Sumbawanews.com,- Pada Oktober 2026, Federasi Sepak Bola India (AIFF) menggelar dua laga persahabatan mewah melawan Brasil dan Uruguay, yang berakhir dengan krisis keuangan parah dan kekalahan telak di lapangan. AIFF dikabarkan mengalami potensi defisit anggaran hingga Rp162 miliar akibat biaya tinggi mendatangkan dua raksasa Amerika Selatan itu, sementara pembayaran match fee kepada Brasil dan Uruguay masih tertunggak masing-masing Rp36 miliar dan Rp9 miliar. Penjualan tiket gagal total, dengan target awal Rp57–76 miliar runtuh karena harga tiket terlalu tinggi, hingga panitia terpaksa memberikan diskon hingga 90 persen untuk mengisi stadion. Di atas lapangan, Timnas India tumbang 0–4 dari Brasil dan kalah 1–6 dari Uruguay.
Kebijakan kontroversial AIFF untuk mengorbankan partisipasi di FIFA ASEAN Cup 2026 demi laga-laga mahal itu semakin memperdalam krisis. Turnamen regional yang berlangsung di Jakarta dan Bandung dari 24 September hingga 3 Oktober 2026 itu akhirnya diisi oleh Bangladesh sebagai pengganti India. Sementara Bangladesh, meski menjadi lumbung gol di fase grup, tetap menjalani turnamen resmi FIFA, sementara India kehilangan kesempatan berkompetisi di panggung Asia Tenggara.
Berbeda dengan nasib India, Timnas Indonesia justru meraih puncak kejayaan di ajang yang sama. Skuad Garuda tampil dominan dengan kemenangan 2–0 atas Singapura, imbang 0–0 melawan Malaysia, dan menang telak 9–2 atas Bangladesh di fase grup. Di final, Indonesia menaklukkan Thailand lewat adu penalti untuk merebut gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan pendukung sendiri di Jakarta. Keberhasilan ini menjadi kontras tajam dengan kegagalan finansial dan sportif yang dialami tetangganya di selatan.















