Sumbawanews.com,- Seorang pengendara motor nyaris menjadi korban bencana terselubung di jalan raya—terperosok ke lubang amblas yang mendadak membuka diri di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kejadian itu terjadi pada Jumat pagi, saat lalu lintas sedang padat, dan sempat terekam kamera pengawas hingga viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, pemotor itu terlihat berusaha menghindari kemacetan dengan mengambil jalur berlawanan arah. Tanpa sadar, roda motornya menghantam celah besar yang menganga di tengah jalan. Dalam sekejap, motor dan pengendara lenyap ke dalam lubang berukuran 3 meter lebar, 3 meter dalam, dan memanjang hingga 16 meter—lubang yang muncul semalam setelah hujan deras dan tekanan beban kendaraan berat.
Warga sekitar yang panik langsung bergerak cepat. Sejumlah orang membawa tangga darurat untuk membantu pengendara keluar dari lubang. Beruntung, pengendara tidak mengalami luka serius. Ia hanya terjatuh dan terperangkap sementara, lalu dengan bantuan warga, berhasil ditarik keluar. Motor yang nyungsep pun ikut dievakuasi, meski dengan susah payah.
“Orangnya enggak kenapa-kenapa. Cuma motornya masuk,” ujar Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, saat dikonfirmasi. Ia menambahkan, pengendara langsung pergi setelah kejadian tanpa meminta pertolongan medis—seolah ingin segera menghindari keributan atau prosedur yang mungkin menyusul.
Lubang tersebut, yang sebelumnya hanya berupa retakan dan gelombang kecil, akhirnya runtuh total pada Kamis malam. Pada Jumat pagi, petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan segera merespons dengan memasang plat baja sebagai penutup sementara. Namun, jalan tetap tidak aman. Arus lalu lintas masih terganggu, terutama di ruas yang menghubungkan arah Depok dan Jakarta.
Kepala Dinas SDA Jakarta Selatan mengakui, kondisi infrastruktur jalan di Lenteng Agung memang menjadi perhatian serius. “Ini bukan pertama kali. Ada pola kerusakan berulang karena drainase buruk dan beban kendaraan berat yang tak terkendali,” katanya. Pemda berjanji akan melakukan pemantauan intensif dan rekonstruksi permanen dalam waktu dekat.
Kejadian ini kembali menggugah kesadaran publik: jalan rusak bukan sekadar gangguan lalu lintas, tapi ancaman nyawa. Di tengah minimnya peringatan dini dan penanganan cepat, warga harus berhati-hati—dan pemerintah harus lebih proaktif. Karena di balik setiap lubang, ada nyawa yang bisa hilang dalam sekejap.















