(Merauke). Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi Korem 174/ATW kembali menerima kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi Staf Operasi Angkatan Darat (Wasev Sopsad) untuk memastikan tugas berjalan secara optimal.
Pada saat mengunjungi Pos Kout dan Pos Samleber Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Selasa (1/12/2020), Ketua Tim Wasev Sopsad Kolonel Inf Heri Dwi Subagyo beserta rombongan didampingi langsung oleh Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa Letkol Inf Anjuanda Pardosi.
Dansatgas mengatakan bahwa kunjungan Tim Wasev Sopsad merupakan suatu kehormatan sekaligus menjadi motivasi dan semangat baru bagi kami (Satgas). “Dalam kunjungannya ke jajaran Satgas Yonif 125/Simbisa, Tim Wasev Sopsad juga memberikan bingkisan berupa sembako kepada prajurit,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Wasev Sopsad Kolonel Inf Heri Dwi Subagyo dalam arahannya menyampaikan kepada personel Satgas supaya lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama di waktu menjelang berakhirnya masa penugasan. “Selalu waspada, laksanakan tugas dengan tulus dan bertanggungjawab, karena tugas operasi adalah suatu kebanggaan dan kehormatan,” katanya.
“Pelihara moril dan semangat Prajurit, pergunakan waktu yang ada dengan mengisi kegiatan yang positif dan bermanfaat,” tambahnya.
Mengakhiri pengarahannya, Kolonel Inf Heri Dwi Subagyo menyampaikan rasa bangga dan mengapresiasi pelaksanaan tugas Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa dapat berjalan dengan baik, serta memberikan motivasi kepada seluruh Prajurit agar tetap berbuat yang terbaik dan selalu menjaga citra TNI AD.
“Saya bangga sama kalian, tetap semangat dan jangan lupa berdoa agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya. (Bdr)
LOMBOK TENGAH – Pasangan Calon Bupati dan Calon Bupati Lombok Tengah nomor urut 2, Ahmad Ziadi – Lalu Aswatara (Wayent Wah) tampil meyakinkan di Debat Publik II Pilkada Lombok Tengah, Senin malam (30/11) di Hotel D’Max Lombok Tengah.
Gagasan dan konsep pembangunan kolaboratif dan partisipatif yang dikemas dalam pembangunan berjamaah yang disampaikan pasangan Wayent Wah dinilai beberapa pihak menjadi solusi tepat bagi Lombok Tengah ke depan.
“Setelah 10 tahun berjalan dan kami analisa. Maka tidak ada jalan lain, pembangunan berjamaah harus dilakukan di Lombok Tengah,” ujar Ziadi, dalam debat publik putaran II tersebut.
Menurut Ziadi, Lombok Tengah bukan saja dikaruniai sumber daya alam (SDA) yang sangat kaya dan potensial, tetapi juga keragaman kultur, budaya, dan aspek sosial kemasyarakatan lainnya.
Pembangunan Lombok Tengah tidak bisa dilakukan tanpa peran serta semua pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat.
Hal ini juga disampaikan saat menjawab pertanyaan tentang strategi pembangunan prioritas di saat APBD Lombok Tengah lebih besar untuk belanja pegawai ketimbang belanja publik.
Ziadi menekankan disinilah pentingnya konsep berjamaah.
“Misalnya, untuk membutuhkan Kota Praya saja dibutuhkan Rp10 Miliar. Tapi dengan berjamaah bisa cukup Rp1 Miliar kita sediakan alat dan ASN kita kerahkan. Ini juga akan membangun budaya bersih dan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Hanya dengan Rp1 Miliar. Ini contoh saja,” urai Ziadi
Selain itu, untuk efisiensi dan efektivitas anggaran, Ziadi menegaskan, perlu ada upaya peningkatan PAD dan sekaligus mencegah kebocoran-kebocoran. Misalnya, standarisasi harga NJOP, PBB dan lain sebagainya harus dilakukan dengan transparan.
“TKD aktif juga harus dilakukan tidak berdasarkan honorarium. Anggaran APBD Lombok Tengah juga perlu audit investigasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya,” tandasnya.
Terkait prioritas pembangunan, Ziadi menegaskan, harus dimulai dari desa. Peningkatan infrastruktur desa dan peningkatan kapasitas kepemudaan di desa akan menjadi prioritas Wayent Wah ke depan.
Semangat pembangunan berjamaah Ziadi-Aswatara mendapat apresiasi sejumlah pihak.
Pengamat politik Universitas 45 Mataram, Dwi Hidayat Junaidi mengatakan, konsep kolaboratif sangat tepat dilakukan di Lombok Tengah. Apalagi Loteng saat ini menjadi fokus perhatian dan pengembangan ekonomi berbasis pariwisata di tingkat nasional.
“Konsep berjamaah ini paling masuk akal dan memang harus mulai dilakukan di Lombok Tengah,” ujar dia , Selasa sore ( 1/12 ) .
Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Lombok Tengah akan berjalan masif termasuk investasi swasta. Hal ini harus bisa diimbangi oleh Pemda Loteng dengan menyiapkan SDM setempat.
Peluang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, menurut dia, hanya bisa terwujud jika pemimpin daerah punya good will untuk ekonomi kerakyatan.
“Pembangunan kolaboratif atau yang disebut berjamaah oleh Ziadi Aswatara, bisa menjawab tantangan Lombok Tengah ke depan,” paparnya.
Ia juga menilai pasangan Wayent Wah mampu meraih poin lebih dalam debat publik putaran II di Lombok Tengah tersebut.
Penampilan cawabup, Lalu Aswatara, yang berlatar belakang birokrat pada debat kedua itu dinilai menambah keyakinan publik akan penguasaan dan kemampuan pasangan no urut 2 itu membawa lombok tengah lebih baik.
Dibanding 4 paslon lainnya, Wayent Wah nampak menguasai pannggung dan mampu menjabarkan gagasan mereka dengan sangat jelas dan menarik perhatian publik.
sumbawanews.com,- Setiap 1 Desember diperingati sebagai Hari Proklamasi West Papua. Padahal dalam Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 2 Agustus 1969, rakyat memutuskan secara aklamasi bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menangapi hal ini, Ketua Bamus Papua dan Papua Barat Willem Frans Ansanay menegaskan bahwa Pepera 2 Agustus 1969 itu sudah jelas wilayah negara Indonesja dari Sabang sampai Merauke. Bahkan secara pengakuan internasional masuk NKRI yang Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
“Saya garis bawahi sudah clear (Papua masuk NKRI). Fakta sudah membuktikan Internasional sudah clear Papua masuk NKRI,” kata Willem Frans Ansanay dalam diskusi secara virual bertema Ilusi 1 Desember, Senin (30/11/2020).
Kondisi sekarang kata dia, Pemerintah Pusat telah memberikan langkah tepat untuk mengubah Papua lebih baik melalui Dana Otonomi Khusus. “Pemerintah telah memberikan langkah sangat tepat bagi Papua dan telah menyetujui dana Otonomi Khusus bagi Papua,” katanya.
Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Kabiay menambahkan soal 1 Desember yang merupakan Hari Kemerdekaan suatu mimpi belaka saja. Sebab, Papua sudah jelas masuk dipangkuan NKRI dan merdeka pada 17 Agustus 1945.
“Tanggal 1 Desember itu suatu mimpi belaka saja karena kita sudah merdeka 17 Agustus. PBB sudah menyatakan Papua bagian dari Indonesia yang sah. Dalam membentuk negara bukan hal mudah dan tidak mudah membalikan telapak tangan,” ujar dia. (*)
(Merauke). Komandan Korem (Danrem) 174/ATW Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko mengatakan bahwa dalam rangka menyambut Hari Raya Natal tahun 2020, akan dilaksanakan sebuah event yang positif, dengan melibatkan seluruh kalangan masyarakat luas, khususnya masyarakat Papua.
Untuk itu, Danrem Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko mengajak masyarakat Papua untuk menyambut bulan penuh damai dan kasih pada bulan Desember tahun 2020 ini melalui lomba Paduan Suara, Selasa (01/12/2020).
Lomba Paduan Suara tersebut bertemakan “Lagu Mars Babinsa”. Pendaftaran gratis dan bagi para pemenang akan mendapatkan sejumlah hadiah berupa uang dan trophy. Juara I akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), Juara II sebesar Rp. 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah), dan Juara III sebesar Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah).
Persyaratan peserta lomba Paduan Suara bisa diikuti oleh kalangan masyarakat umum. Variasi dan kreasi lagu Mars Babinsa tersebut bebas, namun tidak menyinggung atau bernuansa SARA, politik dan pornografi. Para peserta tetap mematuhi protokol Covid-19 dan menjaga jarak saat bernyanyi.
Lagu dalam bentuk video klip durasi 2-4 menit bisa menggunakan HP (Full HD), untuk kostum yang digunakan peserta bebas, bisa menggunakan kostum khusus, seragam atau pakaian adat.
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 1 hingga tanggal 14 Desember 2020. Pengiriman klip video melalui WA hingga tanggal 18 Desember 2020. Untuk contoh lagu dapat dilihat pada : https//youtube/3bwqo6weNM.
Untuk pendaftaran dapat dilakukan melalui HP, sehingga para peserta tidak perlu mendatangi Kodim, namun melalui nomor HP para Pasiter Kodim sesuai wilayah alamat peserta.
Untuk wilayah Kodim 1707 Merauke, wilayah Kab. Asmat dan wilayah Kab. Mappi melalui Pasiter Kodim Merauke Kapten Inf Herman Purba, nomor HP (081394037396). Wilayah Kodim 1710 Mimika melalui Pasiter Kapten Inf Ahmad Zaini, nomor HP (081240547733) dan Wilayah Kodim 1711 Boven Digoel melalu Pasiter Kapten Inf Warsito, nomor HP (081247719001). Para pemenang lomba Paduan Suara akan diumumkan pada tanggal 23 Desember 2020. (Bdr)
sumbawanews.com,- TNI berangkatkan pasukan khusus untuk memburu kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menggunakan Pesawat TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020).
Seperti yang dijelaskan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat Konferensi Pers bersama Menkopolhukkam kemarin (30/11/2020) bahwa pengiriman pasukan ini dalam rangka membantu Polri untuk memperkuat pasukan yang sudah ada sebelumnya di Poso. Dukungan-dukungan untuk operasi sudah dikirim secara bertahap.
TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lemban Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi pada Jumat 27 November 2020 yang lalu oleh MIT. Sehingga apa yang diharapkan oleh seluruh masyarakat Indonesia bahwa kelompok MIT harus ditumpas. “TNI akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan yang dilakukan oleh MIT,” tegas Panglima TNI.
Panglima TNI mengharapkan doa seluruh bangsa Indonesia agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar. “Dengan dukungan operasi tersebut saya yakin kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap,” harapnya. (Ahm)
sumbawanews.com,- Komandan Jenderal Akademi TNI Marsekal Madya TNI Tamsil Malik, S.E., membuka pendidikan dasar Integratif tahap II Prajurit Taruna Tingkat I Akademi TNI Tahun pendidikan 2020/2021, di lapangan Taruna Bhakti, Resimen candradimuka Akademi TNI, Magelang, Senin (30/11/2020).
Dalam amanatnya Danjen Akademi TNI menyampaikan, Akademi TNI adalah Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabes TNI yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI, dengan tugas pokok menyelenggarakan pendidikan pertama perwira TNI yang bersumber dari Taruna Akademi TNI dari matra darat, laut dan udara, yang bersifat integratif dalam rangka menyiapkan kader Pimpinan TNI.
Adapun tugas yang dilaksanakan adalah menyelenggarakan pendidikan integratif Taruna Tingkat-1 Akademi TNI. Pendidikan Integratif Taruna Tingkat-1 Akademi TNI merupakan pendidikan dasar tahap awal dari bagian pendidikan Pertama Perwira TNI, dengan tujuan untuk membentuk, menanamkan dan menumbuh-kembangkan sikap, semangat dan jiwa keparjuritan bagi calon Prajurit Taruna (Capratar) Akademi TNI.
“Mengingat mereka sebelumnya adalah masyarakat sipil. Pendidikan Dasar integratif dilaksanakan selama 6 bulan yang dibagi dalam 2 tahap di Menchandra Akademi TNI, Magelang,” ujarnya.
Pendidikan integratif tahap-1 Taruna Akademi TNI diikuti oleh 672 Calon Prajurit Taruna atau Capratar (Taruna Darat 425 orang, Taruna Laut 230 orang dan Taruna Udara 117) dan dilaksanakan bersama dengan Calon Bhayangkara Taruna Akpol sebanyak 251 orang, sehingga pendidikan tersebut dinamakan Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Akademi TNI dan Akpol Tp. 2020/2021.
Pendidikan Dasar Integrasi Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akpol Tahun 2020 ini adalah pelaksanaan pendidikan yang keenam dalam satu wadah lembaga pendidikan yang sama, yaitu di Menchandra Akademi TNI yang dibuka pada tanggal 1 September 2020. Adapun maksud dan tujuan dari pendidikan dasar kemitraan ini adalah untuk membangun dan mewujudkan sinergitas dan soliditas bagi calon-calon generasi pemimpin TNI-Polri di masa datang.
Pendidikan dasar Integrasi Kemitraan Taruna Akademi TNI dan Akpol pada tanggal 27 November 2020 yang lalu telah selesai dan ditutup melalui upacara Wisuda Prajurit dan Bhayangkara Taruna Akademi TNI dan Akpol (Wisuda Prabhatar) dengan Inspektur Upacara Panglima TNI secara virtual melalui vicon di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.
Setelah pendidikan dasar integrasi kemitraan selesai, selanjutnya sebanyak 251 Taruna Akpol akan diserahkan kepada Gubernur Akpol guna mengikuti pendidikan lanjutan di Akpol Semarang. Sedangkan Prajurit Taruna Akademi TNI akan mengikuti pendidikan lanjutan tahap ke-2 selama 3 bulan kedepan di Menchandra Akademi TNI.
Pendidikan integratif tahap-2 ini diikuti oleh 672 Taruna Tingkat-1 Akademi TNI dan akan berlangsung selama 3 bulan kedepan. Setelah pendidikan integratif tahap-2 selesai dan para Taruna dinyatakan lulus serta dilantik menjadi Kopral Taruna, selanjutnya para Taruna Akademi TNI akan diserahkan ke Akademi Angkatan masing-masing guna melanjutkan pendidikan kematraan di Akmil, AAL dan AAU selama 3.5 tahun hingga Taruna dilantik menjadi seorang Perwira TNI dengan pangkat Letnan Dua. (Ahm)
sumbawanews.com,- Yayasan AIDS Indonesia mengungkapkan angka terbaru di tiga besar Provinsi yang memiliki Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) tertinggi.
Menurut data organisasi nirlaba ini, Papua memiliki 23.639 ODHA, disusul Jawa Timur 21.128 lalu Jawa Tengah dengan 12.988 orang. Data terakhir kasus AIDS dalam laporan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes per 12 Agustus 2020 mencatat lima Provinsi dengan kasus AIDS terbanyak.
Di antaranya, Papua 23.629, Jawa Timur 21.016, Jawa Tengah 12.565, DKI Jakarta 10.672 dan Bali 8.548. Sedangkan untuk lima Provinsi dengan kasus HIV terbanyak ditempati DKI Jakarta 68.119, Jawa Timur 60.417, Jawa Barat 43.174, Papua 37.662, dan Jawa Tengah 36.262. Menilik hal ini, sudah seharusnya upaya pencegahan penularan HIV/AIDS tetap terus dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Lantaran pandemi tak memperkecil jumlah penderita.
Penyebaran HIV/AIDS akan terus terjadi sebagai ‘bom waktu’ jika tidak dilakukan langkah kongkret pencegahannya. Dari data Kemenkes tersebut, Provinsi Papua masih menjadi provinsi yang memiliki angka penderita AIDS tertinggi. Hal ini tentu saja membutuhkan effort khusus, apalagi dengan karakteristik wilayah dan masyarakat Papua.
Apalagi bagian tengah Provinsi Papua merupakan daerah dataran tinggi dengan kelompok penduduk yang secara etnis dan sosioekonomi berbeda dari penduduk di wilayah pesisir. Adapun wilayah pesisir bagian Selatan terdiri dari kota-kota kecil yang sulit dicapai melalui jalan darat. “Memang perlu skil khusus dalam kampanye pencegahan dan penyuluhan tentang HIV/AIDS ini. Upaya ini juga harus dilakukan dengan semua stakehodler terkait. Tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” ujar Wakil Ketua Umum Yayasan AIDS Indonesia Shinta W Kamdani di Jakarta, Senin (30/11/2020).
Dari kacamata Yayasan AIDS Indonesia, penyebab angka ODHA Papua masih tinggi lantaran masih minimnya pengetahuan masyarakat akan HIV/AIDS. “Edukasi dan akses terhadap pengobatan yang masih kurang. Ini pekerjaan rumah yang harus diselesaikan semua stakeholder di Papua,” ujar Shinta.
Ia tak menampik jika peran perilaku juga memengaruhi penyebaran HIV/AIDS. “Edukasi harus jalan terus, jangan menunggu sampai sakit,” ucap Shinta.
Menurut Shinta, upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sedikit terkendala di masa pandemi Covid-19. “Kami hanya bisa melakukan kampanye melalui temu online karena tidak bisa bertatap muka langsung. Lalu di pendistribusian ARV juga, karena semua terpusat pada penanggulangan wabah Covid-19,” paparnya.
Pemerintah sendiri di masa pandemi Covid-19 telah mengeluarkan protokol pelaksanaan layanan HIV/AIDS. Selain itu, dilakukan juga penilaian layanan melalui survei cepat untuk mendapatkan gambaran layanan HIV/AIDS sekaligus informasi ODHA yang terinfeksi Covid-19. (*)
(Sanggau-Kalbar. Selasa, 1 Desember 2020). Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas kembali berhasil menangkap terduga pelaku pembawa tiga paket Narkoba di wilayah Pos Balaikarangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa menjelaskan bahwa pada hari Senin, tanggal 30 November 2020, sekitar pukul 03.00 dini hari, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Pos Balaikarangan berhasil menangkap terduga pelaku pembawa tiga paket Narkoba Golongan I jenis Sabu-Sabu seberat 3,075 Kg atas nama NM (24 th) asal Sanggau saat melaksanakan kegiatan ambush yang dipimpin oleh Danpos Lettu Inf Sigit bersama 10 orang anggota di kebun sawit sekitar wilayah Pos Balaikarangan, Entikong, Kab. Sanggau.
“Dari hasil penyelidikan dan pendalaman oleh Tim Gabungan Satgas Pamtas dengan Satgas Intelijen yang berada di perbatasan, diperoleh bahwa pelaku akan membawa barang tersebut ke Pontianak dengan imbalan 30 juta rupiah,” ujarnya.
Dansatgas mengatakan bahwa keberhasilan penangkapan ini merupakan hasil dari Sinergitas Kerjasama dan Tukar Informasi antara Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas dengan Satgas Intelijen yang berada di wilayah perbatasan, serta seluruh Komponen Pilar Entikong (Kacabjari, Bea Cukai, Karantina, Imigrasi dan Kepolisian wilayah Entikong dan Sekayam).
Selanjutnya untuk penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut, kasus ini akan dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau.(Bdr)
sumbawanews.com,- Melalui kegiatan Sweeping yang digelar di Kampung Skofro Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Skofro Lama berhasil menggagalkan penyelundupan dua paket besar Ganja seberat 1 Kilogram dari salah satu warga berinisial *JJ* (40) yang didapatkan dari salah satu warga PNG untuk kemudian di jual kembali di wilayah Abepura, Kota Jayapura.
Masih dalam suasana menyambut datangnya bulan Desember, bulan yang penuh kasih bagi masyarakat Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Skofro Lama menggelar kegiatan Sweeping (pemeriksaan) di jalan utama lintas batas tradisional yang menghubungkan Negara Indonesia dengan Papua New Guinea.
Kegiatan yang digelar tersebut merupakan upaya Satgas Yonif MR 413 Kostrad untuk menjamin keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat Papua khususnya bagi pemeluk agama Nasrani dan Katolik yang hendak berdoa dan beribadah dari awal bulan hingga puncaknya pada perayaan hari Natal tanggal 25 Desember 2020.
Namun disaat kebanyakan warga Papua bersuka cita menyambut datangnya bulan Desember, masih didapatkan salah satu oknum masyarakat yang mencoba menodai bulan yang penuh Kasih tersebut dengan berusaha menyelundupkan dua paket Ganja seberat 1 Kilogram yang disimpan di bagasi motornya. Beruntung saat itu Satgas Yonif MR 413 Kostrad tengah menggelar sweeping sehingga pelaku beserta barang bukti dapat diamankan.
Dansatgas menjelaskan bahwa dari hasil laporan Serka Adhi Susilo selaku Komandan Pos Skofro Lama, bahwa timnya berhasil menggagalkan penyelundupan dua paket ganja seberat 1 kilogram dari salah satu warga Kampung Amyu Distrik Arso Timur berinisial *JJ*. “Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diserahkan kepada pihak yang berwajib yaitu Polsub Sektor Ujungkarang Polsek Arso Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata MAyor Anggun dalam konfirmasinya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura.
Sementara itu, Serka Adhi Susilo selaku Komandan Pos Skofro Lama mengatakan bahwa proses penggagalan penyelundupan dua paket Ganja seberat 1 kilogram tersebut berawal dari laporan salah satu anggotanya bernama Serda Farid. “Saat itu kegiatan sweeping kami mulai pukul 13.20 WIT yang terbagi atas dua kelompok, dimana kelompok pertama yang saya pimpin bertugas memeriksa kendaraan dari arah Kampung Kriku (Indonesia) menuju PNG. Kemudian kelompok kedua yang dipimpin Serda Farid melaksanakan pemeriksaan kendaraan dari arah PNG menuju Kampung Kriku,” katanya.
Sekitar pukul 13.45 WIT, Serda Farid beserta tim berhasil menggagalkan penyelundupan dua paket besar Ganja seberat 1 Kilogram dari *JJ* yang menunggangi motor Supra X dengan Nopol DS 4981 AU. Ganja tersebut disembunyikan oleh *JJ* di bagasi motornya yang berada di bawah jok. “Dari penangkapan itu kami bawa pelaku beserta barang bukti ke Pos untuk dilakukan pemeriksaan sambil kami melaporkan kepada Pasi Intel Satgas Lettu Inf Mario Bello,” terang Serka Adhi Susilo.
Penangkapan pelaku penyelundupan Ganja tersebut, Iptu Amir selaku Kapospol Ujungkarang mengapresiasi keberhasilan yang dilakukan oleh Satgas Yonif MR 413 Kostrad khususnya Pos Skofro Lama. “Saya apresiasi atas keberhasilan Pos Skofro Lama yang berhasil menggagalkan penyelundupan Ganja dari salah satu warga Kampung Amyu, terimakasih telah membantu kami dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Arso Timur,” ucapnya.
Sumbawanews.com-Covid-19 yang melanda sejak awal 2020 telah mempengaruhi banyak aspek, termasuk dalam hal pelayanan kesehatan. Rumah sakit menjadi tempat yang paling berisiko dalam penularan Covid 19, namun sekaligus masih menjadi layanan yang dibutuhkan masyarakat. Karena itu, dalam rangka memutus mata rantai Covid 19, sekaligus memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat umum, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menetapkan Prosedur Tetap (Protap) untuk penanganan pasien di rumah sakit.
Salah satu aturan yang ditetapkan dalam pemberlakuan protap pelayanan di rumah sakit di masa pandemi adalah pelaksanaan swab test untuk semua pasien di UGD. Hal ini juga menjadi bentuk perlindungan terhadap tenaga kesehatan. Namun sayangnya, dalam implementasi, masih ada celah bagi oknum memanfaatkan kebijakan tersebut untuk mengabaikan kewajibannya. Dampaknya, citra buruk rumah sakit, tenaga kesehatan hingga keengganan masyarakat datang ke rumah sakit bahkan dalam kondisi darurat.
Kondisi ini turut berdampak terhadap hilangnya kepercayaan publik kepada pemerintah. Padahal, terdapat UU no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang sangat jelas menyatakan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya dengan mendorong dan memberdayakan peran aktif masyarakat dalam segala bentuk upaya kesehatan.
Salah satu isu yang sempat meresahkan adalah rumah sakit yang meng-covidkan pasien.“Ini sebenarnya menjadi hal yang kurang baik. Karena orang-orang yang sakit ini akhirnya tidak berani ke rumah sakit dan bahkan sampai ada yang meninggal. Mereka rela mengurung diri daripada harus dicovidkan ataupun jasadnya diurus sesuai dengan protokol covid,” Papar Rita Nurini, Ketua umum KOPMAS.
Ketua bidang advokasi KOPMAS yang juga aktivis BPJS, Yuli Supriati dalam kesempatan yang sama mengajak masyarakat untuk berdamai dengan pandemi. “Untuk orang yang sedang sakit, maka harus berdamai dengan pandemi. Bagaimana agar masyarakat tidak takut berobat ke rumah sakit,”Ujar Yuli.
Di masa pandemi, terdapat beberapa aturan tambahan Dalam pelayanan di rumah sakit yaitu adanya surat persetujuan yang harus ditandatanganI. Aplabila terjadi perburukan kondisi pasien dalam masa 14 hari atau sebelum 14 hari, dan hasil swab belum 2X apabila pasien meninggal maka pemulasaran jenazah dengan protokol covid. Selain itu, ketika pandemi ruangan UGD ditambah yaitu ruangan khusus atau isolasi untuk pasien.
Yuli pun menegaskan kembali, untuk tidak takut berobat ke rumah sakit apalagi ketika keadaan sedang emergency. “Memang saya temukan, beberapa rumah sakit rujukan khususnya, protapnya memang seperti itu. Jadi ketika pasien tersebut masuk, lalu di screening, dan kemudian diperiksa ulang, lalu keluarganya dipanggil untuk menandatangani surat bahwa jika pasien memiliki keadaan yang buruk dalam jangka waktu 14 hari dan meninggal, maka pasien tersebut dianggap covid-19 dan jenazahnya dipulasarkan sesuai protokol covid-19,” jelas Yuli.
Dari kasus ini, Yuli menegaskan dari semua pihak harus mencari solusi dan mempertemukan bagaimana protap yang sudah diatur oleh kemenkes, khususnya di nomor 413 dan 446 tahun 2020 agar pihak masyarakat juga tugas kesehatan tidak merasa khawatir akan isu ini.
Dr. Daeng Mohammad Faqih, selaku Ketua Umum Pengurus Besar IDI memaparkan bahwa terdapat protap yang dikeluarkan oleh kemenkes bahwa ada dua cara mendiagnosis covid-19. “Di dunia medis, diagnosis pada penyakit itu, ada yang namanya diagnosis klinis, ada yang diagnosis laboratorium,” sebut Daeng, di Jakarta Senin (30/11)..
Ia menjelaskan diagnosis klinis dilakukan jika gejala-gejala yang ditimbulkan mendukung ke arah penyakit tersebut. Sedangkan diagnosis laboratorium adalah diagnosis berdasarkan hasil laboratorium. “Jadi, menurut protap universal atau yang dianut seluruh dunia, kalau secara gejala positif kemudian PCRnya belum ada, ini sudah termasuk kategori positif covid-19. Jika meninggal karena covid-19, maka harus diurus sesuai protokol covid-19,” jelas Daeng.
Hal ini yang membuat isu rumah sakit dicovidkan itu mencuat, padahal, menurut Daeng tidak. “Yang dilakukan pada pasien adalah, sudah dirawat dengan gejala-gejala yang ada yang merujuk ke covid-19, meskipun hasil lab belum keluar,” tambah Daeng.
Dr. Nani Widodo selaku Kasubdit Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI menuturkan bahwa Indonesia memiliki 920 rumah sakit rujukan covid-19. “Rumah sakit ini sudah ditunjuk, baik itu oleh kementerian Kesehatan sebanyak 132 rumah sakit, atau gubernur yang membuat SK sendiri untuk menentukan rumah sakit mana yang dijadikan rujukan,” kata Nani.
Nani juga menjelaskan bagaimana prinsip utama pengaturan rumah sakit pada masa adaptasi kebiasaan baru. “Pertama adalah pengaturan alur pelayanan yaitu alur pasien, skrining, lalu triase,” kata Nani. Ia juga menjelaskan, rumah sakit selalu berupaya agar pasien tidak tertular covid-19. “Rumah sakit juga selalu berupaya untuk mencari cara agar pasien, petugas Kesehatan, tidak saling menularkan covid-19,” katanya.
Sumbawanews.com,- Mantan insinyur xAI, Devin Kim, mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk itu dan induknya, SpaceX, dengan menuduh bahwa pemecatannya...
Sumbawanews.com,- Seorang pencuri yang kepergok mencuri uang dan rokok dari toko kelontong di Mojokerto justru meninggalkan sepucuk surat tangan berisi permintaan maaf dan janji...
Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah kesepakatan damai mencapai titik terang. Dalam pernyataan resmi di platform...
Sumbawanews.com,- Air mata Nadia Putri Muda Paramita tak bisa dibendung saat layar laptopnya tiba-tiba gelap, tinggal 15 menit lagi sebelum ujian Olimpiade Sains Nasional...
Sumbawanews.com,- Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta dan sekitarnya turun ke jalan pada Jumat, 12 Juni 2025, dalam dua aksi besar yang menyatukan...