Teheran, sumbawanews.com – Terkait ancaman Presiden AS baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araqchi, Kamis (29/01) menegaskan, Angkatan bersenjata Iran siap untuk merespons dengan cepat dan tegas terhadap setiap agresi terhadap tanah, wilayah udara, dan perairan teritorial Iran.
Menurutnya, pelajaran berharga yang dipetik dari perang 12 hari telah memberi Iran kemampuan untuk merespons dengan kekuatan, kecepatan, dan intensitas yang lebih besar.
Baca Juga: Menlu Iran: Diplomasi Melalui Ancaman Militer Tidak Akan Membuahkan Hasil
Namun Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut baik perjanjian nuklir yang adil, setara, dan saling menguntungkan. Yakni perjanjian yang didasarkan pada kesetaraan dan bebas dari segala paksaan, ancaman, atau intimidasi. Perjanjian yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai dan menjamin tidak adanya senjata nuklir.
“Senjata semacam itu tidak memiliki tempat dalam perhitungan keamanan kita dan kita tidak pernah berupaya untuk memperolehnya,” kata Araqchi.
Eropa Sibuk Mengipasi Api Krisis
Ditambahkan Saat ini, beberapa negara berusaha mencegah perang skala penuh berkobar di kawasan kita. Dan tidak satu pun dari negara-negara tersebut adalah negara Eropa.
“Sebaliknya, Eropa sibuk mengipasi api krisis. Setelah mengejar mekanisme “snapback” atas permintaan Amerika Serikat, kini mereka telah melakukan kesalahan strategis besar lainnya dengan memasukkan angkatan bersenjata kita ke dalam daftar yang disebut “organisasi teroris,” katanya.
Menurutnya, terlepas dari kemunafikan yang jelas dalam pendekatan selektif Eropa, dan fakta bahwa mereka tidak mengambil tindakan terhadap genosida Israel di Gaza tetapi dengan tergesa-gesa mengklaim “membela hak asasi manusia” di Iran, pertunjukan propaganda ini lebih dari apa pun merupakan upaya untuk menyembunyikan kenyataan penurunan drastis peran dan posisi Eropa.
Mengingat bahwa benua Eropa pasti akan sangat terpengaruh oleh perang skala penuh di wilayah kita, termasuk dampak lanjutan dari kenaikan tajam harga energi. “Posisi Uni Eropa saat ini sangat merugikan kepentingannya sendiri,” kata dia, juga mengatakan, warga Eropa pantas mendapatkan yang jauh lebih baik daripada yang ditawarkan pemerintah mereka. (Using)















