Home Blog Page 2451

Pertama Di Merauke, Serka Ardian Manulang Berhasil Mengembangkan Rice Milling Unit Untuk Membantu Petani

(Merauke). Serka Ardian Manulang merupakan personel Korem 174/ATW Merauke yang pertama kali berhasil mengembangkan RMU/Rice Milling Unit untuk membantu petani di Merauke, setelah usaha yang sama sebelumnya tidak membuahkan hasil.

 

Hal itulah yang membuat Menteri Pertanian (Mentan) Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. tertarik untuk melihatnya sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di wilayah Kabupaten Merauke, Jumat (03/09/2021).

 

Usaha Serka Manulang berawal pada tahun 2017, ketika banyak keluhan petani saat panen yang hasilnya tidak dapat terserap oleh Bulog akibat kurangnya mutu produksi serta sulitnya menjual hasil panen. Serka Manulang yang mencintai pertanian, tergerak untuk mencari cara dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang berada di sekitar.

 

Setelah mempelajari permasalahan masyarakat, di tahun 2018 Serka Ardian Manulang melakukan eksperimen dengan membuat Bed Dryer System Indirect/uap panas tidak langsung untuk mengeringkan Gabah agar lebih cepat kering untuk digiling.

 

Dalam penerapan inovasi tersebut, Ardian Manulang sempat lima kali mengalami kegagalan. Pada usahanya yang keenam, akhirnya berhasil mendapatkan kualitas gabah kering yang bagus. Akhirnya, inovasi Manulang tersebut sangat membantu masyarakat Merauke yang sebagian besar bekerja sebagai petani.

 

Berangkat dari keberhasilannya tersebut, Serka Manulang akhirnya membina kelompok-kelompok tani di perkampungan sekitar untuk mengembangkan Bed Dryer tersebut untuk di bangun di tiap distrik hingga kampung bahkan akan mencapai di tiap-tiap RW.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko dalam kunjungannya saat meninjau RMU (Rice Milling Unit) menyampaikan “Kami datang ke sini ingin melihat bagaimana setelah budi daya tanam padi dan lainnya, maka selanjutnya petik olahnya seperti apa. Nah, kita bisa lihat di sini TNI juga ikut memberikan supportnya. Saya dan Bapak Bupati tentu menopang ini dan tentu kita berharap ini marketnya bisa meningkat,” ungkapnya di SP3 Tanah Miring Kabupaten Merauke.

 

Mentan  Syahrul Yasin Limpo berharap agar kualitas yang dihasilkan dapat terus ditingkatkan. “Di sini masih jual beras 8 ribu per Kg, karena ini masih beras medium dan saya mau kita sampai premium, sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional bahkan menembus pasar ekspor,” harapnya. (Penrem 174 Merauke).

Panglima TNI : Penanganan Covid-19 di Sulteng Harus Didukung Semua Elemen dan Terapkan Disiplin 5 M serta 3 T

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., dan Kabaharkam Polri Komjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si., meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 dan memimpin diskusi terkait penanganan Covid-19 bersama Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat di Kantor Gubernur Sulteng, Jumat (3/9/2021).

 

Dalam serbuan vaksinasi tersebut diikuti 200 orang pelajar di wilayah Kota Palu, Sigi dan Donggala serta 2.000 orang lainnya yang tersebar di tiap-tiap Kodim dan dipantau oleh Panglima TNI melalui Video Conference.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI berkesempatan berdialog dengan salah seorang siswa yang sedang melaksanakan Vaksinasi. “Tidak takutkan di vaksinasi, lalu kalau sudah besar mau jadi apa?,” tanya Panglima TNI.

 

Pertanyaan Panglima TNI tersebut langsung dijawab oleh siswa tersebut. “Tidak takut bapak dan saya ingin menjadi TNI,” jawabnya.

 

Kemudian Panglima TNI, Kepala BNPB dan Kabaharkam Polri melanjutkan kegiatan dengan memimpin rapat dengan Forkopimda Sulawesi Tengah. Kegiatan diawali dengan penjelasan dari Gubernur Sulteng H. Rusdi Mastura.

 

Gubernur Sulteng menjelaskan bahwa saat ini penanganan tidak lepas dari komitmen dan sinergitas TNI-Polri dan Pemerintah Provinsi, termasuk dalam penegakan disiplin Prokes dan percepatan vaksinasi bagi masyarakat Sulteng.

 

Pada kesempatan yang sama Kabaharkam Polri menyampaikan bahwa dengan semangat Panglima TNI menunjukan kepedulian terhadap penanganan Covid-19 yang setiap minggu Panglima TNI selalu memantau dinamika penanganan Covid-19 di tiap wilayah di seluruh Indonesia.

 

Sementara itu, Panglima TNI menyampaikan bahwa permasalahan di Palu ini benar-benar harus dipecahkan secara bersama-sama seperti disampaikan oleh Gubernur Sulteng.

 

Lebih lanjut Panglima TNI mengingatkan apa yang menjadi perintah Presiden Jokowi. “Arahan Bapak Presiden Jokowi ada 4 dan selalu disampaikan dalam setiap kunjungan, diantaranya menurunkan indeks mobilitas masyarakat, hal ini agar tidak terjadi penularan yang lebih luas. Kemudian yang tingkatkan tracing tentunya harus didukung dengan peralatan yang baik, serta fasilitas untuk Isoter serta mempercepat dan memasifkan serbuan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat,” tegasnya.

 

“Tentunya hal tersebut harus didukung oleh semua elemen dan harus membangun kesadaran disiplin untuk mengaplikasikan 5 M  (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Membatasi mobilisasi serta interaksi) dan 3 T (Testing, Tracing, dan Treatment) guna melindungi orang lain,” harap Panglima TNI.

Bakamla RI Lakukan Pembinaan Relawan Penjaga Laut di Banyuwangi

(Bakamla RI/Indonesia Coast Guard). Kasubdit Pengembangan Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut (P2K2L) Bakamla RI Kolonel Bakamla Jarwadi, S.E., mewakili Direktur Kerja Sama Bakamla RI Laksma Bakamla Sandy Muchjidin Latief. S.IP., melaksanakan pembinaan 50 orang Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala) di Banyuwangi, Kamis (2/9/2021).

 

Kegiatan pembinaan Rapala ini merupakan kegiatan rutin yang akan terus dilakukan Bakamla RI guna menambah pengetahuan dan keterampilan anggota Rapala yang telah terbentuk. Tidak hanya itu, keterampilan yang telah diperoleh oleh anggota Rapala, disalurkan juga kepada masyarakat pesisir lainnya di daerah Banyuwangi. Terlebih lagi dalam menanamkan pola pikir atas pentingnya kesadaran akan keselamatan saat melaut.

 

Dikatakannya, pembinaan Rapala ini dipandang penting mengingat 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan, sehingga untuk menjaga keamanan dan kedaulatannya tidak dapat dijangkau hanya dengan mengandalkan aparat negara. “Pembinaan nelayan dan masyarakat pesisir perlu dilakukan, mengingat Bapak/Ibu disini termasuk garda terdepan perbatasan daratan dengan lautan”, ujar Kolonel Bakamla Jarwadi.

 

“Besar harapan kami, melalui kegiatan pembinaan ini dapat membentuk karakter dan menambah kemampuan untuk menunjang keselamatan diri maupun orang lain”, lanjutnya.

 

Lebih lanjut, di kegiatan pembinaan ini juga turut melakukan aksi sosial. Sejumlah paket sembako turut disampaikan kepada masyarakat di pesisir pantai, tepatnya di Desa Bengkak, Banyuwangi.

 

Kegiatan pembinaan yang telah berlangsung sejak kemarin, turut menghadirkan beberapa narasumber. Diantaranya Kapten Laut Rianto., S.H, dari Lanal Banyuwangi dengan materi Bela Negara. Dr. Rifqi Yudiar Abrori dari Dinas Kesehatan Banyuwangi dengan materi Protokol Kesehatan dalam Mengantisipasi Covid-19. Suryono Bintang Samudera dari Dinas Perikanan Banyuwangi yang memberikan materi tentang Peraturan Sosial Perikanan, dan juga Kasi Potkamla Mayor Bakamla Riandi Yudha Gunawan, S.IP., M.Han., dengan materi Sejarah dan Profil Bakamla RI.

 

Serius dengan pembekalan yang diberikan, perwakilan dari Dinas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ir. Din Eka Pratiwi, turut didatangkan. Materi tentang Inovasi Usaha Kreatif Produk Olahan Hasil Laut disampaikannya dengan menarik. Tidak hanya itu, Kasi Binmasair dan Potdriga Polairud Banyuwangi Kompol Jeni Al Jauza, S.H., M.H. turut hadir dengan memberikan materi tentang Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

 

Kegiatan berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Turut dihadiri  pula perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Dinas Kesehatan Banyuwangi, Dinas Perikanan Banyuwangi, Koperasi & UMKM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kodim Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, dan Polres Banyuwangi.

 

Di akhir acara, Kolonel Bakamla Jawardi memberikan life jacket kepada seluruh anggota Rapala Banyuwangi. (*)

 

Bahas RUU Landas Kontinen, Bakamla RI Hadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Pansus

(Bakamla RI/Indonesia Coast Guard).  Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Landas Kontinen.  RDP dilaksanakan di Ruang Rapat Pansus B Lt. 3 DPR RI Gedung Nusantara II, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (02/09/2021).

 

Rapat dipimpin oleh Ketua Pansus T.B. Hasanuddin yang dihadiri anggota Pansus dari 9 Fraksi secara tatap muka maupun daring. Turut hadir dalam RDP tersebut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M.

 

Laksdya TNI Aan Kurnia dalam paparannya menyampaikan konsepsi pengamanan dan pengawasan kegiatan dilandas kontinen Indonesia. Dikatakannya, landas kontinen sebagai hak berdaulat Indonesia, ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepentingan nasional Indonesia sehingga diperlukan pengaturan sebagai dasar implementasi kepentingan nasional Indonesia di laut. “Badan Keamanan Laut Republik Indonesia sebagai penegak hukum sesuai dengan amanat UU no. 32 Tahun 2014 memandang perlu adanya Undang-Undang tentang landas kontinen,” katanya.

 

Dalam kesempatan ini, ijinkan Bakamla menyampaikan pandangannya terkait pengamanan dan pengawasan kegiatan di landas kontinen. “Adapun Ruang lingkup paparan meliputi, pertama kerawanan Kamla di landas kontinen dan peluang yang berada di landas kontinen. Kedua, Urgensi RUU Landas Kontinen. Ketiga, Konsepsi Strategi Kamla di landas kontinen. Keempat, rekomendasi dalam sudut pandang Bakamla,” ungkap Kepala Bakamla mengawali pemaparannya.

 

Lebih lanjut, Laksdya TNI Aan Kurnia mengatakan, terdapat sejumlah kerawanan terkait keamanan laut di landas kontinen yang perlu menjadi perhatian bersama. Kerawanan atau ancaman tersebut antara lain kerusakan lingkungan akibat penangkapan ikan yang melanggar ketentuan seperti penggunaan bom dan trawl. Pencurian atau putusnya kabel laut akibat aktifitas kriminal dan lego jangkar tidak pada tempatnya, sebagai contoh Bakamla bersama TNI AL berhasil mengamankan pencuri kabel laut di Riau pada tahun 2018.

 

“Data yang kami dapat sejak tahun 2013-2019 ada 65 kasus putus kabel laut dan 40% terjadi di kepulauan Riau akibat pencurian dan lego jangkar tidak pada tempatnya,” ungkap Jenderal TNI AL bintang tiga tersebut.

 

Kemudian lanjutnya, pencurian Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dimana terdapat 463 titik tenggelam kapal membawa harta karun dan ini baru 25% disurvei dan 3% diangkat. Selain itu masih terjadi penangkapan nelayan khususnya berasal dari NTT. Demikian juga ada beberapa landas kontinen yang belum selesai. Dan adanya penelitian ilmiah tanpa ijin.

 

Disampaikannya pula, bahwa ada peluang yang ada di landas kontinen yang dapat dimanfaatkan khususnya eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam dasar laut dan migas.

 

Laksdya TNI Aan Kurnia juga mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya drilling SKK Migas di Landas Kontinen Laut Natuna Utara. Ia juga menambahkan, penempatan sensor bawah air diwilayah rawan keamanan laut dan pemanfaatkan rig atau instalasi di landas kontinen untuk pemantauan situasi keamanan laut tentunya merupakan manfaat lain dari Landas Kontinen.

 

Turut mendampingi Kepala Bakamla RI, Deputi Jakstra Laksda Bakamla Tatit E. Witjaksono, S.E., M.Tr (Han), Plt. Deputi Inhuker Laksma Bakamla Dr. Erry Herman, S.E.,M.P.A., Kabag Humas dan Protokol Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, S.T., M.M., M.Tr. Hanla dan Kasubdit Hukum Internasional dan Peraturan Perundang-undangan Kolonel Bakamla Hudiansyah Is Nursal, S.H., M.I.L.I.R.

Kapolres Sumbawa Gelar Silaturahmi Dengan Tracer Wilayah Zona Barat

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Kapolres Sumbawa AKBP. Esty Setyo Nugroho S.IK dengan Para Tracer, yakni para Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tenaga medis di wilayah zona Barat (Rhee, Utan, Buer, Alas, Alas Barat). Kegiatan berlangsung di Graha Haji Djibril Kecamatan Utan, Kamis (2/9/2021) bertempat di Gedung Graha Haji Djibril Desa Motong Kecamatan Utan Sumbawa.

Perwakilan Kapolsek Zona Barat, Akp RS. Gatot menyampaikan, bahwa zona barat terdapat 35 Desa dari 5 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa. terkait dengan tugas Bhabinkamtibmas, ada 5 Bhabinkamtibmas yang belum didukung dengan Kendaraan Bhabinsa.

“sinergitas Bhabinkamtibmas dengan Babinsa sangat Solid yang utamanya dari Tiga pilar yang ada dimasing-masing Desa”, ujar Kapolsek Alas.

dikatakan Kapolsek Alas, dalam pelaksanaan tugas tracing yang diemban oleh para personil Bhabinkamtibmas dan Babinsa sangat berat. “Untuk itu kami mohon petunjuk dan sara dalam pelaksanaan tugas,” tandasnya.

Kapolres Sumbawa, AKBP Esty Setyo Nugroho S.IK menyampaikan, kegiatan ini semata-mata Silaturrahmi dengan Bhabinkamtibmas, Babins. dan Petugas Kesehatan singkatnya Traser yang ada di wilayah Zona Barat sekaligus sebagai perkenalan dirinya selaku pejabat baru.

Menurutnya, Sumbawa tidak ada bedanya dengan tanah asal kelahiran yakni Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. “Kabupaten Sumbawa warganya sangat sabar. terkait sinergitas tiga pilar yang ada di Kabupaten Sumbawa sangat Solid dalam segala hal, terlebih dalam penanganan dan pelayanan kepada Masyarakat,” terangnya.

dikatakan Kapolres, dari awal masuk Polres Sumbawa telah menekankan kepada seluruh Personil Polres Sumbawa agar terus menerus melakukan upaya yang maksimal yakni tindakan pada Wilayah Hilir pelaksanaan dengan mengedepankan 5 M. sebab hingga saat ini image dari Covid-19 oleh warga Masyarakat masih menjadi AIB bagi keluarga sehingga perlu dilakukan Sosialisasi kepada masyarakat agar dapat diterima di masyarakat dan sesuai dengan syariat Agama (seluruh agama).

karena itu, sambung AKBP Esty, peran tokoh agama sangat penting di lingkungan Masyarakat Mayoritas dan dilakukan pendekatan maksimal terhadap para tokoh dalam penyampaian atau sosialisasi terkait dengan SOP penanganan Covid-19, namun tetap mengacu pada kearifan Lokal di masyarakat. “dalam penanganan permasalahan harus melihat dari hilirnya untuk mengetahui pangkal permasalahan dan hal tersebut sangat dibutuhkan peran dari seluruh pihak dalam memberikan pemahaman kepada Masyarakat agar tidak terprovokasi dengan informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (Hoax)”, terang Kapolres.

sedangkan penanganan permasalahan di wilayah Hulu, yakni Testing, tracing, treatmen (3T) harus dilaksanakan secara masif. dirinya berharap kepada seluruh peserta Silaturrahmi untuk bersama-sama dalam melakukan tindakan penanganan Covid-19 tetap bersinergi atau bahu membahu agar tepat sasaran dalam penanganannya. “kepada seluruh tracer dengan senergitas dapat memangkas birokrasi agar lebih sederhana dalam penanganan permasalahan terkait Covid-19 yang berbasis anggaran APBD. terima Kasih kepada seluruh Jajaran Kodim 1607, Polres Sumbawa, Dinas Kesehatan serta Sinergitas Tiga pilar terutama dalam penanganan Pasien Covid-19 dengan sarana atau tersedianya obat-obatan serta peralatan medis (ventilator) sangat terbatas”, tandas AKBP Esty.

Kabid P3L Dikes Kab. Sumbawa, A. A Ngurah Riadi S.KM, M.Kes mengatakan, Kabupaten Sumbawa termasuk dalam level 3. di bagian hulu dalam penanganan Covid masih terjadi kendala mengingat sangat minim Sosialisasi yang diterima oleh Masyarakat dan dapat dilihat dari adanya penolakan pemakaman jenazah Covid penolakan SWAB, PCR dan lainnya.

dipaparkannya, terhadap penanganan pasien covid di kabupaten Sumbawa tergolong masih lemah, dimana rasio trasing saat ini yang terjadi 1: 3 seharusnya paling minim dengan Rasio 1: 15. “suatu kebanggaan bagi dinas Kesehatan dalam pelaksanaan tracing kedepannya akan bersinergi dengan pihak Keamanan sehingga memudahkan siapa berbuat apa dalam pelaksanaan 3T. selanjutnya diinput dalam aplikasi silacak sehingga hasil pelaksanaan dapat diteruskan ke pusat”, terangnya.

kegiatan tracing dan testing harus diselesaikan dalam rentan waktu 24 jam sehingga dapat meminimalisir jumlah pasien Positif. namun yang menjadi kendala saat ini hasil release pasien positif agak telat.

Kemudian kegiatan silaturahmi Kapolres Sumbawa di zona barat diakhiri dengan tanya jawab.

Hadir Dalam Kegiatan tersebut, Kapolres Sumbawa AKBP Esty Setyo Nugroho S.IK, Kabid P3L Dikes Sumbawa A. A Ngurah Riadi S.Km, M.Kes, Kasat Intelkam Iptu Doser Sinatria A. S.IK, Kasat Lantas Iptu Samsul Hilal SH, Kasi Humas AKP Sumardi S.Sos, Kasi Propam Iptu I Ketut Genep, Plh. Kasat Binmas Iptu Abdul Muis Tajuddin, Camat Utan Ir. Nawawi, Danramil Utan Kapt. Inf Triono Budi Waskito, Danramil Alas Kapt. Inf. Armansyah, Kapolsek Alas Akp R.S. Gatot, Kapolsek Alas Barat Akp Surana, Kapolsek Utan Iptu M. Yusuf, Kapolsek Buer Ipda M. Amali SH, Kapolsek Rhee Ipda Ramdhani S.Trk, Ka UPT Puskesmas Rhee Edi Supriadi S.Km, Ka UPT Puskesmas Utan Sri Sukmawati S.km, Ka UPT Puskesmas Buer Yayan Yuliantanata S.Km, Ka UPT Puskesmas Alas Bayu Atika Dewi S.km, Ka UPT Puskesmas Alas Barat Satria Alamsyah Amd. Kep, Para Bhabinkamtibmas dan Babinsa Zona Barat. (Using)

Presiden: Semoga Secepatnya Pelajar Bisa Ikut PTM

Lampung, sumbawanews.com – Presiden Joko Widodo meninjau kegiatan vaksinasi bagi pelajar yang digelar di SMP Negeri 1 Pesawaran, Provinsi Lampung, pada Kamis, 2 September 2021. Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, sebanyak 1.000 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Pesawaran mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

“Tadi saya lihat semuanya berjalan dengan lancar pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar yang dilaksanakan di sekolah ini,” ucap Presiden.

Pelaksanaan vaksinasi hari ini diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi para siswa dari penyebaran Covid-19 di sekolah sehingga pembelajaran tatap muka (PTM) dapat segera dilaksanakan.

“Secepatnya para murid kita, para pelajar kita, bisa segera ikut dalam pembelajaran tatap muka,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah pusat yang telah mengalokasikan vaksin bagi pelajar di Kabupaten Pesawaran.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, mewakili masyarakat Kabupaten Pesawaran terutama Bapak, para pelajar, siswa-siswi, para dewan guru, wali murid yang ada di Kabupaten Pesawaran berterima kasih hari ini di-_launching_ di Pesawaran yaitu vaksin pelajar,” ungkapnya.

Dendi pun berharap agar alokasi vaksin yang terus ditambah oleh pemerintah dapat memperlancar dimulainya PTM di Kabupaten Pesawaran.

“Jadi saya sekali lagi terima kasih, program yang luar biasa. Semoga dunia pendidikan dapat berjalan normal seperti biasa,” ujar Dendi.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. (Setpres/Using)

Pemda Sumbawa Siapkan Vaksin Bagi Wisman Yatch

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Pemda Sumbawa berkomitmen untuk menyiapkan vaksin dan penunjang protokol kesehatan, untuk menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (Wisman) yang menggunakan kapal layar (Yatch) saat sandar. Sebab informasi yang dihimpun Disporapar, saat ini tidak kurang dari 50 Yatch sedang berlayar di perairan Indonesia.

“Kesiapan pemerintah daerah untuk menyambut wisatawan, terutama dalam situasi pandemi ini yang menjadi fokus pembicaraan kemarin yang langsung di pimpin pak bupati. Dari informasi yang kami terima, ada beberapa wisatawan yang sedang mengarungi perairan Indonesia menggunakan yatch. Kami menyiapkan fasiltas vaksinasi untuk wisatawan yatch mancanegara. Kemudian, fasilitas untuk prokesnya juga, PCR Antigen disiapkan tenaga kesehatannya. Ini kan sudah langsung diinstruksikan oleh pak bupati kemarin,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), melalui Sekretaris, Muhammad Irfan, di ruang kerjanya Selasa (02/09).

Diungkapkan, dari informasi, pelancong yatch mengharapkan disediakan vaksin merk tertentu sebagai syarat untuk bersandar, dan mengunjungi daratan. “Karena ada vaksin tertentu yang diharapkan kesediaannya didaerah. Inilah fokus pembeicaraan dengan pak bupati kemarin. Instruksinya pak bupati, siapkan seluruh jenis pelayanannya. Kita harus bertindak cepat untuk memberikan informasi kepada wisatawan,” jelasnya.

Disebutkan, kesediaan Kabupaten Sumbawa untuk menyediakan vaksin tertentu bagi pelancong manca negara yang menggunakan yatch, akan disampaikan hari ini kepada travel agen. Namun meski demikian, belum ada kepastian waktu kedatangan maupun jumlah penacong yang akan bersandar di Kabupaten Sumbawa.

“Informasinya kami berikan hari ini kepada mereka. Kita berikan mereka informasi ini, kita berikan tour programnya juga. Artinya begitu mereka datang, turun kedarat. Maka teman-teman dari pramuwisata mencoba untuk menyiapkan tournya. Misalnya ke hiu paus, sarkofagus, snorkel tanjung menangis. Mengenai kapan mereka nyandar belum pasti, mereka juga tidak dalam bentuk kelompok. Sekarang tidak seperti tahun lalu yang mereka sudah punya schedule,” ucapnya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 50 yatch yang sedang berlayar di perairan Indonesia. “Estimasi dari travel agen, yang sekarang keliling di perairan seluruh Indonesia itu sekitar 50 kapal. Itulah yang kita coba untuk menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung. Salah satu ikhtiar kami, mencoba untuk menyakinkan wisatawan bahwa kami siap untuk memberikan fasiltas vaksin, sesuai dengan keinginan mereka,” jelasnya.

Ia berharap, jika terealisasi diharapkan para pelancong dapat menggunakan satu pelabuhan sebagai pintu masuk, agar memudahkan untuk memberikan vaksin dan standart penerapan protokol kesehatan. “Kita mengharapkan satu tempat, agar mudah dalam menyiapkan fasilitas prokesnya. Karena sebelum turun kedarat pasti ada pengecekan dan lain sebagainya. Terutama terkait dengan kesehatan, jadi upaya kita langsung di pelabuhan tempat sandarnya itu,” katanya. (Using)

Kadikbud : Pelaksanaan PTMT Dievaluasi Berkala

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang diawali awal minggu ini, akan dievaluasi secara berkala. Namun sejauh ini pelaksanaan berjalan lancar, karena dibantu Satgas Covid-19 kecamatan.

“Senin depan, kita juga akan lakukan evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas selama satu minggu ini. mungkin selama satu bulan kita juga bisa evaluasi, apakah kita juga bisa melaksanakan tatap muka terbatas, atau full,” kata Sahril, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa di ruang kerjanya, Kamis (02/09).

Diungkapkan, jika dari hasil evaluasi PTMT berjalan baik selama beberapa waktu mendatang, maka pembelajaran tatap muka penuh akan diberlakukan jika dimungkinkan oleh regulasi. “Nanti kita lihat dari hasil factual di lapangan dan regulasi yang ada. Jika regulasi juga memungkinkan untuk laksaakan tatap muka secara penuh maka otomatis kita juga harus melihat secara factual dilapangan. Sepanjang regulasi memungkinkan untuk terus dilakukan pembelajaran tatap muka, tentu kita bersyukur,” ucapnya.

Disebutkan, bila melihat dari kondisi penyebaran dan penularan covid-19 yang terjadi penurunan hingga saat ini, menjadi angina segar untuk pembelajaran tatap muka penuh. “Kemudian pada sisi yang lain, kondisi epidemologi di lapangan menunjukkan angka yang terus menurun. Tentu ini menjadi angina segar bagi anak-anak kita untuk pembelajaran tetap muka, bahkan bisa jadi untuk pembelajaran tatap muka secara penuh. Kalau sekarang kan masih terbatas, tentu kita berharap itu menjadi tatap muka normal,” katanya.

Ditegaskan, pelaksanaan PTMT di Kabupaten Sumbawa akan dievaluasi secara berkala baik mingguan ataupun bulanan. Namun selama 4 hari berjalan, proses belajar berjalan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan sebelumnya.

“Sampai dengan hari kamis ini, berdasarkan pantauan kami di lapangan ataupan laporan-laporan dari sekolah, berjalan baik, lancar. Prokesnya juga secara terus-menerus juga menjadi perhatian,” jelasnya.

Satgas Kecamatan Aktif Memantau

Diakui, kelancaran proses PTMT selama beberapa hari ini, tidak lepas dari peran satgas covid-19 kecamatan yang aktif melakukan monitoring. “bukan saja oleh sekolah. Tapi juga disupervisi, dimonitoring oleh satgas kecamatan. Itu yang membuat kami terbantu. Karena ini menjadi tanggungjawab bersama. Saya melihat, keterlibatan semua pihak, termasuk satgas kecamatan untuk melakukan monitoring di sekolah di wilayah masing-masing itu sangat membantu kita dinas untuk mengeliminir hal-hal yang masih kurang,” tuturnya.

Ia menilai, satgas kecamatan sangat membantu, terutama dalam melakukan perbaikan-perbaikan di sekolah. “Satgas kecamatan berfungsi dengan baik dan sekolah pun dengan antuasias menyambut satgas untuk melakukan perbaikan-perbaikan jika disana-sini ada kekurangan. Sejauh ini, tidak ada sekolah yang tidak menerapkan SOP sesuai dengan surat yang ditetapkan kepala dinas dikbud maupun dalam surat edaran bupati,” tegasnya. (Using)

Danrem 162/WB Tegaskan : Prajurit dan PNS Jangan Coba-coba Dengan Narkoba

Mataram – Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mengajak seluruh prajurit dan PNS (Pegawai Negeri Sipil) jajaran Korem 162/WB serta keluarganya ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan, pemberantasan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN).

Hal itu, disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi P4GN dan tes urin yang diikuti oleh prajurit dan PNS jajarannya di Gedung Soedirman Makorem 162/WB jalan Lingkar Selatan kota Mataram, Kamis (2/9/2021).

Menurut orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB itu, BNN (Badan Narkotika Nasional) telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah Narkotika dan sejenisnya masuk ke Indonesia baik dari jalur darat, laut maupun udara.

Namun demikian, sambungnya, para mafia juga semakin gencar menyelundupkan barang haram itu dengan berbagai cara. Bahkan, mereka nekat membuat dan memproduksinya di negeri ini baik di kota maupun desa.

“Menggunakan bahan bangunan pipa, memasukkan ke dalam tubuh, bahkan menggunakan jasad orang meninggal pernah dilakukan oleh mafia menyelundupkan Narkoba ke negeri ini,” ungkap Jenderal Bintang Satu itu.

Beragam cara pun dilakukan dalam proses mengedarkan salah satunya dengan mencampurkan dalam makanan, minuman, cairan rokok elektrik, permen bahkan ada juga yang menggunakan mainan anak-anak sebagai media.

“Ini adalah cara mereka untuk merusak masa depan generasi muda kita agar ketagihan dan menjadi ketergantungan. Jika mengkonsumsi narkoba maka saraf-saraf tubuh dan otak kita menjadi rusak,” paparnya.

Selain itu, peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba juga berdampak pada situasi wilayah, dimana hal ini dapat berpengaruh pada meningkatnya angka kriminalitas seperti pencurian, perampokan, pemerkosaan dan lain-lain, bahkan dapat mendorong terjadinya bunuh diri bagi penggunanya.

Oleh sebab itu, alumni Akmil 1993 itu mengajak seluruh personel jajarannya beserta keluarga untuk menjauhi Narkoba, tidak menjadi pengedar, pengguna maupun kurir, peka terhadap kemungkinan adanya kegiatan peredaran maupun penyalahgunaan Narkoba di lingkungannya dan melaporkan kepada pihak berwenang. Hal ini, sebagai wujud kecintaan kepada bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

“Jangan coba-coba dengan Narkoba, Selain hukuman pidana penjara, prajurit yang terlibat baik sebagai pengguna maupun pengedar akan dipecat dari dinas militer,” ujar pria kelahiran Jakarta tersebut.

“Hargai orang tua, sayangi keluarga dan orang-orang yang ada di lingkungan tempat tinggal kalian. Ayo perangi Narkoba untuk menyelamatkan generasi muda bangsa,” ajaknya.

Usai sambutan Danrem 162/WB dilanjutkan Sosialisasi P4GN dari RSAD Mataram dr. Ni Gusti Made Noviani, dihadiri Kasi Intel Kasrem 162/WB Kolonel Inf Setiya Asmara dan para Kepala Satuan Dinas Jawatan jajaran Korem 162/WB se-Kota Mataram.

Komisi IV Minta Draft Buku Muatan Lokal Ditarik dan Disempurnakan

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Komisi IV DPRD Sumbawa merekomendasikan agar draft buku Muatan Lokal SD yang sempat beredar untuk ditarik. Kemudian penulis berama beberapa pihak yang berkompeten dibidangnya, secara bersama-sama melakukan penyempurnaan terhadap konten buku tersebut.

“Kami minta kepada pak kadis, yang sudah beredar (draft) buku ini, ditarik kembali. Kemudian, karena ini belum menjadi bahan ajar di sekolah, mari kepada penulis bersama kita semua bersama-sama untuk berdiskusi untuk menyempurnakan buku muatan lokal ini,” kata Ahmadul Kosasih, Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa, dalam menyampaikan rekomendasi pertemuan di DPRD Sumbawa, Kamis (02/09).

Sebelumnya didalam pertemuan, Andi Haris mewakili tim penulis buku mengungkapkan, mekanisme penerbitan buku, yakni penelitian, penyusunan draft, pengujian hingga tiga fase, kemudian diterbitkan dan diedarkan. Dfart buku muatan lokal sedianya akan menjadi bahan pelajaran untuk kelas 3,4,5, dan 6.

“Kami lakukan penelitian selama 6 bulan. Dan apa yang ada sekarang itu, masih berbentuk draft. Itu kemarin baru ada di fase pengujian tahap pertama, dengan kelompok kecil. Mekanismenya, setelah pengujian kecil, dilakukan revisi. Dilakukan pengujian dengan kelompok sedang, direvisi lagi. Pengujian dengan kelompok besar, revisi. Kemudian diuji lagi sebelum diterbitkan dan diedarkan,” ujarnya.

Ia mengakui, telah menerbitkan secara manual sediktinya 4 eksemplar buku pada tahun 2017 silam sebagai bahan uji untuk direvisi. “Tapi kalau kemudian ini beredar (lebih dari 4 eksemplar), kami tidak tahu,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Syukri Rahmat, Sekretaris Majelis Adat – Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) menegaskan, dalam penulisan buku diperlukan penelitian mendalam dengan banyak referensi. Terlebih jika buku tersebut memuat sejarah untuk diajarkan kepada murid sekolah.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumbawa, Muhammad Yamin juga menyampaikan hal senada. Dan berjanji untuk menggelontorkan anggaran guna kepentingan penyempurnaan buku muatan lokal tersebut, karena diperlukan sebagai bahan pelajaran di tingkat Sekolah Dasar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Sahril, berjanji akan menarik draft-draft buku yang beredar. “Saya sebagai kepala dinas pendidikan, akan menarik (draft) buku ini. kami juga sudah tahu dimana buku ini beredar,” jelasnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Rektor Universitas Samawa – Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., Ketua STKIP Paracendekia NW Sumbawa ‑ Dr. H. Iwan Jazadi, dan Budayawan Sumbawa – Aries Zulkarnain. (Using)

Berita Terkini

Imigrasi Geser Batas Waktu Perlintasan ke 15 Detik

Sumbawanews.com,- Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengoperasikan 306 unit autogate di seluruh bandara dan pelabuhan utama Indonesia, memangkas waktu pemeriksaan keimigrasian hingga hanya 15 hingga...

Ojol Memohon, Motor Ditarik: Dishub Jaktim Buka Suara

Sumbawanews.com,- Viral di media sosial, adegan seorang pengemudi ojek online berlutut dan memohon agar motornya tidak diangkut petugas Dishub di Jakarta Timur menjadi sorotan...

Israel dan Hizbullah Setujui Gencatan Senjata

Sumbawanews.com,- Beirut – Setelah berbulan-bulan konflik mematikan di perbatasan Lebanon-Israel, kedua pihak secara resmi menyetujui gencatan senjata yang berlaku mulai pukul 16.00 waktu setempat,...

Pramono dan Cak Imin Hadiri Haul Ulama Betawi di Monas

Sumbawanews.com,- Ribuan jamaah memadati kawasan Monas pada Jumat malam, 19 Juni 2026, dalam acara Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digelar secara khidmat...

Berita Utama