Home Berita Nasional Tantangan Sosial Hambat Penanganan Stunting di Indonesia

Tantangan Sosial Hambat Penanganan Stunting di Indonesia

Sumbawanews.com,- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Wihaji, mengungkapkan bahwa rasa malu dan penyangkalan dari keluarga serta pemerintah daerah menjadi penghambat utama dalam upaya penanganan stunting. Banyak keluarga enggan membawa anak ke posyandu karena takut dianggap sebagai keluarga berisiko stunting, sementara sejumlah pemerintah daerah menyangkal tingginya angka kasus di wilayahnya demi menghindari stigma. Wihaji menekankan bahwa pemulihan anak yang sudah mengalami stunting sangat sulit, dengan hanya 20% kasus yang bisa disembuhkan. Selain itu, keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih memperlambat intervensi di lapangan. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah terus memperkuat edukasi berkelanjutan oleh petugas kesehatan di tingkat akar rumput agar masyarakat lebih terbuka dan responsif terhadap upaya pencegahan.

Previous articleIndonesia Pesan 48 Jet Tempur KAAN, Turki Berlari Menuju Penerbangan Perdana
Next articlePersib Catat Sejarah, Menang Empat Kali Berturut-turut di ACL 2