Home Berita Internasional Gempa Kolombia Tewaskan 254 Orang, Ribuan Masih Terjebak di Bawah Puing

Gempa Kolombia Tewaskan 254 Orang, Ribuan Masih Terjebak di Bawah Puing

Sumbawanews.com,- Sebanyak 254 orang tewas dan lebih dari 2.600 lainnya luka-luka akibat gempa bumi magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026. Ribuan warga masih dilaporkan hilang, terutama di antara reruntuhan gedung Torres del Limonar di Cali, salah satu lokasi paling parah terdampak. Tim penyelamat terus menggali puing-puing secara intensif, sambil berharap bisa menemukan korban yang masih hidup, meski waktu terus berjalan tanpa tanda kehidupan dari bawah debu dan beton. Di lokasi, warga dan relawan berbondong-bondong membantu evakuasi, sementara pemerintah menerapkan jam malam demi mempercepat operasi pencarian.

Gedung empat lantai Torres del Limonar, yang berisi puluhan unit apartemen, ambruk total saat gempa melanda. Di antara puing-puing yang berserakan, kasur, perabot, dan barang-barang pribadi penghuni terlihat menyembul dari reruntuhan. Wali Kota Cali, Alejandro Eder, menyatakan setidaknya 95 orang tewas di kota itu saja, dengan diperkirakan masih ada 25 orang yang terjebak. Tim penyelamat, termasuk petugas pemadam kebakaran, militer, dan relawan, bekerja tanpa henti, bahkan di bawah terik matahari dan malam yang gelap. Mereka secara berkala meminta keheningan total agar bisa mendengar suara korban yang masih hidup—seruan yang diulang-ulang dengan harapan yang semakin tipis.

Efrain Gallego, seorang warga yang kehilangan kakaknya yang berusia 80 tahun bersama istrinya di dalam gedung itu, terus menunggu di pinggir reruntuhan. “Setiap kali ada kabar seseorang ditemukan hidup, harapan kami muncul lagi,” katanya, suaranya tercekat emosi. Di lokasi yang sama, seorang relawan berusia 19 tahun, Alejandro Mahecha, ikut membantu mengangkat puing dan membawa air untuk tim penyelamat. “Ini kota saya. Rumah orang-orang yang saya kenal hancur. Saya harus datang,” ujarnya. Lebih dari 100 orang menunggu kabar di sekitar lokasi, sebagian tertidur kelelahan di tanah, sebagian lagi saling menemani dalam diam.

Tim penyelamat melaporkan setidaknya 10 orang berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup sejak gedung runtuh, termasuk seorang bayi berusia beberapa bulan yang ditemukan dalam kondisi penuh debu. James Velasco, anggota tim penyelamat, mengatakan ada dua orang yang terdeteksi masih hidup dan sedang dalam proses dievakuasi—salah satunya terjepit kaki oleh reruntuhan. “Dalam operasi sebelumnya, saya pernah mengevakuasi korban yang selamat setelah tujuh hari terjebak,” katanya. “Kalau memang seseorang ditakdirkan selamat, dia akan selamat. Belum ada yang bisa memastikan bagaimana akhirnya.”

Gempa berkekuatan 7,4 itu, menurut Badan Geologi Nasional Kolombia, merupakan yang terkuat sepanjang abad ini. Kerusakan juga terjadi di wilayah lain, termasuk Choco di barat laut negara itu. Lebih dari 50 bangunan ambruk di Cali, namun Torres del Limonar menjadi simbol paling menyedihkan dari bencana ini. Di sekitarnya, bangunan-bangunan lain hanya mengalami retak, sementara warga yang selamat terus berdoa, menunggu, dan berharap—meski waktu terasa berjalan sangat lambat.

Previous articleIvar Jenner dan Marselino Masih Tanpa Klub, Persija Jadi Tujuan Impian?
Next articleAston Villa Siap Guncang PSG di Piala Super Eropa