efektif ada beberapa tantangan yang kita hadapi. Tantangan yang dimaksud, pertama adalah posisi dan konstelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Kedua, posisi Indonesia yang terletak di persilangan antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Ketiga, kewajiban Indonesia terhadap hukum laut Internasional yang harus mengamankan. Keempat, masih adanya aktivitas illegal yang ada di perairan Indonesia. Kelima, perbatasan maritim yang belum selesai. Keenam, ada sikap asertif di utara dan juga ada kepentingan negara besar di sana.
Laksdya Taufiq menambahkan, ada enam fokus pencapaian tugas yang harus dicapai Bakamla RI yaitu (1) amannya choike point diseluruh perairan Indonesia, (2) terjaminya keamanan ALKI, (3) terjaganya kedaulatan NKRI, (4) tegaknya hukum di seluruh perairan Indonesia, (5) pelaku bisnis di laut merasa aman dan nyaman dan tercapainya visi poros maritim dunia.
Untuk mencapai tugas tersebut, Lakdya Taufiq menjelaskan, perlu adanya pembinaan kekuatan didalam Bakamla RI, seperti bidang operasi, bidang latihan, bidang informasi dan bidang personel seperti yang sudah dilakukan angkatan pertama Bakamla RI yang melaksankan Latsarmil di Batalyon 10 Marinir Batam dan akan dilaksanakan angkatan berikutnya.
“Selain pembinaan kekuatan juga perlu adanya
pembangunan kekuatan yaitu membangun Puskodal yang terintegrasi dengan
stakeholder maupun kapal patroli Bakamla RI,” jelas Laksdya Taufiq.
Laksdya Taufiq menambahkan, kedepan Bakamla RI akan
menjadi Indonesia Coast Guard yang mampu mensinergikan operasi keamanan laut
dan ini merupakan keinginan pemerintah untuk menjadikan Bakamla RI sebagai
Indonesia Coast Guard. Diplomasi maritim yang telah dilaksanakan Bakamla RI
disepakati bahwa counterpart yang memangku fungsi Coast Guard di Indonesia
adalah Bakamla RI.
“Pertumbuhan kepercayaan Pemerintah dan
masyarakat maritim yang meningkat terhadap Bakamla RI tidak terlepas dari kerja
keras dan pengabdian tanpa pamrih seluruh pengawak Bakamla RI. Oleh karena itu
Bakamla RI berkomitmen akan terus bekerja memberikan manfaat terjaminya
keamanan dan keselamatan laut di perairan Indonesia dan Yurisdiksi
Indonesia,” tutup Laksdya Taufiq.
Acara syukuran Dalam Rangka HUT Ke-5 Bakamla RI diikuti oleh seluruh pejabat eselon I,II,III, IV dan personel Bakamla RI yang berdinas di Jakarta. (Bdr)
(Maluku. Senin, 16 Desember 2019). Untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih akibat musim kemarau beberapa waktu lalu, anggota Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti (Yonif RK 136/TS) yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Ops Pamrahwan) Maluku membantu warga memasang pipa saluran air di Dusun Aira, Kec. Amahai, Kab. Maluku Tengah, Minggu (15/12/2019).
Komandan Pos (Danpos) Aira, Letda Inf Rudi Manurung mengatakan bahwa pemasangan pipa saluran air tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Dusun Aira yang dipergunakan untuk memasak, mencuci, minum dan sebagainya.
“Dalam pelaksanaannya, anggota Pos Aira SSK II Satgas Ops Pamrahwan Maluku Yonif RK 136/TS bersama warga Dusun Aira bahu-membahu memasang pipa air sepanjang 100 meter,” ujarnya.
Menurut Letda Inf Rudi Manurung, air tersebut berasal dari sumber mata air terjun yang ada Kecamatan Amahai. “Pipa air disalukan menuju ke bak penampungan, selanjutnya dialirkan menuju rumah-rumah warga,” ucapnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan Bapak-bapak TNI, mudah-mudahan dengan selesainya saluran pipa air ini, warga disini tidak lagi kekurangan air bersih,” kata salah seorang warga Dusun Aira. (Bdr)
Sumbawa – About eight houses were flooded due to high rainfall from noon to late afternoon in Bantulanteh Village, Tarano District, Sumbawa Regency, Sunday (12/15).
High rainfall in the upstream and clogged river channels in Banda Village and Bantulanteh Village caused rubbish water to rise to a height of 60 cm and submerged seven houses and one house belonging to the Batulanteh State Elementary School.
Knowing these conditions, members of Koramil 1607-02 / Empang together with members of the Empang Police Sector, Bantulanteh Village Head H. Syamsuddin and Tarano District Head M. Tahqik went down to monitor and collect data to help clean the victim’s house after the tide had subsided.
1607 / Sumbawa military district commander Lieutenant Colonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., when contacted confirmed the incident. He and the relevant authorities went directly to the location to check and help residents whose houses were affected by the flood.
In addition, he and the Tarano District Head and members of the Sectoral Police coordinated with the District Public Works Agency to bring in heavy equipment to clean up trash that impedes river water flow.
“Alhamdulillah after sunset, the water has receded and the activities have returned to normal as usual,” said Dandim.
The former Raidersus 744 / SYB infantry battalion commander invited and appealed to the entire community to clean the environment, especially irrigation channels or rivers as well as drainage channels so as not to become clogged. invited and appealed to the entire community to clean the environment, especially irrigation channels or rivers as well as drainage channels so as not to become clogged.
“Let’s protect the environment to plant trees, don’t litter and don’t cut down trees or steer forests that would have an impact on natural disasters that would certainly harm us all,” he said.
(Merauke. Minggu, 15 Desember 2019). Melalui kegiatan teritorial, patroli dan pemeriksaan yang dilaksanakan secara rutin, kehadiran Satgas Pamtas telah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di perbatasan, hingga membuat warga berinisial M (28 th) dengan besar hati dan sukarela menyerahkan senjata api Ruger American Rifle Ranch kaliber 5.56 mm beserta magazennya kepada Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., di Merauke, Papua, Minggu (15/12/2019). “Wujud dari kehadiran Satgas telah dirasakan oleh warga di perbatasan RI-PNG, memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan serta kegiatan teritorial yang terus menerus dilaksanakan dari penyuluhan, karya bakti, bakti sosial dan membantu kesusahan yang dihadapi masyarakat, telah membuat simpatik dan dirasakan nyata manfaatnya,” ungkapnya.
Menurut Mayor Inf Rizky Aditya, pendekatan Binter (Pembinan Teritorial) yang dilakukan satgas
selama ini telah memberikan dampak signifikan. Tidak hanya menjaga situasi aman
kondusif di wilayah perbatasan, Satgas juga telah menumbuhkan kepercayaan,
kedekatan dan menguatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat di sini.
“Seperti yang baru terjadi
pada Jumat (13/12/2019), seorang warga Afkab Makmur, Distrik Muting, Kab. Merauke
berinisial M (28 th) bersama rekannya HH (42 th) mendatangi Pos Kotis di Bupul
1, Kampung Sipias, Distrik Eligobel, dengan sukarela dan sadar diri untuk
menyerahkan satu pucuk senjata api jenis Ruger
American Rifle Ranch kaliber 5.56 mm beserta magazennya,” katanya.
Dansatgas menuturkan bahwa senjata api laras panjang tersebut diserahkan oleh saudara M yang sehari-hari bekerja sebagai supir taksi dan diterima oleh Pasi Intel Satgas Lettu Inf Asep Saepudin, S.T. Han., dimana yang bersangkutan mengaku telah memiliki dan menyimpan senjata tersebut sejak tahun 2007, merupakan pemberian dari ayahnya yang saat ini telah berusia 80 tahun.
“Atas hal
tersebut tentunya kita sangat mengapresiasi kebesaran hati dari pemilik senjata
dengan sukarela telah menyerahkan senjata api yang disimpannya serta memberikan
himbauan kepada seluruh masyarakat di perbatasan untuk tidak menyimpan senjata
api secara ilegal, masalah keamanan serahkan kepada TNI dan Kepolisian,”
ujarnya.
Dansatgas mengatakan, amanah senjata api Ruger American Rifle Ranch kaliber 5.56 mm dan satu buah magazen yang diserahkan saudara M, semantara masih kita (satgas) amankan untuk selanjutnya diserahkan ke Komando Atas dalam hal ini Kolakops Korem 174/ATW. (Bdr)
(Merauke. Minggu, 15 Desember 2019). Tak henti-hentinya terus menciptakan kenyamanan dan keamanan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif MR 411/PDW Kostrad secara rutin melaksanakan pemeriksaan terhadap orang dan kendaraan yang melintas di jalan Trans Papua.
Hal tersebut disampaikan
oleh Dansatgas Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya
S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Sabtu (14/12/2019).
Diungkapkan Dansatgas,
pemeriksaan rutin yang dilaksanakan pada malam hari (13/12) pukul 21.00-23.00
WIT oleh Pos Komando Utama (Kout) dipimpin Patop Satgas Letda Ctp Firman Hadi
bersama sembilan anggotanya, kembali berhasil menyita minuman keras (Miras)
lokal jenis Sopi sebanyak 10 botol air mineral 600 ml.
Adapun pemilik miras lokal Sopi tersebut adalah dua orang pemuda berinisial DK (17) dan PK (17) yang masih berstatus sebagai pelajar SMK warga Kampung Toray, Distrik Sota. Saat dimintai keterangan yang bersangkutan mengaku Sopi atau miras lokal tersebut dibelinya di Merauke dan akan dikonsumsi bersama teman-temannya.
“Dengan penyitaan
barang-barang tersebut, besar harapan kami selaku Satgas Perbatasan, kepada
masyarakat untuk menyadari bahwa konsumsi minuman beralkohol tidak baik untuk
kesehatan dan berpotensi mengganggu ketenangan dan ketertiban masyarakat,”
tegasnya.
Tambah Mayor Inf Rizky,
seperti yang kita ketahui bersama berdasarkan Perda Nomor 15 Tahun 2013 bahwa
peredaran Miras ilegal sangat dilarang di Bumi Cendrawasih ini, atas kejadian
tersebut tindakan yang diambil adalah melaporkan kepada Komando Atas dan
menyita Miras lokal jenis Sopi untuk diserahkan kepada pihak terkait.
Sementara itu Letda Ctp Firman Hadi juga memberikan himbauan kepada dua pemuda yang membawa miras jenis Sopi tersebut agar tidak lagi mengkonsumsi miras lagi, karena minuman keras dapat memicu terjadinya situasi tidak aman dan mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto resmi diangkat sebagai dosen tetap di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta. Pengangkatan itu diumumkan Hasto usai menyampaikan kuliah...
Sumbawanews.com,- Reddit meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menyisipkan video langsung di kolom komentar, memperkaya cara berinteraksi di platform tersebut. Sebelumnya, pengguna hanya bisa...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebanyak 12 orang tewas dalam insiden penembakan brutal yang terjadi di permukiman kumuh Cleveland, Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (12/6/2026). Kejadian yang...
Sumbawanews.com,- Sebuah undang-undang bipartisan yang baru diajukan di Senat Amerika Serikat memberi warga negara hak untuk menggugat pejabat pemerintah yang mencoba memaksa platform media...
Sumbawanews.com,- Kejaksaan Agung menetapkan Hery Susanto, mantan Ketua Ombudsman RI, sebagai tersangka dalam kasus suap terkait tata kelola pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara periode...