Sumbawanews.com,- Media Iran melaporkan tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan bersenjata di atas kapal induk USS Abraham Lincoln pada Selasa, 11 Agustus 2026. Insiden itu bermula ketika penasihat Komandan Komando Pusat AS, Brad Cooper, datang ke kapal untuk merespons keluhan awak yang protes atas masa penugasan panjang. Ia disambut dengan sorakan cemooh dan lemparan botol, yang memicu kerusuhan antarawak kapal menggunakan senjata tajam.
Menurut Kantor Berita Tasnim, insiden itu mencerminkan tekanan psikologis yang memuncak di kalangan awak kapal akibat penugasan selama 263 hari, dengan 208 hari di antaranya berlangsung tanpa berhenti—rekor terpanjang bagi kapal induk AS di era modern. Kapal yang beroperasi di Samudra Hindia itu sedang menjalankan misi blokade laut terhadap Iran. Kondisi hidup di kapal dikabarkan memburuk: pasokan makanan dikurangi hingga setengah porsi, fasilitas binatu tidak berfungsi selama dua minggu, dan infeksi jamur menyebar di kamar mandi akibat kelembapan.
Laporan ini belum dikonfirmasi oleh pihak militer AS. Sementara itu, media Iran Press TV menyebut suasana di kapal masih tegang dan tidak stabil. Keluarga awak kapal, yang menggelar pertemuan di San Diego, mendesak pemerintah segera mengevaluasi kesejahteraan personel dan memberikan kejelasan jadwal kepulangan. Insiden ini terjadi hanya beberapa bulan setelah kebakaran besar di kapal USS Gerald R. Ford pada Maret 2026 yang melukai 200 awak.














