Sumbawanews.com,- Presiden Joko Widodo terkejut saat mendengar lagu viral berjudul “Mas Bahlil Ganteng” dinyanyikan secara bergembira di halaman rumah pribadinya di Solo. Dalam unggahan Instagram pribadinya, Jokowi membagikan video sekelompok anak muda yang berjoget sambil menyanyikan lirik lucu itu—tanpa sadar bahwa suara mereka memecah ketenangan malam di Gang Kutai Utara.
“Awalnya saya kira ada apa-apa di depan rumah. Ternyata anak-anak muda sedang asyik bernyanyi, ‘Mas Bahlil ganteng!’” tulis Jokowi, mengaku terkesan dengan kreativitas spontan generasi muda. Ia menilai ekspresi semacam ini sebagai bentuk kebebasan berekspresi yang sehat, asalkan tetap dalam koridor kebangsaan dan tidak menyerempet SARA.
Tak kalah terkejut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang menjadi objek lagu tersebut, langsung merespons dengan hangat. Dalam video yang diunggah Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad, Bahlil mengaku penasaran dan ingin bertemu langsung pencipta lagu itu. “Saya ingin undang dia, makan bareng, sekadar ngobrol. Saya nggak tahu siapa yang buat, tapi saya hargai kreativitasnya,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, sebagai pejabat publik, ia memahami bahwa popularitas membawa risiko—termasuk menjadi bahan lelucon di media sosial. “Ini bagian dari demokrasi. Tapi saya juga berharap, kreativitas itu tetap dijaga agar tidak melanggar nilai-nilai luhur kita,” katanya, menekankan pentingnya batas antara humor dan provokasi.
Lagu yang awalnya muncul sebagai parodi dalam format “My Little Bolu Ketan” ini kini menjadi fenomena digital yang menyebar lintas platform. Meski sederhana, liriknya mencerminkan kekuatan budaya populer Indonesia: spontan, penuh canda, dan mampu menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang—bahkan hingga ke halaman rumah seorang presiden.
Jokowi, yang kerap menanggapi fenomena sosial media dengan nada hangat, kembali menunjukkan kepekaannya terhadap dinamika generasi muda. Dalam satu video singkat, ia tidak hanya menjadi saksi, tapi juga pemberi apresiasi—mengubah sebuah lelucon viral menjadi simbol kebersamaan, kebebasan, dan kebanggaan akan kekayaan budaya Indonesia yang tak terduga.















