Home Blog Page 3289

Nasir: Jika Panglima Diberhentikan, Bisa ‘Kiamat’ Buat Presiden

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum perlu memberhentikan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Pernyataan dan sikap Gatot dalam menanggapi berbagai isu nasional dinilai mewakili sikap masyarakat.

Menurut Nasir, apa yang dilakukan Gatot masih dalam batas dan tanggungjawabnya sebagai prajurit. Dengan demikian, Panglima sebagai pimpinan tertinggi dan pemegang komando pada TNU harus dapat memberikan sikapnya kepada masyarakat.

“Walau pendapatnya tidak sepenuhnya mewakili institusi TNI, tetapi pendapat panglima berdasarkan masukan staf-stafnya. Jadi tidak pada tempatnya kalau Presiden Jokowi memberhentikan panglima sebelum waktunya. Itu bisa jadi kiamat bagi Presiden,” tegas Nasir saat diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10).

Nasir juga berpendapat, baik pernyataan dan sikap Gatot bukan merupakan hal yang asing jika dilakukan. Sebab, sebagai warga negara, prajurit serta Panglima TNI, harus bisa merespons fenomena negeri ini.

“Jadi, tidak cukup Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) yang bicara,” tutur Nasir.

Terkait dengan kehadiran Gatot dalam sejumlah aksi massa atau acara organisasi kemasyarakatan (ormas), dia pun menilai hal itu wajar dilakukan. “TNI lahir dari rahim rakyat. Jadi, ketika rakyat mengalami berbagai macam persoalan tentu harus direspons. Meskipun bagi sebagian orang panglima disebut berpolitik, tapi bagi sata dia ingin memberikan sikapnya sebagai bagian dari rakyat,” tambah Nasir.

Sejumlah Pengungsi Gunung Agung Mulai Pulang

Warga masyarakat lereng Gunung Agung yang mengungsi ke Kota Denpasar secara berangsur-angsur kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Karangasem. Kembalinya warga setelah pernyataan resmi pemerintah bahwa hanya 28 desa dari 78 desa di daerah timur Pulau Bali itu termasuk kawasan rawan bencana (KRB).

Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar Made Mertajaya di Denpasar Bali, Ahad (8/10), mengatakan langkah sinergi telah dilakukan Pemkot Denpasar dalam memberikan pelayanan kepada warga KRB Gunung Agung yang terdata saat ini sebanyak 14.746 orang. Ia mengatakan langkah itu juga sesuai arahan Wali Kota Rai Mantra kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Denpasar agar dapat bersinergi dalam melakukan berbagai penyaluran bantuan logistik kepada para pengungsi, baik yang berada di posko umum maupun mandiri.

“Selain itu Pemkot Denpasar juga membantu pemulangan pengungsi ke daerah Kabupaten Karangasem yang dilakukan pada Sabtu (7/10). Saat ini yang sudah berangsur-angsur pulang kampung adalah warga yang tidak termasuk dalam data 28 desa KRB Gunung Agung, yakni sebanyak 236 orang,” katanya.

Ia mengatakan sejak imbauan mengungsi diberlakukan, Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah sigap untuk menyediakan beberapa titik posko-posko umum maupun posko mandiri dari masyarakat di Kota Denpasar. Setelah beberapa hari mengungsi di beberapa titik, seperti di posko pengungsian Jalan Danau Tempe, Jalan Gurita, Jalan Sutomo, Posko GOR Kompyang Sujana, dan Posko Kelurahan Peguyangan, para pengungsi memilih pulang lantaran menganggap kondisi desa mereka sudah mulai aman dan dinyatakan di luar KRB Gunung Agung.

Terkait dengan kepulangan para pengungsi tersebut, kata dia, Pemkot Denpasar memfasilitasi warga yang ingin kembali ke desanya masing-masing. Dinyatakan desanya masuk zona aman serta dibukanya fasilitas publik beberapa tempat di Karangasem menjadi salah satu alasan pulangnya sebagian besar pengungsi tersebut.

“Mereka pulang karena desanya masuk zona aman dan fasilitas di sana sudah buka. Kami di sini atas instruksi pimpinan dan bapak Wali Kota Rai Mantra untuk memfasilitasi para warga yang hendak kembali ke desanya,” kata Ketua Koordinator Posko Induk Kota Denpasar, Sudarita menjelaskan.

Sementara itu, seorang warga pengungsi Gunung Agung, Ketut Agus mengaku bersama keluarga memilih kembali ke desanya, karena desanya masuk zona aman. Ia mengatakan kepulangan para pengungsi Karangasem adalah kemauan sendiri, dan selama mengungsi di Denpasar, keseharian juga sangat nyaman.

“Posko di sini sangat layak dan baik. Tapi saya memilih balik ke kampung, karena sudah dinyatakan wilayahnya aman dan fasilitas di sana juga sudah buka. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para dermawan, termasuk juga Pemkot Denpasar yang sudah membantu selama dipengungsian. Terimakasih juga kepada Bapak Rai Mantra dan Wakilnya IGN Jaya Negara beserta jajarannya,” ucapnya.

What are Values of a Two-Year School.

Enhanced education and learning within this country is immediately becoming a need with the organization team rather then an extravagance. On the previous the individuals who had a secondary university coaching still had the chance to manufacture a superior earth for on their own and their families. These times are rather quickly turning into an extra dieing coal from the previous. About the off probability you want to have substantial acquiring potential amid your lifetime you are 100 % limited by your studying probable also, the level of instruction you could have gotten.

Berita Terkini

Ojol Memohon, Motor Ditarik: Dishub Jaktim Buka Suara

Sumbawanews.com,- Viral di media sosial, adegan seorang pengemudi ojek online berlutut dan memohon agar motornya tidak diangkut petugas Dishub di Jakarta Timur menjadi sorotan...

Israel dan Hizbullah Setujui Gencatan Senjata

Sumbawanews.com,- Beirut – Setelah berbulan-bulan konflik mematikan di perbatasan Lebanon-Israel, kedua pihak secara resmi menyetujui gencatan senjata yang berlaku mulai pukul 16.00 waktu setempat,...

Pramono dan Cak Imin Hadiri Haul Ulama Betawi di Monas

Sumbawanews.com,- Ribuan jamaah memadati kawasan Monas pada Jumat malam, 19 Juni 2026, dalam acara Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi yang digelar secara khidmat...

Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna di CFD Pekan Ini

Sumbawanews.com,- Pemerintah DKI Jakarta siap meresmikan hasil penataan Jalan Rasuna Said pada acara Car Free Day (CFD) pekan ini. Menteri BUMN Erick Thohir, yang...

Berita Utama