Home Berita Menlu Iran: Diplomasi Melalui Ancaman Militer Tidak Akan Membuahkan Hasil

Menlu Iran: Diplomasi Melalui Ancaman Militer Tidak Akan Membuahkan Hasil

Teheran, sumbawanews.com – Menteri Luar Negeri Iran, Seyyed Abbas Araghchi kepada wartawan di halaman pemerintahan, Rabu (28/01) mengungkapkan, Iran belum mengajukan permintaan untuk negosiasi.

Baca Juga: Arab Saudi Tak Izinkan Teritorinya Digunakan Untuk Tindakan Militer Terhadap Iran

“Tentu saja, ada negara-negara yang mencoba dan berkonsultasi sebagai mediator, dan kami sedang menjalin kontak dengan mereka,” ucapnya.

Dikatakan, Di arena internasional, selalu ada ancaman militer dan diplomasi secara bersamaan. Dan Masing-masing memiliki jalannya sendiri.

“Posisi kami persis sama, bahwa diplomasi melalui ancaman militer tidak akan membuahkan hasil,” tegas dia.

Menurutnya, jika AS ingin negosiasi berlangsung, harus mengesampingkan ancaman, pernyataan yang berlebihan, dan mengangkat isu-isu yang tidak rasional. Negosiasi memiliki prinsip-prinsipnya sendiri dan harus dilakukan dari posisi yang setara dan berdasarkan rasa saling menghormati.

“Tidak ada kontak antara saya dan Bapak Whittaker dalam beberapa hari terakhir,” ucap dia.

Diuraikan, Kontak antara Iran dengan negara-negara di kawasan ini terus berlanjut, termasuk Qatar tadi malam. “Ada persepsi di seluruh kawasan bahwa ancaman militer, mengingat karakteristik kehadiran AS di kawasan ini, akan menyebabkan ketidakstabilan di seluruh kawasan,” tegas dia. (Using)

Previous articleArab Saudi Tak Izinkan Teritorinya Digunakan Untuk Tindakan Militer Terhadap Iran
Next articlePanglima TNI Hadiri Pelantikan Pengurus Dewan Energi Nasional di Istana Negara
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.