Home Berita Berita Utama Trump Batalkan Serangan ke Iran, Damai Terwujud

Trump Batalkan Serangan ke Iran, Damai Terwujud

Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah kesepakatan damai mencapai titik terang. Dalam pernyataan resmi di platform Truth Social, Trump mengatakan bahwa negosiasi tingkat tertinggi antara Washington dan Teheran—dengan partisipasi aktif sejumlah negara kawasan—telah menghasilkan kesepakatan yang disetujui semua pihak.

“Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, telah membatalkan jadwal serangan dan pemboman terhadap Iran malam ini,” tulis Trump, menandai berakhirnya ketegangan yang sempat memicu kekhawatiran global.

Kesepakatan itu mencakup penyesuaian mendalam terhadap kebijakan maritim, termasuk kelanjutan blokade laut terhadap Selat Hormuz hingga seluruh aspek transaksi resmi dituntaskan. Penandatanganan formal rencana tersebut, menurut Trump, akan diumumkan dalam waktu dekat.

Sehari sebelumnya, Trump sempat mengancam akan mengambil alih infrastruktur minyak Iran, termasuk Pulau Kharg, dan menyatakan bahwa kemampuan militer Iran telah “dihancurkan” setelah serangan udara AS pada Rabu malam. Respons Iran pun tak kalah tajam: rudal-rudal diluncurkan ke aset militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania, menyebabkan satu gadis berusia 11 tahun di Bahrain mengalami luka ringan dan Yordania menutup wilayah udaranya.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan AS sebagai “tindakan kriminal yang melanggar hukum internasional,” dan menyatakan gencatan senjata sejak 8 April lalu telah “tidak berarti lagi.” Komando Garda Revolusi Iran juga memperingatkan akan menembak jatuh setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz—salah satu jalur strategis minyak dunia yang telah ditutup sebagian selama berbulan-bulan.

Namun, dalam perkembangan yang mengejutkan, Trump mengklaim bahwa negosiasi diplomatik telah berhasil menggantikan kekerasan. Ia menyebut bahwa selain AS dan Iran, sejumlah negara kunci Timur Tengah—termasuk Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Mesir—telah menyetujui semua poin kesepakatan, baik secara konseptual maupun teknis.

Langkah ini dianggap sebagai lompatan besar dalam meredam konflik yang telah memicu kekhawatiran akan meledaknya perang regional. Meski belum ada rincian rinci mengenai isi kesepakatan, sinyal dari Gedung Putih menunjukkan bahwa diplomasi kembali menjadi alat utama, menggantikan ancaman militer yang sempat mendominasi narasi selama seminggu terakhir.

Dengan keputusan ini, dunia kembali menarik napas panjang—setelah hampir dua minggu dihantui ketakutan akan konflik berskala besar di kawasan paling rawan di planet ini.

Previous articleSiswi SD Sukabumi Gagal Olimpiade Sains karena Listrik Padam
Next articleMaling Toko Kirim Surat Maaf, Janji Bayar Uang Curian
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.