Sumbawanews.com,- Sebuah kabinet alternatif yang dibentuk koalisi masyarakat sipil resmi diluncurkan pada 17 Juli 2026, sebagai respons terhadap melemahnya mekanisme check and balances terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kabinet Bayangan terdiri dari 15 tokoh akademik dan aktivis yang dipilih berdasarkan keahlian, bukan afiliasi politik, dan akan menjadi mitra pengawas sekaligus penyusun alternatif kebijakan untuk tiap kementerian di Kabinet Merah Putih. Ketua Panitia Seleksi Feri Amsari menegaskan, kabinet ini bersifat nonpartisan, beroperasi secara pro bono, dan tidak bertujuan merebut kekuasaan. Pendanaannya berasal dari urunan internal anggota, dengan rencana menggalang dana publik melalui crowdfunding, tanpa menerima sumbangan dari pihak asing maupun korporasi.
Setiap menteri Kabinet Bayangan ditugaskan sebagai counterpart langsung menteri di kabinet pemerintah, dengan tugas utama mengkaji kebijakan secara mendalam dan menawarkan solusi berbasis bukti, bukan sekadar kritik umum. Kerangka keberpihakan kepada rakyat menjadi pedoman tunggal dalam setiap respons, memastikan konsistensi sikap meski disampaikan oleh berbagai menteri. Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran Bhima Yudhistira Adhinegara mengkritik program-program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai tidak didukung kajian teknis yang memadai. Ia mengusulkan pembekuan anggaran program tersebut, reformasi subsidi energi dan transportasi publik, penutupan kebocoran pajak, serta penerapan sistem perpajakan yang lebih progresif. Seluruh struktur kabinet telah diumumkan, dengan Feri Amsari menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara, dan 14 tokoh lainnya menangani bidang mulai dari hukum, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan lingkungan.
Susunan lengkap Kabinet Bayangan mencakup: Menteri Dalam Negeri dan Keamanan Negara Armand Suparman, Menteri Luar Negeri Shofwan Al-Banna Choiruzzad, Menteri Pertahanan Curie Maharani, Menteri Hak Perempuan dan Kelompok Marginal Khoirunnisa Nur Agustyati, Menteri Hukum dan Kebijakan Negara Yance Arizona, Menteri Perekonomian Media Wahyudi Askar, Menteri Perlindungan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Iqbal Damanik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Iman Zanatul Haeri, Menteri Riset, Teknologi dan Digital Nenden Sekar Arum, Menteri Kesehatan Irma Hidayana, Menteri Sosial dan Layanan Dasar Nabiyla Risfa Izzati, serta Menteri Pertanian dan Kedaulatan Pangan Isnawati Hidayah. Sekretaris Kabinet dijabat oleh Ahmad Jilul Q.F.















