Sumbawanews.com,- Pemerintah mulai mendistribusikan 5,5 juta buku bermutu ke lebih dari 24 ribu sekolah dasar dan menengah pertama di seluruh Indonesia untuk memperkuat budaya literasi dan meningkatkan minat baca anak. Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul, dengan prioritas diberikan kepada sekolah yang berdasarkan Asesmen Nasional 2025 masih berada di bawah kompetensi minimum literasi dan belum pernah menerima bantuan buku sebelumnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan, upaya ini dilakukan melalui tiga langkah strategis: menumbuhkan kebiasaan membaca, meningkatkan kecakapan membaca, dan memastikan ketersediaan bahan bacaan berkualitas. Buku yang disalurkan disesuaikan dengan jenjang pendidikan—buku bergambar untuk siswa SD, serta komik dan novelet untuk siswa SMP—dengan tujuan menjadikan membaca lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak.
Setiap paket buku dilengkapi pedoman pemanfaatan agar guru, kepala sekolah, dan murid dapat mengoptimalkan penggunaannya. Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, mengapresiasi upaya Kemendikdasmen dalam menyediakan sumber belajar inklusif, termasuk buku berhuruf braille dan konten audio-video bagi anak berkebutuhan khusus. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini dalam mencetak generasi cerdas, kritis, dan berkarakter.
Hasil kajian Pusat Standar Kebijakan Pendidikan (PSKP) tahun 2025 menunjukkan peningkatan capaian literasi signifikan pada sekolah yang menerima bantuan buku dibandingkan sekolah pembanding. Hingga 2026, total buku bermutu yang telah didistribusikan Kemendikdasmen mencapai lebih dari 42 juta eksemplar.















